Kabar imipas

Raffi Ahmad Apresiasi Transformasi Nusakambangan Jadi Sentra Ketahanan Pangan

Kompas.com - 06/11/2025, 20:38 WIB

KOMPAS.com - Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) menerima kunjungan Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, Raffi Ahmad, di Pulau Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah (Jateng), Rabu (5/11/2025).

Kunjungan tersebut merupakan wujud dukungan terhadap transformasi Pulau Nusakambangan, dari pulau penghukuman menjadi pulau ketahanan pangan.

Transformasi Nusakambangan tidak terlepas dari upaya untuk memperkuat ketahanan pangan nasional yang menjadi program prioritas Presiden Prabowo Subianto.

Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) Agus Andrianto menilai, dengan luas lahan yang tersedia, Nusakambangan memiliki potensi besar untuk mendukung swasembada pangan sekaligus meningkatkan pemberdayaan dan produktivitas warga binaan.

“Program ini diharapkan dapat memberikan sarana dan wadah bagi warga binaan untuk mendapatkan bekal keterampilan pengetahuan, bahkan premi yang nantinya bisa dikirimkan kepada keluarganya yang ada di rumah,” ujar Agus dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Kamis (6/11/2025).

Ia berharap, ketika bebas, warga binaan kelas memiliki modal untuk melanjutkan aktivitas berdasarkan keterampilan yang dipelajari selama di lembaga pemasyarakatan (lapas).

Pada kesempatan sama, Raffi mengapresiasi karya nyata yang dilakukan Kemenimipas di bawah kepemimpinan Menteri Agus.

“Semua pihak harus tahu bahwa di bawah kepemimpinan Menteri Agus, Nusakambangan sekarang menjadi lebih hidup. Tempat-tempat yang tadinya mati seperti hutan, dibudidayakan menjadi ternak ayam, kepiting, sapi, udang, domba,” tutur Raffi.

Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, Raffi Ahmad, mencicipi olahan ikan sidat hasil karya warga binaan Lapas Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah, Rabu (5/11/2025).Dok. Imipas Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, Raffi Ahmad, mencicipi olahan ikan sidat hasil karya warga binaan Lapas Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah, Rabu (5/11/2025).

Tidak berhenti di situ, Raffi juga mengapresiasi hasil kerja warga binaan.

Raffi menilai, olahan ikan sidat, salah satu produk warga binaan, memiliki cita rasa yang lezat.

“Rasa sidatnya luar biasa enak sekali, tadi saya nyobain enak banget, besar sekali. Saya salut sama Pak Agus yang bisa menyulap Lapas Nusakambangan ini tak sekadar tempat membina warga binaan, tetapi juga mengaktifkan lahan-lahan non-produktif jadi tambak dan budi daya,” kata Raffi.

Kemenimipas menyambut baik apresiasi tersebut sebagai pengakuan atas upaya berkelanjutan dalam memperkuat fungsi pembinaan, rehabilitasi sosial, dan pemberdayaan ekonomi di lingkungan pemasyarakatan.

Transformasi di Pulau Nusakambangan menjadi salah satu contoh konkret bahwa lembaga pemasyarakatan bisa menjadi ruang produktif yang memberi manfaat bagi warga binaan dan masyarakat sekitar.

Kemenimipas berupaya memperluas dan memperkuat program-program serupa di seluruh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan.

Sebagai bagian dari komitmen tersebut, Kemenimipas membuka ruang bagi publik dan pemangku kepentingan untuk berpartisipasi memberikan masukan dan bekerja sama dalam memperkuat nilai pembinaan yang inklusif dan produktif.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau