KOMPAS.com – GR Garage Auto2000 Racing Team (GRT) kembali menorehkan hasil mengesankan pada laga putaran 3-4 Agya One Make Race (OMR) yang berlangsung di Mandalika Festival of Speed 2025 mulai Jumat (24/10/2025) hingga Minggu (26/10/2025).
Perjalanan para pebalap GRT tidaklah mudah sejak sesi qualifying time trial (QTT). Mereka harus bersaing ketat untuk mencatatkan waktu tercepat demi mendapatkan posisi awal terbaik di garis depan.
Namun, berkat kerja sama solid antara mekanik Tim GR Garage Auto2000 dan para pebalap, tim tersebut berhasil menunjukkan performa gemilang hingga akhirnya menguasai podium juara.
Atas pencapaian itu, Chief Marketing Auto2000 Yagimin mengaku berterima kasih kepada para pebalap GRT yang sudah berusaha keras dalam memberikan yang terbaik.
“Kami bersyukur atas hasil ini. Terpenting adalah keselamatan para pebalap dan tim di lapangan. Ini mengingat persaingan di trek sirkuit begitu kompetitif, mulai dari posisi yang side by side, bahkan sampai bersenggolan badan mobil dengan pebalap lain. Sekali lagi selamat atas keberhasilan pada putaran ini,” ujar Yagimin dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Senin (27/10/2025).
Sebagai informasi, tim GRT disponsori juga oleh Protera, PT Jaya Kreasi Indonesia (Llumar), Denso, TAF, ACC dan Asuransi Astra.
Krida Agya OMR putaran ke-3
Pada putaran ketiga Krida Agya OMR yang digelar Sabtu (25/10/2026), pebalap GRT, Romy Tahrizi (Seeded), sukses menjadi yang tercepat dengan catatan waktu 17 menit 7,403 detik setelah menuntaskan delapan putaran.
Romy yang memulai balapan dari posisi kedua di belakang H Doni Damara—yang juga merupakan pebalap dari tim yang sama—terus memberikan tekanan sejak awal lomba.
Pertarungan antara dua pebalap GRT ini berlangsung sengit hingga akhirnya Romy berhasil mengambil alih posisi terdepan dan finis sebagai juara pertama.
Sementara itu, pebalap GRT lainnya, Aris Harvenda (Seeded), berhasil finis di posisi ketiga. Torehan ini melengkapi dominasi tim GRT di podium Agya OMR putaran ketiga.
Sementara, Doni harus puas menempati posisi keempat. Di kelas Non-Seeded, H Teddy Darmansyah finis di posisi keenam secara keseluruhan dan kelima di kelasnya.
“Berhasil memulai balapan dari posisi kedua menjadi keuntungan tersendiri. Namun, itu belum cukup karena saya harus menjaga konsistensi saat memacu Agya racikan GR Garage Auto2000 di lintasan agar bisa melesat tanpa kendala hingga akhirnya finis di posisi pertama,” kata Romy.
Krida Agya OMR putaran ke-4
Pada hari berikutnya, Minggu, putaran keempat Krida Agya OMR kembali menghadirkan drama balapan yang tak kalah seru.
Berbeda dari putaran sebelumnya, kali ini Romy mendapat keuntungan dengan awalan dari posisi pole position. Sementara Doni berada di barisan belakangnya.
Sejak lampu hijau menyala hingga garis finis, Romy tampil konsisten dengan menjaga racing line secara presisi.
Ia berhasil mempertahankan posisinya di depan dan meninggalkan para pesaingnya. Doni pun menunjukkan performa stabil dan berhasil mengamankan posisi kedua, membuat dua posisi teratas kembali dikuasai oleh pebalap GRT.
Pertarungan menarik terjadi di barisan tengah. Aris Harvenda harus berjuang keras melawan dua pebalap dari tim lain dalam perebutan posisi ketiga.
Aksi saling salip, bahkan senggolan, tak terelakkan saat Aris berusaha mempertahankan posisinya.
Dengan perhitungan matang, Aris menerapkan berbagai teknik, seperti slipstream (memanfaatkan tekanan udara rendah di belakang mobil lawan) hingga late braking untuk mengambil momentum di tikungan.
Aksi mobil GR Garage Auto2000 Racing Team (GRT) di lintasan Krida Agya One Make Race (OMR) pada gelaran Mandalika Festival of Speed 2025. Tim GRT menunjukkan performa solid hingga sukses menguasai podium juara.Keputusan cepat dan strategi tepat membuat Aris akhirnya berhasil mengamankan posisi ketiga di kelas Seeded. Ini sekaligus memastikan dominasi GRT di podium Krida Agya OMR.
“Persaingan pada putaran keempat terasa sangat ketat. Banyak faktor yang menentukan hasil akhir, bukan hanya performa mesin dan teknik, tetapi juga konsistensi, kesabaran, dan ketenangan. Kesalahan kecil bisa berdampak besar pada hasil balapan. Terima kasih untuk tim teknisi dan rekan-rekan atas dukungannya sehingga kami bisa meraih hasil maksimal,” ujar Aris.
Teknisi unggul GRT
Di balik kemenangan dominan GRT, terdapat peran besar tim mekanik GR Garage Auto2000 yang memberikan dukungan teknis optimal.
Diskusi intens antara mekanik dan pebalap, baik di lintasan maupun di pit, diterjemahkan secara cepat dan presisi menjadi solusi yang tepat untuk menjaga performa mobil tetap maksimal.
Kegiatan itu menjadi bagian dari program pengembangan Auto2000 bagi para mekaniknya dalam menangani mobil berperforma tinggi di lintasan balap.
Pengalaman di sirkuit ini diharapkan dapat meningkatkan kompetensi mekanik agar mampu memberikan layanan terbaik bagi pelanggan AutoFamily di bengkel GR Garage Auto2000.
Manager Tim GRT sekaligus Head of GR Garage Auto2000 PIK Jakarta Antonius Irwan mengatakan, ajang balap ini bukan hanya menjadi laboratorium untuk mengasah keterampilan, tetapi juga pembuktian kualitas tim mekanik GR Garage Auto2000.
“Sebab, mereka dituntut untuk cepat memahami masukan dari pebalap dan memberikan solusi yang tepat. Hasilnya, performa Agya yang dipacu pebalap GRT mampu menunjukkan prestasi unggul di trek,” terang Antonius.