Advertorial

Sambut Duta Besar Malaysia untuk Indonesia, Wali Kota Bogor Bahas Perdagangan dan Pendidikan

Kompas.com - 04/11/2025, 09:12 WIB

KOMPAS.com — Wali Kota Bogor Dedie A Rachim menyambut kunjungan kehormatan Duta Besar Malaysia untuk Indonesia, Dato’ Syed Mohamad Hasrin Tengku Hussin, bersama jajaran Kedutaan Besar Malaysia di Balai Kota Bogor, Paseban Suradipati, Senin (3/11/2025).

Dedie Rachim menyampaikan bahwa kunjungan tersebut menjadi kesempatan strategis untuk mempererat hubungan bilateral antara Negeri Jiran dan Kota Bogor di berbagai sektor, mulai dari pemerintahan, pendidikan, kesehatan, hingga perdagangan.

Ia menekankan bahwa hubungan baik yang sudah terjalin selama ini perlu terus ditingkatkan melalui kolaborasi nyata yang bermanfaat untuk masyarakat di kedua wilayah.

“Alhamdulillah, kami menerima kunjungan Duta Besar Kerajaan Malaysia untuk Republik Indonesia beserta seluruh jajaran dalam rangka beberapa kegiatan yang terkait dengan pemerintahan dan pendidikan. Kami membahas berbagai hal, seperti pendidikan, kesehatan, hingga persoalan sosial,” ujar Dedie dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Selasa (4/11/2025).

Dedie juga menyoroti bahwa Kota Bogor dan Malaysia memiliki potensi kerja sama yang semakin luas, terutama dengan keberadaan mahasiswa Indonesia di Malaysia yang menjadi salah satu wujud hubungan erat kedua negara di bidang pendidikan.

Selain itu, ia juga memaparkan berbagai peluang kolaborasi yang dapat dikembangkan antara Malaysia dan Kota Bogor, terutama dalam sektor perdagangan dan ketahanan pangan.

Dedie menilai, inisiatif seperti program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang sedang dijalankan pemerintah Indonesia dapat menjadi salah satu ruang kerja sama yang potensial.

“Kami menawarkan beberapa kesempatan yang mungkin bisa diambil oleh Malaysia untuk memperkuat perdagangan antara dua negara, termasuk dukungan untuk pemenuhan kebutuhan pangan, seperti susu, sayur, buah, telur, hingga peralatan dapur dan standar higienitas yang diperlukan dalam program MBG,” jelasnya.

Selain itu, Dedie Rachim juga menekankan pentingnya mempererat hubungan antarmasyarakat, terutama generasi muda, agar semangat persaudaraan antara dua negara serumpun dapat terus terjaga.

“Kami ingin memperkuat hubungan antara dua bangsa ini agar semakin erat dan saling mengenal budaya masing-masing, terutama di kalangan generasi muda. Harapannya, hubungan yang baik ini dapat menjaga kondisi regional yang damai dan kondusif sesuai dengan harapan bersama,” tuturnya.

Sementara itu, Duta Besar Malaysia untuk Indonesia Dato’ Syed Mohamad Hasrin Tengku Hussin menyampaikan bahwa kunjungan tersebut merupakan bentuk silaturahmi sekaligus langkah awal untuk memperluas kerja sama dengan Pemkot Bogor.

“Tujuan kunjungan kami utamanya adalah bersilaturahmi dan mencari peluang untuk mengukuhkan lagi hubungan kerja sama antara Malaysia dan Indonesia, khususnya dengan Kota Bogor,” ujarnya.

Dato’ Syed Mohamad Hasrin juga menyampaikan ada sekitar 142 pelajar Malaysia yang belajar di Bogor, terutamanya di Universitas IPB.

Ia menambahkan bahwa dari 2,3 juta wisatawan Malaysia yang berkunjung ke Indonesia, banyak pula yang berkunjung ke Bogor untuk melihat tempat ikonik di Kota Bogor.

“Kota Bogor ini juga sering dikunjungi wisatawan Malaysia karena memiliki banyak tempat ikonik, seperti Kebun Raya Bogor dan kulinernya yang khas,” katanya.

Ia mengatakan, pihaknya berharap agar kerja sama antara Kedutaan Besar Malaysia di Jakarta dan Pemkot Bogor dapat terus ditingkatkan di berbagai sektor.

“Kami berharap kunjungan ini bisa mengukuhkan lagi lebih banyak peluang kerja sama, baik di bidang pendidikan, pariwisata, maupun ekonomi. Sudah ada investasi Malaysia di Kota Bogor, dan kami optimistis ke depan kerja sama ini bisa semakin berkembang,” ujarnya.

Sebagai informasi, setelah agenda penerimaan resmi di Balai Kota Bogor, Dedie mengajak Duta Besar Malaysia beserta jajarannya untuk mengunjungi Kebun Raya Bogor dan melihat Museum Zoologi.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau