Advertorial

Bersama Kemenko PMK, PNM Dorong Kemandirian Keluarga Difabel lewat Rumah Inklusif Kebumen

Kompas.com - 09/11/2025, 13:15 WIB

KOMPAS.com — Bagi para orangtua dari anak disabilitas di Kota Kebumen, Jawa Tengah, keterbatasan bukan akhir dari ikhtiar.

Dengan dukungan dari PT Permodalan Nasional Madani (PNM), mereka membangun kemandirian ekonomi lewat keterampilan membatik yang terarah dan berkelanjutan.

Inisiatif itu bernaung di Rumah Inklusif Kebumen dan menjadi contoh bagaimana seni, terapi, dan kewirausahaan bertemu untuk membuka peluang baru bagi keluarga difabel.

PNM tidak hanya menyerahkan perangkat membatik, tetapi juga menghadirkan program pendampingan dan pemberdayaan yang menumbuhkan rasa percaya diri, etos usaha, serta literasi usaha mikro.

Pendekatan itu selaras dengan agenda Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) yang mendorong partisipasi masyarakat dalam ekonomi inklusif.

Kehadiran pemerintah pusat pada inisiatif tersebut turut mempertebal pesan kolaborasi. Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhaimin Iskandar mengajak publik membuka ruang penerimaan yang lebih luas bagi difabel dan memperbanyak rumah pemberdayaan serupa agar pemahaman tentang kesetaraan kian mengakar.

“Rumah inklusif dapat menjadi contoh merangkak dari bawah, tumbuh keyakinan, kemandirian, ketekunan, dan pengorbanan untuk mewujudkan harapan keluarga difabel,” ujar Muhaimin dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Minggu (9/11/2025).

Bagi keluarga peserta, Rumah Inklusif Kebumen berfungsi ganda, yaitu sebagai ruang belajar dan tempat berdaya.

Aktivitas membatik tidak hanya menghasilkan produk bernilai ekonomi, tetapi juga berperan sebagai terapi emosional. Kegiatan ini dapat membantu orangtua menyalurkan energi kreatif sambil menguatkan jejaring dukungan satu sama lain.

Dari sisi pelaksanaan, PNM menegaskan bahwa program tersebut tidak berhenti pada pelatihan teknis. Pendampingan dari hulu ke hilir, mulai dari produksi, pemasaran, hingga pengelolaan keuangan, dirancang untuk memastikan keberlanjutan usaha dan meningkatkan profesionalisme kelompok.

Targetnya, Rumah Inklusif Kebumen bisa menjadi praktik baik pemberdayaan sosial-ekonomi berbasis komunitas.

Direktur Utama PNM Arief Mulyadi mengatakan, pemberdayaan kelompok rentan merupakan komitmen perseroan untuk membangun ekonomi yang lebih inklusif dan berkeadilan.

Menurutnya, setiap keluarga memiliki potensi untuk berkembang. Orangtua dari anak disabilitas menunjukkan kekuatan yang luar biasa karena mereka tidak hanya merawat, tetapi juga berjuang menciptakan masa depan yang lebih baik.

“PNM ingin menjadi bagian dari perjalanan itu dengan menghadirkan dukungan nyata agar mereka dapat tumbuh lebih berdaya,” kata Arief.

Arief menambahkan, mandat PNM bukan semata menyalurkan pembiayaan, melainkan menyalakan harapan melalui pendampingan yang konsisten.

“Pemberdayaan bukan sekadar program, melainkan cara untuk menyalakan harapan agar setiap keluarga, tanpa terkecuali, bisa tumbuh bersama,” tuturnya.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau