Kabar imipas

Menteri Imipas Tinjau Program Jawara Beton di Lapas Tangerang, Dukung Pemberdayaan Warga Binaan

Kompas.com - 03/11/2025, 13:10 WIB

KOMPAS.com - Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) Agus Andrianto meninjau Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Tangerang, Banten, Senin (3/11/2025), untuk melihat langsung pelaksanaan program pembinaan produktif Jawara Beton.

Program hasil kolaborasi antara Lapas Kelas I Tangerang, PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Indonesia, dan PT Semen Merah Putih itu berfokus pada pemberdayaan warga binaan melalui kegiatan industri ramah lingkungan.

Agus mengapresiasi kerja sama tersebut dan menilai bahwa program Jawara Beton selaras dengan semangat “Kemakmuran untuk Semua” yang menjadi salah satu agenda prioritas Presiden Prabowo Subianto.

"Program ini menjadi contoh konkret bagaimana pembinaan di lapas memberikan banyak manfaat, yaitu mendukung pengelolaan lingkungan berkelanjutan, menciptakan lapangan kerja, dan memberdayakan warga binaan agar memiliki keterampilan produktif," ujar Agus dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Senin (3/11/2025).

Direktur Jenderal Pemasyarakatan Mashudi menambahkan, keterlibatan warga binaan dalam produksi beton menjadi bagian dari pembinaan kemandirian dan pemberdayaan ekonomi.

Menurutnya, warga binaan tidak sekadar menjalani masa pidana, tetapi juga mengikuti pelatihan pembuatan paving block dan produk turunan beton lainnya.

“Atas hasil kerja mereka, para warga binaan turut memperoleh premi sebagai bentuk penghargaan atas kontribusi dan kinerja yang diberikan," kata Mashudi.

Sementara itu, Kepala Lapas (Kalapas) Kelas I Tangerang, Beni Hidayat, berkomitmen senantiasa mengembangkan program pembinaan yang berdampak nyata bagi peningkatan keterampilan dan kesejahteraan warga binaan.

Ia berharap, dukungan PT Semen Merah Putih dalam program pembinaan tersebut dapat meningkatkan kualitas dan kapasitas produksi paving block.

“Program Jawara Beton menjadi sarana pembinaan yang tidak hanya melatih keterampilan teknis, tetapi juga menanamkan nilai kerja keras dan kemandirian bagi warga binaan," ujarnya.

Untuk diketahui, produk Jawara Beton mengembangkan pemanfaatan limbah fly ash and bottom ash (FABA) sebagai bahan utama pembuatan paving block dan berbagai produk turunan beton.

Melalui inovasi dan sinergi lintas sektor, produk tersebut diharapkan dapat terus berkembang. Tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan lokal, tetapi juga memiliki daya saing nasional sebagai produk ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau