Advertorial

KDM Dorong Kabupaten dan Kota Punya Kampung Budaya yang Jadi Idola Turis

Kompas.com - 30/10/2025, 11:47 WIB



KOMPAS.com -
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi meminta setiap kabupaten dan kota di Jawa Barat (Jabar) memiliki kampung budaya dengan ciri khas khusus dan berbasis kearifan lokal.

Hal itu disampaikan KDM, sapaan akrab Dedi Mulyadi, dalam Pagelaran Budaya Mapag Pajajaran Anyar, Medal Gapura Ekosistem Budaya Kasumedangan yang berlangsung di Pendopo PPS dan Gedung Negara, Kabupaten Sumedang, Rabu (29/10/2025) malam.

"Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar siap membantu kabupaten/kota untuk membangun satu kawasan kampung dengan ciri khas masing-masing daerah. Contohnya, disini dibangun Kampung Kasumedangan dengan 100 hingga 200 rumah di dalamnya, dibangun dengan karakter Sumedang Larang," ujar KDM dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Kamis (30/10/2025).

Nantinya, masyarakat di kampung tersebut, termasuk anak-anak, akan diberikan pelatihan mengelola wisata, kuliner, dan kerajinan. Masyarakat juga akan dilatih mengelola alam dan lingkungan. Dengan begitu, kampung itu akan menjelma sebagai kampung wisata dengan karakter lokal.

"Saya sudah berhasil bangun (kampong budaya) di Purwakarta, nanti di Majalengka, Cirebon dan lainnya. Pemprov Jabar siap membantu sehingga nanti akan ada 27 kampung wisata yang bakal menjadi idolanya para turis kalau berkunjung ke Jabar," tuturnya.

Menurut KDM, khusus untuk Sumedang, atraksi yang menarik turis, yaitu pembuatan tahu Sumedang dan ubi cilembu. Ia sudah merancang desain khusus kios tahu Sumedang sehingga tampil menarik dan tidak terkesan kumuh. Wisatawan pun dapat melihat proses pembuatan tahu sumedang atau ubi cilembu di kios itu.

Gubernur Jawa Braat Dedi Mulyadi bersama Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait.Dok Diskominfo Jabar Gubernur Jawa Braat Dedi Mulyadi bersama Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait.


"Bangunannya harus bagus, bahan bakunya terbaik, produknya terstandarisasi sehingga akan tercipta merek tahu Sumedang yang menarik. Nanti (konsepnya) bisa seperti makanan cepat saji, franchise ada di mana-mana," tambahnya.

Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir mengatakan agenda tersebut sebagai momentum strategis dalam memperkuat citra Sumedang sebagai pusat budaya Sunda dan pariwisata nasional. Ia berharap, citra yang kuat dapat mempermudah investasi.

Selain seni budaya, dalam acara Medal Gapura Ekosistem Budaya Kasumedangan juga diluncurkan Platform Sumedang Investment Experience (SIX) sekaligus Sosialisasi Kredit Program Perumahan.

"SIX adalah upaya kami dalam mempermudah investasi. Jika investasi masuk cepat, maka lapangan kerja juga akan cepat tersedia dan pertumbuhan ekonomi menjadi bagus," ujarnya.

Terkait perumahan, setiap desa di Sumedang memiliki program untuk memperbaiki sedikitnya lima rumah tidak layak huni dengan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes).

Jika ada 270 desa, maka akan ada 1.350 rumah yang diperbaiki. Jumlah itu akan semakin banyak jika ditambah dengan APBD Kabupaten dan Provinsi Jabar serta bantuan dari pusat dan pihak swasta.

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait mengajak pengusaha perumahan, toko bangunan dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) mendukung program pembangunan tiga juta rumah yang dicanangkan Presiden RI Prabowo.

"Khusus untuk program KUR Perumahan, pemerintah siapkan insentif buat pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) sampai toko bangunan dan untuk pengembang diberikan subsidi sebesar lima persen," tuturnya.

Acara Pagelaran Budaya Mapag Pajajaran Anyar, Medal Gapura Ekosistem Budaya Kasumedangan dihadiri Menteri PKP Maruarar Sirait, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Sekda Jabar Herman Suryatman, Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir dan diikuti oleh ratusan pengembang, kontraktor, pelaku UMKM, serta masyarakat sekitar lokasi.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau