KOMPAS.com - Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Barat (Jabar) Erwan Setiawan memberikan apresiasi positif terhadap program pemilihan Duta Anti Narkoba yang diinisiasi oleh komunitas Kader Inti Pemuda Anti Narkoba (KIPAN) Jabar.
Ia berharap, kegiatan tersebut dapat menyelamatkan generasi muda dari ancaman yang menghancurkan masa depan bangsa, yakni penyalahgunaan narkoba.
Menurut Erwan, seperempat populasi masyarakat Jabar adalah generasi muda dengan jumlah mencapai 20 juta orang.
Mereka adalah energi masa depan yang harus dijaga, diarahkan, dan diberdayakan agar tumbuh menjadi pemimpin yang sehat, cerdas, serta berkarakter.
"Kegiatan seperti ini tidak sekadar seremonial, tetapi menjadi manifestasi dari perjuangan kultural. Kita membangun budaya antinarkoba tidak hanya melalui larangan, tapi lewat keteladanan, edukasi, dan gerakan sosial," ujar Erwan dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Jumat (31/10/2025).
Erwan menambahkan, para Duta Anti Narkoba merupakan agen perubahan serta wajah dari generasi muda Jabar yang berani menolak narkoba dan memilih masa depan.
"Menjadi duta bukan tentang selempang atau piala, melainkan komitmen untuk terus menebar pengaruh positif di sekolah, kampus, komunitas, dan media sosial," terangnya.
Tak sampai di situ, Erwan juga meminta seluruh anak muda di Jabar untuk terus membangun gerakan kecil yang berdampak besar.
Ia ingin setiap pemuda untuk mengajak temannya untuk hidup sehat, produktif, dan kreatif. Kemudian, menggunakan teknologi untuk menyebarkan nilai-nilai kebaikan.
"Kita tidak hanya melawan narkoba secara fisik, tapi juga melawan mentalitas apatis dan budaya permisif yang membuat generasi muda mudah menyerah pada godaan hidup instan," jelas Erwan.
Pemerintah Provinsi Jabar berkomitmen untuk terus berkolaborasi dengan Badan Narkotika Nasional (BNN), KIPAN, dan seluruh elemen masyarakat dalam mewujudkan Jabar Bersinar yang bebas narkoba, berkarakter kuat, dan berdaya saing tinggi.
Pemberantasan narkoba bukan hanya tanggung jawab aparat, melainkan seluruh masyarakat, mulai dari keluarga, sekolah, pemerintah, dan media.