Kabar imipas

Setahun Kerja Nyata, Kemenimipas Catat Tinta Emas Ketahanan Pangan Nasional

Kompas.com - 03/11/2025, 14:35 WIB

KOMPAS.com – Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) turut berkontribusi dalam memperkuat ketahanan pangan nasional, khususnya melalui berbagai program yang dijalankan di lembaga pemasyarakatan (lapas).

Ketahanan pangan merupakan salah satu penjabaran Asta Cita Presiden yang dituangkan dalam 13 Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan.

Di bawah kepemimpinan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto, Kemenimipas mencatatkan hasil signifikan dalam berbagai program ketahanan pangan sepanjang satu tahun kerja nyata.

Capaian tersebut disampaikan Menteri Agus dalam video bertajuk “Menteri Imipas RI Setahun: Bergerak, Berdampak” yang diunggah di akun media sosial miliknya dan Kemenimipas, Senin (20/10/2025).

“Pembinaan warga binaan kini berfokus pada dampak sosial dan ekonomi nyata. Pulau Nusakambangan telah bertransformasi menjadi kawasan ketahanan pangan terpadu. Kawasan ini menjadi tempat pemberdayaan warga binaan dalam bidang pertanian, peternakan, perikanan, serta industri produktif lain,” ujar Menteri Agus.

Sejalan dengan visi ketahanan pangan Presiden Prabowo Subianto, Kemenimipas mengimplementasikan kebijakan tersebut melalui berbagai kegiatan produktif di seluruh lapas di Indonesia.

Hasilnya, Kemenimipas mencatat panen padi sebanyak 159.398 kg dan jagung sebesar 229.660 kg serta produksi kacang-kacangan, sorgum, dan umbi-umbian di lahan seluas 328,43 ha.

Pada sektor perkebunan yang meliputi kelapa, kelapa sawit, dan lada, Kemenimipas mencatat hasil panen sebesar 36.520 kg dari lahan seluas 45,84 ha. Di bidang hortikultura, melalui pemanfaatan lahan seluas 94 ha, panen mencapai 289.631 kg.

Kinerja positif juga terlihat di bidang peternakan dengan pembiakan sapi sebanyak 380 ekor, domba 1.165 ekor, ayam pedaging 32.950 ekor, dan ayam petelur 13.737 ekor. Di sektor perikanan, Kemenimipas membudidayakan 674.718 bibit ikan dan 9.035.000 bibit udang vaname.

Sejak berdiri, Kemenimipas telah melibatkan 10.892 warga binaan dalam kegiatan ketahanan pangan di berbagai lapas.

Sebagai bentuk apresiasi, Direktorat Jenderal Pemasyarakatan memberikan premi sebesar Rp 700.153.577 kepada warga binaan yang aktif berkontribusi. Angka ini tidak hanya menunjukkan pencapaian finansial, tetapi juga keberhasilan dalam menumbuhkan etos kerja, rasa tanggung jawab, dan kemandirian mereka.

“Apresiasi berupa premi dan remisi hanyalah sebagian manfaat yang berdampak langsung bagi mereka. Mengembalikan rasa aman masyarakat dan menghapus stigma negatif terhadap warga binaan adalah tujuan utamanya,” ucap Menteri Agus.

Melalui kegiatan di bidang pertanian, perkebunan, hortikultura, peternakan, dan perikanan, lapas tidak hanya memperkuat ketahanan pangan nasional, tetapi juga menjalankan fungsi rehabilitasi sosial dan ekonomi bagi warga binaan.

Lapas produktif kini menjadi simbol perubahan bahwa lembaga ini tidak lagi hanya berfungsi sebagai tempat pembinaan, tetapi juga pusat produksi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan negara.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau