Advertorial

Bupati Egi Promosikan Potensi Lampung Selatan di Belanda

Kompas.com - 05/11/2025, 14:35 WIB

KOMPAS.com – Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama melakukan kunjungan kerja ke Belanda selama enam hari, Rabu (29/10/2025) hingga Senin (3/11/2025).

Agenda ini merupakan salah satu upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan untuk memperluas pasar produk unggulan serta menggaungkan pariwisata Lampung Selatan di kancah internasional.

Kunjungan tersebut juga menjadi momentum bagi Lampung Selatan yang dipercaya mewakili Indonesia pada ajang “The Magnificence Discovering of Indonesia” di Utrecht, Belanda, Kamis (30/10/2025) hingga Minggu (2/11/2025).

Acara itu mempertemukan pelaku ekonomi kreatif, investor, hingga promotor pariwisata dari berbagai negara.

Bidik pasar Eropa

Agenda dimulai dengan kunjungan ke Indonesia House Amsterdam, pusat promosi ekonomi dan budaya Indonesia di Belanda. Di sana, Bupati Egi membahas peluang kerja sama dan promosi produk lokal Lampung Selatan agar dapat memasuki pasar Eropa.

Selain itu, ia juga menyambangi Ambonia dan Nesia BV, perusahaan impor rempah serta produk makanan dan minuman asal Indonesia yang berbasis di Belanda.

Bertemu dengan sejumlah pihak selama di Belanda, Bupati Egi membahas peluang kerja sama dan promosi produk lokal Lampung Selatan agar dapat memasuki pasar Eropa.DOK. PEMKAB LAMPUNG SELATAN Bertemu dengan sejumlah pihak selama di Belanda, Bupati Egi membahas peluang kerja sama dan promosi produk lokal Lampung Selatan agar dapat memasuki pasar Eropa.

Pertemuan tersebut dimanfaatkan untuk membuka peluang ekspor produk Lampung Selatan dan memastikan kesiapan pelaku usaha daerah dalam memenuhi standar kualitas Eropa.

“Yang membanggakan, saya menemukan produk dari Lampung Selatan yang sudah lebih dulu menembus pasar Eropa. Hal ini menjadi semangat baru bagi kita semua untuk mendorong lebih banyak produk unggulan Lampung Selatan bersaing di kancah internasional,” tulis Egi melalui akun Instagram pribadinya, @radityoegi.

Selama di Belanda, Bupati Egi juga menjalin komunikasi dengan Managing Director International Rijksdienst voor Ondernemend Nederland (RVO), lembaga yang berada di bawah Kementerian Urusan Ekonomi dan Iklim Belanda.

Pertemuan itu menjadi langkah membangun jejaring ekonomi lintas negara dan mendorong akses pasar lebih luas bagi produk lokal.

Hadir di panggung dunia

Lampung Selatan menjadi satu dari 10 kabupaten yang mendapatkan undangan dari Kementerian Pariwisata RI untuk tampil di ajang “The Magnificence Discovering of Indonesia”.

Pada kesempatan itu, Egi mempresentasikan potensi wisata, budaya, kuliner, serta peluang investasi daerah berjuluk Bumi Khagom Mufakat tersebut.

“Melalui ajang ini, kita ingin memperkenalkan potensi ekonomi, pariwisata, serta produk unggulan Lampung Selatan ke pasar internasional,” kata Egi.

Ia berharap, langkah tersebut mampu menarik lebih banyak investor dan wisatawan ke Lampung Selatan.

“Semoga Lampung Selatan semakin dikenal dunia,” tuturnya.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau