Advertorial

Resapi Ketenangan di Garrya Bianti Yogyakarta, Peraih One MICHELIN Key

Kompas.com - 29/10/2025, 14:29 WIB

KOMPAS.com – Di tengah dunia yang bergerak cepat dan penuh distraksi, kemewahan sejati kini tak lagi diukur dari banyaknya materi, tapi dari kemampuan untuk berhenti sejenak dan kembali mengenal diri sendiri.

Filosofi itulah yang dihadirkan Garrya Bianti, hotel bintang lima di tepian Sungai Denggung, Sleman, Yogyakarta, yang baru saja meraih One MICHELIN Key dari MICHELIN Guide 2025.

Mengusung konsep "holistic wellbeing" atau kesejahteraan yang menyeluruh. Garrya Bianti mengajak tamu untuk menemukan ketenangan dalam diri. Setiap sudut resor dirancang agar pengunjung bisa bernafas lebih dalam, mendengarkan suara hati, dan menikmati pengalaman menginap yang berpusat pada keseimbangan batin.

Desain Garrya Bianti terinspirasi dari filosofi budaya Jawa, perpaduan nilai kontemplatif Candi Sukuh dengan hangatnya nuansa terakota khas Kotagede. Meski kental dengan tradisi, elemen kontemporer tetap hadir dalam setiap detail arsitektur guna menciptakan suasana elegan nan alami.

Pagi hari di Garrya Bianti memberikan momen berkesan tersendiri. Tamu akan mendengar tenangnya suara aliran sungai dan desiran angin di antara pepohonan. Suasana ini cocok bila tamu mengikuti sesi yoga dan sound healing yang diiringi musik etnik di Riverside Deck.

Sesi yoga dan sound healing yang diiringi musik etnik di Riverside Deck. Dok. Garrya Bianti Sesi yoga dan sound healing yang diiringi musik etnik di Riverside Deck.

Sementara itu, bagi tamu yang ingin melakukan perawatan tubuh untuk menyeimbangkan tubuh dan pikiran, cobalah 8lements Spa. Perawatan spa di sini memadukan unsur alam dengan ritual Asia.

Soal kuliner, Chef Edy Rakhmat menghadirkan sajian berbahan lokal segar yang diolah menjadi menu bernutrisi. Di Kopi Zop, tamu dapat menikmati wellbeing drink atau kopi lokal seraya membaca dan menulis jurnal, aktivitas sederhana yang menjadi bagian dari refleksi diri.

Garrya Bianti juga mengajak tamu untuk keluar dari area resor dan menjelajahi kehidupan desa di sekitar Yogyakarta. Melalui tur sepeda menuju kawasan Nanggulan, sekitar 30 menit dari hotel, wisatawan bisa berinteraksi langsung dengan masyarakat lokal.

Beberapa kegiatan yang ditawarkan di antaranya adalah belajar membuat tempe bersama Mbah Yem, mencicipi jamu tradisional racikan Mbak Indah, hingga menyaksikan pembuatan keris di rumah Ki Empu Sungkowo Harumbrojo.

Aktivitas tersebut menjadi wujud nyata komitmen Garrya Bianti terhadap keberlanjutan budaya dan lingkungan.

“Lebih dari sekadar destinasi, Garrya Bianti menawarkan cara hidup yang selaras dengan alam, lingkungan, dan masyarakat,” ujar General Manager Garrya Bianti Ridwan Heriyadi dalam rilis yang diterima Kompas.com, Selasa (28/10/2025).

Dengan penghargaan One MICHELIN Key yang baru diraih, Garrya Bianti menegaskan posisinya sebagai salah satu destinasi penginapan terbaik di Yogyakarta.

Bagi wisatawan yang ingin beristirahat dari hiruk pikuk kehidupan kota, hotel ini menawarkan pengalaman berharga untuk melambat, menenangkan diri, dan menemukan makna kemewahan yang sesungguhnya.

Informasi lebih lanjut mengenai Garrya Bianti, bisa mengunjungi laman www.garrrya.com/en/destinations/yogyakarta

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau