Advertorial

KDM: Guru Harus Humanis tapi Tegas, Saya Akan Lindungi Selama Tujuannya Mendidik

Kompas.com - 29/10/2025, 20:58 WIB

KOMPAS.com - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyerahkan sebanyak 641 Surat Keputusan (SK) Pengangkatan dan Mutasi Kepala Sekolah di Gedung Sate, Kota Bandung, Rabu (29/10/2025).

Dalam sambutannya, KDM—sapaan karib Dedi—menyampaikan sejumlah pesan kepada para kepala sekolah yang hadir dari berbagai daerah di Jabar.

Ia meminta para pendidik untuk bersikap humanis, tetapi tetap tegas terhadap peserta didik. Menurutnya, selama tindakan guru tidak mencelakai siswa dan bertujuan mendidik, maka hal tersebut dibenarkan.

"Saya pasti akan melindungi kepala sekolah dan guru selama tidak ada perilaku yang mencelakai siswa, dan tujuannya untuk mendidik. Kebenaran harus dimajukan. Kami juga telah menyiapkan pengacara melalui program bantuan hukum," jelasnya dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Rabu (29/10/2025).

KDM mengingatkan agar guru dan kepala sekolah memiliki kedekatan emosional dengan murid, serta membuat catatan aktivitas siswa setiap hari.Dok Diskominfo Jabar KDM mengingatkan agar guru dan kepala sekolah memiliki kedekatan emosional dengan murid, serta membuat catatan aktivitas siswa setiap hari.

KDM juga menekankan pentingnya kebiasaan berjalan kaki ke sekolah bagi siswa. Ia menilai kebiasaan itu baik untuk menjaga fisik dan postur tubuh siswa, sebagaimana yang diterapkan di Jepang dan Singapura. Dengan demikian, lingkungan sekolah akan lebih tertib tanpa parkir motor siswa.

"Satu kilometer menjelang gerbang sekolah akan dibangun trotoar yang layak untuk berjalan kaki. Juga akan disediakan tempat air minum yang airnya siap diminum," kata KDM

Selain itu, KDM mengingatkan agar guru dan kepala sekolah memiliki kedekatan emosional dengan murid, serta membuat catatan aktivitas siswa setiap hari. Dengan begitu, jika ada gejala perilaku menyimpang, dapat segera diantisipasi sebelum terlambat.

Ia juga meminta agar sekolah mengawasi kegiatan siswa di luar sekolah, terutama yang berpotensi terlibat dalam organisasi atau kelompok dengan indikasi kriminal. Jika perlu, dibuat pakta integritas antara sekolah, siswa, dan orang tua.

"Pendidik harus berpikir out of the box," tegasnya.

Dalam kesempatan itu, KDM juga menyampaikan rencana pembangunan 50 ruang kelas baru di Jawa Barat. Ia berharap, penambahan ruang tersebut dapat mengurangi kepadatan jumlah siswa yang kini mencapai lebih dari 40 orang per kelas.

"Saya ingin pendidikan di Jabar semakin maju. Ruang kelas dan ruang kepala sekolah harus lebih bagus dibandingkan ruangan di Dinas Pendidikan Jabar," tuturnya.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau