Advertorial

Lewat BPJS Kesehatan Menyapa, 126 Kepala Cabang Uji Pengalaman Peserta JKN di Rumah Sakit

Kompas.com - 28/10/2025, 19:39 WIB

KOMPAS.com – Ada yang berbeda dengan peringatan Sumpah Pemuda tahun ini di lingkungan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.

Lewat kegiatan BPJS Kesehatan Menyapa, tak kurang dari 126 Kepala Cabang BPJS Kesehatan di seluruh Indonesia turun langsung ke rumah sakit untuk mengamati dan merasakan sendiri pengalaman sebagai peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). 

Deputi Direksi Bidang Komunikasi Organisasi BPJS Kesehatan, M Iqbal Anas Ma’ruf menjelaskan bahwa dalam kegiatan tersebut, para Kepala Cabang datang ke fasilitas kesehatan tanpa menggunakan atribut atau identitas resmi organisasi, alias menyerupai peserta JKN yang hendak mengakses layanan kesehatan.

Menurutnya, real experience seperti itu penting untuk meningkatkan kepekaan pemimpin BPJS Kesehatan terhadap realita di lapangan.

“Untuk lokasinya, kami menyasar rumah sakit yang banyak dikunjungi peserta JKN di masing-masing daerah. Banyak hal-hal yang sering kali tidak terekam dalam laporan formal. Demikian halnya jika kami melakukan pemantauan dengan mengenakan atribut resmi BPJS Kesehatan. Harapannya lewat kegiatan ini, kami bisa memperoleh potret sejujur-jujurnya mengenai situasi pelayanan JKN di lapangan,” terang Iqbal, dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Selasa (28/10/2025).

Dalam kegiatan tersebut, Kepala Cabang bisa berperan sebagai pengamat biasa atau keluarga peserta, dan melakukan observasi di area pelayanan rumah sakit yang padat pengunjung. Misalnya, di loket pendaftaran, ruang tunggu, instalasi gawat darurat (IGD), apotek, dan ruang rawat.

Para Kepala Cabang juga diinstruksikan untuk tidak memperkenalkan diri ataupun jabatannya saat berinteraksi dengan sekitarnya selama menjalani kegiatan BPJS Kesehatan Menyapa.

“Identitas Kepala Cabang tersebut baru bisa diungkap jika kunjungannya sudah selesai. Ini adalah wujud komitmen kami supaya hasil pengamatan tersebut bisa berjalan senatural dan seobjektif mungkin, tanpa mengganggu layanan di fasilitas kesehatan,” tegas Iqbal.

Menurut Iqbal, pengalaman langsung yang diperoleh Kepala Cabang di rumah sakit diharapkan mampu menghasilkan refleksi maupun rekomendasi perbaikan untuk menyempurnakan kualitas layanan bagi peserta JKN di masa mendatang.

Ia juga menambahkan, mutu pelayanan tidak hanya diukur dari kecepatan dan ketepatan teknis, melainkan juga dari kualitas komunikasi yang diterima peserta JKN, khususnya saat mereka sedang berobat di fasilitas kesehatan.

“Ketika sedang sakit dan berobat di fasilitas kesehatan, yang diharapkan peserta bukan cuma pelayanan yang cepat, melainkan juga komunikasi yang baik dan perlakuan penuh empati. Kami optimistis, berbagai tantangan ataupun peluang yang kami temukan melalui kegiatan BPJS Kesehatan Menyapa ini, bisa menjadi bahan evaluasi yang baik demi mengoptimalkan mutu layanan bagi peserta JKN di fasilitas kesehatan,” kata Iqbal.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau