KOMPAS.com - Universitas Borneo Lestari sukses menyelenggarakan Program Kosabangsa yang berjudul “Transformasi Sistemik Pakan Ternak untuk Mendukung Kemandirian KWT dan Posyandu di Desa Sungkai Baru Kabupaten Banjar melalui Integrasi Layanan Primer” yang dilangsungkan sepanjang Oktober.
Program pemberdayaan masyarakat tersebut melibatkan dua mitra utama, yakni Kelompok Wanita Tani (KWT) Sumber Rezeki dan Posyandu Asoka. Kegiatan ini mengusung tema “Integrasi Inovasi Teknologi untuk Ketahanan Pangan dan Kesehatan Masyarakat Desa Sungkai Baru.”
Rangkaian kegiatan diawali dengan sosialisasi program yang berisi pemaparan rencana, inti, dan tujuan program ini kepada kedua mitra, yang dihadiri oleh perangkat desa, kader Posyandu, serta anggota KWT.
Untuk mitra pertama, KWT Sumber Rezeki, difokuskan pada pelatihan peningkatan produktivitas peternakan dan pertanian melalui penerapan teknologi pakan alternatif berbasis keong rawa dan bioteknologi tanah.
Pelatihan tersebut diikuti 20 orang anggota KWT dengan didampingi langsung oleh tim ahli dari bidang peternakan dan pertanian. Salah satu kegiatannya adalah pelatihan pembuatan silase keong rawa sebagai pakan hemat dan bergizi tinggi bagi ayam pedaging, yang terbukti menurunkan nilai Feed Conversion Ratio (FCR) hingga di bawah 1,7.
Selain peningkatan produksi, KWT juga mendapatkan pelatihan pengemasan dan
pemasaran digital untuk memperluas jangkauan pasar hasil produksi mereka, mulai dari pelatihan penggunaan vacuum sealer, mendesain kemasan dengan label khusus, serta memasarkan produk melalui media sosial dan toko daring lokal.
Melalui pelatihan tersebut, KWT diharapkan dapat meningkatkan nilai jual produk sekaligus
memperkuat kemandirian ekonomi keluarga petani dan peternak desa.
Sementara itu, mitra kedua. yaitu Posyandu Asoka, memperoleh pendampingan dalam
pengembangan layanan kesehatan berbasis siklus hidup (Integrasi Layanan Primer/ILP).
Pelatihan yang diikuti oleh 25 kader posyandu tersebut mencakup pencatatan digital untuk gizi, pemantauan pertumbuhan balita, hingga edukasi kesehatan bagi remaja, ibu hamil, dan lansia. Kegiatan ini juga memperkenalkan modul ILP dan buku menu PMT berbasis pangan lokal, hasil riset dan inovasi dosen Universitas Borneo Lestari.
Pada sesi praktik, para peserta belajar mengolah berbagai produk PMT inovatif berbasis bahan pangan lokal yang diformulasikan untuk memenuhi kebutuhan gizi kelompok sasaran, terutama balita dan ibu hamil.
Bahan yang digunakan merupakan hasil panen KWT yang diolah menjadi berbagai menu variatif agar dapat meningkatkan pemanfaatan hasil pertanian dan peternakan lokal dalam kegiatan Posyandu. Beberapa menu yang dihasilkan ada mi bayam, nugget ayam bayam, abon ayam, kroket tahu, dan kroket tempe.
Pelaksanaan Program Kosabangsa bersama Posyandu Asoka di Desa Sungkai Baru, Kabupaten Banjar, Provinsi Kalimantan Selatan.Kolaborasi antara KWT dan Posyandu ini menjadi bukti sinergi sektor pangan dan kesehatan di tingkat desa, menghadirkan model One Village, One System of Nutrition and Health yang mengintegrasikan produksi pangan, inovasi olahan, dan layanan kesehatan masyarakat.
Kegiatan puncak ditandai dengan penyerahan aset kepada Pemerintah Desa Sungkai Baru, meliputi peralatan produksi dan pengemasan untuk KWT, serta alat antropometri, perlengkapan PMT, dan modul ILP untuk Posyandu Asoka.
Kepala Desa Sungkai Baru mengapresiasi Universitas Borneo Lestari atas kontribusinya dalam mengembangkan potensi desa berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi, yang dinilai mampu meningkatkan ekonomi keluarga sekaligus memperkuat layanan kesehatan masyarakat.
“Program ini sangat bermanfaat, karena tidak hanya meningkatkan perekonomian keluarga, tetapi juga memperkuat layanan kesehatan masyarakat desa kami,” ujarnya dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Senin (3/11/2025).
Kegiatan juga dihadiri aparat desa, puskesmas, serta Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar yang menyambut baik kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat. Mereka menilai, program tersebut sebagai model pemberdayaan berkelanjutan yang dapat direplikasi di desa lain di Kalimantan Selatan.
Program Kosabangsa di Desa Sungkai Baru ditutup dengan evaluasi bersama seluruh pihak terlibat, yang menunjukkan peningkatan signifikan dalam kapasitas produksi, manajemen usaha, dan layanan kesehatan. Hasilnya menjadi langkah awal menuju desa mandiri, sehat, dan tangguh berbasis potensi lokal.
Kegiatan ini terlaksana atas dasar Nomor Kontrak Induk: 235/C3/DT.05.00/PM-
KOSABANGSA/2025 dan Nomor Kontrak LLDIKTI: 167/LL11/KM/2025.
Tim pelaksana mengucapkan terima kasih kepada Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM), LLDIKTI Wilayah XI, serta Pemerintah Desa Sungkai Baru atas dukungan penuh dalam terlaksananya program tersebut.