Advertorial

Jabar Jadi Provinsi Tertinggi Realisasi Belanja APBD, Capai 66,29 Persen

Kompas.com - 28/10/2025, 13:57 WIB

KOMPAS.com - Jawa Barat (Jabar) menjadi provinsi dengan realisasi belanja Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tertinggi di Indonesia, mencapai 66,29 persen per 17 Oktober 2025.

Adapun realisasi pendapatan daerah per Jumat (17/10/2025) berada di angka 73,34 persen.

Sekretaris Daerah (Sekda) Jabar Herman Suryatman mengatakan, tingginya penyerapan APBD menjadi bukti bahwa anggaran tidak diendapkan, tetapi diputar untuk membiayai pembangunan.

Menurut Herman, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar berupaya meningkatkan laju pertumbuhan ekonomi (LPE) Jabar agar masyarakat sejahtera.

Ada empat cara meningkatkan LPE, salah satunya dengan menyerap APBD secepatnya, seperti yang dilakukan Pemprov Jabar.

"Ini bukti kami bersungguh-sungguh mendorong kesejahteraan masyarakat supaya anggarannya tidak diendapkan, tetapi diputarkan untuk membiayai program pembangunan," ujar Herman dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Selasa (28/10/2025).

Selain menyerap APBD dengan cepat, cara kedua untuk meningkatkan LPE adalah dengan mendorong investasi.

Untuk diketahui, nilai investasi Jabar pada kuartal III 2025 tembus Rp 77,1 triliun.

"Dari Januari hingga September 2025 sudah menembus angka Rp 218,2 triliun, tertinggi di Indonesia," kata Herman.

Adapun cara ketiga untuk meningkatkan LPE yakni dengan mengupayakan agar tingkat konsumsi masyarakat naik. Hal ini diwujudkan dengan cara mengendalikan inflasi.

"Inflasi Jabar 2,19 persen yang artinya terkendali. Inflasi terkendali, Insyaallah harga-harga terjangkau sehingga daya beli masyarakat terjaga. Ujungnya tingkat konsumsi masyarakat besar," imbuhnya.

Cara keempat yang memengaruhi LPE adalah ekspor impor. Dikatakan Herman, nilai ekspor dari Jabar ke berbagai negara mancanegara mencapai 18 miliar dollar Amerika Serikat (AS) pada triwulan II 2025.

"Impor hanya 6 miliar dollar AS sehingga surplus 12 miliar dollar AS. Ini bukti bahwa Pemprov Jabar serius dalam melakukan pembangunan," kata Herman.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau