KOMPAS.com – Terapi regeneratif berbasis stem cell dan secretome kian dilirik masyarakat urban. Teknologi ini diklaim mampu membantu pemulihan tubuh lebih cepat dan sekaligus menjaga stamina di tengah aktivitas padat.
Stem cell kerap disebut sebagai “sel cadangan” tubuh. Sel ini mampu memperbarui diri dan berubah menjadi berbagai jenis sel, mulai dari otot, tulang, saraf, hingga kulit, sehingga berperan saat ada jaringan tubuh yang rusak.
Sementara itu, secretome adalah kumpulan molekul bioaktif yang dihasilkan stem cell. Secretome berisi protein dan faktor pertumbuhan yang berfungsi sebagai “bahasa sel” untuk mengirim sinyal antiinflamasi dan merangsang pembentukan jaringan baru. Penyembuhan pun menjadi lebih efektif.
Dengan peran tersebut, stem cell dan secretome membuka potensi terapi regeneratif, tidak hanya untuk kondisi medis serius, tetapi juga menjaga tubuh agar tetap prima di tengah aktivitas padat.
Manfaat bagi pekerja aktif dan gaya hidup urban
Kesibukan hidup di kota, mulai dari macet, lembur, hingga latihan fisik intens, sering membuat tubuh cepat lelah. Di sinilah, terapi regeneratif berbasis stem cell dan secretome memiliki peran.
Sejumlah riset melaporkan hasil positif terkait terapi tersebut. Sebagai contoh, pada pasien osteoartritis, terapi stem cell dilaporkan dapat mengurangi nyeri dan meningkatkan fungsi sendi.
Bagi pekerja urban, manfaat itu diterjemahkan sebagai pemulihan lebih cepat setelah olahraga berat atau kerja panjang. Stamina lebih juga lebih terjaga, daya tahan tubuh lebih kuat, dan tetap dapat produktif di tengah aktivitas padat.
Jika dulu terapi regeneratif identik dengan perawatan mahal di luar negeri, kini layanan terapi stem cell Indonesia telah tersedia dengan standar medis yang ketat. Dengan begitu, akses masyarakat ke terapi ini menjadi lebih mudah.
Meski begitu, terapi ini bukan jalan pintas untuk sehat secara instan. Hasil tetap bergantung pada kondisi pasien, protokol medis yang digunakan, serta gaya hidup sehari-hari.
Konsultasi dengan dokter dianjurkan untuk memastikan kelayakan medis sebelum menjalani terapi. Mengombinasikan terapi dengan pola makan sehat, olahraga rutin, dan manajemen stres dapat membuat hasil terapi stem cell dan secretome lebih optimal.