Advertorial

Wujudkan Komitmen Zero Accident, NHM Tingkatkan Kesiapsiagaan lewat Simulasi Tanggap Darurat B3

Kompas.com - 25/10/2025, 15:14 WIB

KOMPAS.com - PT Nusa Halmahera Minerals (NHM) menggelar simulasi tanggap darurat secara berkala di area tambang Gosowong, Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, Minggu (12/10/2025).

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga keselamatan kerja dan penerapan praktik pertambangan yang baik (good mining practice).

Selain itu, juga menjadi bentuk dukungan perusahaan terhadap program Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) serta Pengelolaan Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) yang menjadi fokus Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Tim Emergency Response Team (ERT) Departemen Health, Safety and Environment (HSE) bersama tim Departemen Ore Treatment melaksanakan simulasi dengan skenario tumpahan sianida di area Reagent Mixing Area di Mill Gosowong, Halmahera Utara.

Simulasi itu bertujuan untuk menguji dan meningkatkan kesiapan, kemampuan teknis, serta koordinasi lintas departemen dalam menghadapi potensi keadaan darurat.

Dalam simulasi, skenario tumpahan sianida memicu evakuasi seluruh karyawan di area Mill Gosowong menuju titik kumpul aman.

Tim penanganan tumpahan kemudian melakukan isolasi area serta proses dekontaminasi sesuai prosedur operasional standar (SOP) dan pedoman teknis yang berlaku di industri pertambangan nasional.

Emergency Response Team (ERT) Captain Muhammad Ifan mengatakan, latihan tersebut memperkuat kolaborasi antartim serta mengasah kemampuan komunikasi, kecepatan respons, dan koordinasi di lapangan.

“Simulasi tanggap darurat seperti ini penting untuk memastikan kesiapan tim dalam menghadapi situasi kritis dan sekaligus menumbuhkan budaya keselamatan di seluruh level organisasi,” ujar Ifan dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Sabtu (25/10/2025).

Pada kesempatan sama, Manajer Departemen Ore Treatment Alip Puspandaru mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan terhadap standar keselamatan Kementerian ESDM.

Departemen yang dipimpinnya berhubungan langsung dengan bahan berbahaya sianida. Oleh karena itu, memastikan pengendalian yang baik merupakan hal krusial agar tetap aman bagi pekerja dan lingkungan.

“Simulasi ini merupakan kesempatan yang bagus untuk mengasah kesiapsiagaan dan koordinasi tim di lapangan dalam menghadapi situasi darurat. Kegiatan ini berjalan lancar dengan kerja sama yang solid, mulai dari penanganan korban, penanganan tumpahan, hingga evakuasi karyawan ke titik aman,” kata Alip.

Siap hadapi kondisi darurat

Simulasi berlangsung lancar dengan keterlibatan berbagai departemen, mulai dari penanganan korban, pengamanan area, hingga evakuasi ke titik aman.

Officer Recruitment GA and Formalities Fahri Saputra menilai, simulasi tersebut memberikan penyegaran penting bagi seluruh karyawan agar selalu siap dalam menghadapi kondisi darurat.

Sementara itu, salah satu peserta magang yang turut mengikuti evakuasi, Mathelda Kalalo, mengaku mendapatkan pengalaman berharga.

“Awalnya saya bingung saat mendengar sirene, tapi dengan arahan yang jelas akhirnya kami bisa berkumpul di titik aman. Saya melihat langsung bagaimana perusahaan tambang menempatkan keselamatan sebagai prioritas utama, bahkan bagi peserta magang,” ujarnya.

Dengan pelaksanaan simulasi secara berkala, NHM memastikan kesiapsiagaan menghadapi keadaan darurat serta mendukung upaya pemerintah dalam mewujudkan pertambangan berkelanjutan dan berbudaya K3 tinggi di Indonesia.

Langkah ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan untuk terus meningkatkan standar keselamatan serta menciptakan lingkungan kerja yang aman, produktif, dan bertanggung jawab terhadap lingkungan.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau