Advertorial

DPRD Surabaya Dorong Pemkot Percepat Program Dandan Omah

Kompas.com - 22/10/2025, 17:06 WIB

KOMPAS.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Surabaya mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya untuk mempercepat pelaksanaan program Dandan Omah atau perbaikan rumah tidak layak huni (Rutilahu).

Wakil Ketua DPRD Surabaya Laila Mufidah menilai, percepatan perlu dilakukan agar manfaat program dapat segera dirasakan masyarakat, terutama menjelang musim hujan.

Menurut Laila, proses administrasi dan teknis di lapangan kerap memakan waktu sehingga membuat warga menunggu terlalu lama.

Ia menegaskan, apabila data penerima sudah siap dan kondisi rumah membahayakan penghuni, bantuan seharusnya bisa langsung dieksekusi tanpa menunggu berbulan-bulan.

“Program ini menyangkut kebutuhan dasar warga. Pemkot, DPRD, dan masyarakat harus bersinergi agar pelaksanaannya cepat dan tepat sasaran,” ujar Laila dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Rabu (22/10/2025).

Ia juga meminta rukun tetangga (RT), rukun warga (RW), dan lembaga pemberdayaan masyarakat kelurahan (LPMK) lebih aktif dalam mendata rumah tidak layak huni di wilayah masing-masing.

Laila pun menyoroti kasus di Kelurahan Kendangsari, Kecamatan Tenggilis Mejoyo. Di wilayah ini, rumah warga yang sudah terdaftar dalam program justru ambruk sebelum bantuan turun.

“Kejadian seperti ini tidak boleh terulang. Aparat di lapangan harus tanggap terhadap kondisi yang mendesak,” tegas politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tersebut.

Pada 2025, Pemkot Surabaya menargetkan pembenahan 2.069 unit rumah tidak layak huni. Angka ini meningkat dari 1.600 unit pada tahun sebelumnya.

Adapun program tersebut dijalankan oleh Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (DPRKPP) Surabaya dengan alokasi anggaran sekitar Rp 89 miliar.

Laila mengapresiasi Pemkot Surabaya karena tetap mempertahankan anggaran program tersebut tanpa pemangkasan.

Pemkot juga akan melibatkan sektor swasta melalui skema tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) atau corporate social responsibility (CSR) serta bekerja sama dengan pemerintah pusat lewat Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) untuk tambahan 187 unit rumah.

“Kolaborasi itu penting karena banyak perusahaan di Surabaya yang bisa berkontribusi dalam pembangunan sosial,” kata Laila.

Saat ini, sebanyak 7.789 warga tercatat dalam daftar antrean penerima manfaat program Dandan Omah.

DPRD berharap, percepatan pelaksanaan dan kolaborasi lintas sektor dapat mempercepat peningkatan kualitas hunian serta kesejahteraan masyarakat berpenghasilan rendah di Kota Surabaya.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau