Advertorial

BNI Dorong Filantropi Pendidikan Digital lewat Dana Abadi ITS

Kompas.com - 03/11/2025, 16:29 WIB

KOMPAS.com – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI bersama Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) memperluas makna sport tourism melalui peluncuran program Dana Abadi ITS pada Minggu (2/11/2025). Program ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan wondr Surabaya ITS Run 2025.

Inisiatif tersebut tidak hanya mengajak masyarakat berolahraga, tetapi juga berkontribusi langsung bagi keberlanjutan pendidikan tinggi di Indonesia melalui donasi digital.

Direktur Kelembagaan BNI Eko Setyo Nugroho menjelaskan, program Dana Abadi ITS merupakan bentuk komitmen nyata perseroan dalam mengembangkan filantropi pendidikan secara berkelanjutan.

"Melalui wondr by BNI, kami menghadirkan fitur donasi Dana Abadi ITS agar alumnus dan masyarakat dapat berkontribusi langsung dari genggaman tangan," ujarnya dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Senin (3/11/2025).

Eko menambahkan, kolaborasi tersebut diharapkan dapat mempererat hubungan BNI dan ITS serta memperluas dampak sosial ekonomi bagi dunia pendidikan Indonesia.

Keberadaan Dana Abadi ITS juga sejalan dengan visi BNI untuk mendorong keberlanjutan pendidikan tinggi dan mencetak sumber daya manusia (SDM) unggul Indonesia.

Dana tersebut telah memberikan manfaat bagi ribuan mahasiswa serta sekaligus mendukung peningkatan kualitas riset, pengajaran, dan fasilitas kampus.

"BNI berkomitmen menjadi bagian dari perjalanan ITS dalam membangun masa depan pendidikan yang inklusif dan berdampak luas. Kami percaya bahwa setiap langkah kecil, termasuk donasi digital, dapat melahirkan perubahan besar bagi generasi penerus bangsa," tegas Eko.

Dana Abadi ITS merupakan program berkelanjutan yang dikelola ITS untuk menjamin keberlangsungan kegiatan akademis dan pemberian beasiswa, baik bagi mahasiswa berprestasi maupun yang membutuhkan.

Melalui inisiatif itu, ITS mengajak alumnus, mitra industri, dan masyarakat luas untuk berperan aktif dalam pembangunan pendidikan tinggi di Tanah Air.

Rektor ITS Prof Bambang Pramujati menjelaskan bahwa nilai pokok Dana Abadi ITS tidak akan pernah berkurang karena yang digunakan adalah hasil pengelolaan investasinya.

Hingga saat ini, program tersebut telah membantu hampir 2.000 mahasiswa dalam bentuk beasiswa, bantuan Uang Kuliah Tunggal (UKT), dan dukungan lain.

Dana Abadi ITS, imbuhnya, merupakan bentuk komitmen ITS dalam membangun keberlanjutan pendidikan tinggi yang mandiri dan inklusif.

“Kami berterima kasih kepada BNI yang tidak hanya hadir sebagai mitra keuangan, tetapi juga menjembatani masyarakat untuk berdonasi secara mudah melalui wondr by BNI. Ini menjadi amal jariah yang manfaatnya akan terus mengalir selama ITS berdiri,” ujar Bambang.

Wakil Rektor II ITS dan Sekretaris Umum Ikatan Alumni (IKA) ITS Pengurus Wilayah Jawa Timur Machsus menilai, peluncuran Dana Abadi ITS merupakan bukti bahwa olahraga, filantropi, dan inovasi dapat berjalan beriringan dalam mendukung keberlanjutan pendidikan tinggi.

"Setiap langkah lari hari ini bukan hanya untuk kesehatan tubuh, melainkan juga untuk keberlanjutan ilmu pengetahuan," ungkap Machsus.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau