Advertorial

Rayakan Sumpah Pemuda, PNM Dukung Pendidikan Inklusif Lewat Beasiswa untuk Difabel

Kompas.com - 29/10/2025, 20:50 WIB

KOMPAS.com — Dalam menyambut hari Sumpah Pemuda, PT Permodalan Nasional Madani (PNM) bekerja sama dengan INDISI menghadirkan kesempatan setara bagi penyandang disabilitas melalui program PNM Peduli.

Lewat program itu, PNM memberikan beasiswa belajar Bahasa Inggris selama satu tahun penuh kepada 100 siswa dan pengajar penyandang disabilitas cerebral palsy di Sekolah Luar Biasa Tuna Daksa (SLBD) D1 Yayasan Peduli Anak Cacat (YPAC) Jakarta serta SLBN 01 Jakarta.

Program beasiswa tersebut menggunakan pendekatan blended learning yang inklusif karena menggabungkan pembelajaran daring melalui aplikasi BAHASO dan kelas tatap muka yang dilaksanakan setiap hari.

Melalui metode itu, peserta diharapkan tidak hanya dapat meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris, tetapi juga memperluas wawasan global serta menumbuhkan rasa percaya diri dalam berkomunikasi.

Sebagai informasi, cerebral palsy merupakan gangguan perkembangan gerak dan postur tubuh pada seseorang akibat kelainan pada otak yang terjadi sejak dini.

Kondisi tersebut sering kali memengaruhi kemampuan motorik dan komunikasi penderitanya.

Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2023, di Jakarta terdapat lebih dari 4.000 anak dengan kondisi cerebral palsy yang memerlukan dukungan pendidikan inklusif serta akses pembelajaran yang adaptif.

Melihat kondisi tersebut, langkah PNM dan INDISI diharapkan dapat menjadi wujud nyata dalam memperluas kesempatan belajar bagi semua kalangan, termasuk anak-anak dengan kebutuhan khusus.

Kepala Sekolah SLB-D1 YPAC Jakarta Ai Ucu Rosida mengatakan, pihaknya sangat bersyukur atas kerja sama PNM yang telah memberikan ruang belajar dan kesempatan berharga bagi anak-anak di sekolahnya.

“Program ini menjadi bukti bahwa setiap anak berhak mendapatkan akses pendidikan yang berkualitas dan bermakna agar memiliki harapan yang setara” ujar Rosida dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Rabu (29/10/2025).

Menanggapi hal tersebut, Direktur Utama PT PNM Arief Mulyadi mengaku percaya jika setiap manusia punya potensi besar dan hanya perlu diberi kesempatan setara untuk tumbuh.

Menurutnya, pemuda dengan cerebral palsy adalah bagian dari masa depan bangsa yang tak boleh dipandang sebelah mata, terlebih di momen Sumpah Pemuda.

“Kami belajar banyak dari mereka tentang keteguhan, semangat, dan tak pernah menyerah untuk terus menjadi inspirasi bagi jutaan pemuda lainnya di Indonesia,” kata Arief.

Bagi PNM, tambah Arief, pemberdayaan disabilitas bukan sekadar kegiatan sosial, melainkan bagian dari komitmen nyata untuk menciptakan masyarakat yang inklusif dan berdaya.

“PNM ingin memastikan bahwa setiap individu memiliki kesempatan untuk berkembang sesuai potensinya,” terangnya

Kegiatan bantuan juga menjadi bagian dari upaya PNM dalam memperluas makna pemberdayaan.

Selama ini, pemberdayaan identik dengan sektor ekonomi, tapi melalui program ini, PNM menghadirkannya pula di bidang pendidikan bagi penyandang disabilitas.

Inisiatif serupa sebelumnya telah diterapkan di sejumlah kota, antara lain Semarang, Tegal, Yogyakarta, Makassar, Purwokerto, Denpasar, Pontianak, Bandung, Balikpapan, Bekasi, Surabaya, Jambi, dan Jember.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau