Advertorial

Menteri Maman: Kopling 2025 Jadi Wadah Sinergi UMKM dan Musisi Perkuat Ekonomi Kreatif

Kompas.com - 09/11/2025, 13:19 WIB

KOMPAS.com – Menteri Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman menegaskan bahwa sinergi antara pelaku UMKM dan musisi diperlukan sebagai kekuatan ekonomi kreatif nasional.

Salah satu wujudnya, kata dia, melalui penyelenggaraan festival musik Koplo Keliling (Kopling) 2025.

“Anak-anak bangsa, teman-teman UMKM, dan pegiat seni menginisiasi Kopling 2025 untuk menunjukkan bahwa musik koplo identik dengan semangat UMKM kreatif, inklusif, dan berdampak luas bagi masyarakat,” ujar Maman saat membuka Kopling 2025 di Gambir Expo, Jakarta, Sabtu (8/11/2025), seperti dikutip Kompas.com dari siaran pers, Minggu (9/11/2025).

Dengan mengusung tema “Goyang Ambyar UMKM Bersinar”, Kopling 2025 menghadirkan kolaborasi antara pelaku usaha, seniman, dan mitra industri, di antaranya Gajah Muda Entertainment, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, serta sejumlah sponsor lain.

Maman menilai, kegiatan ini mampu menciptakan ekosistem baru yang mempertemukan pengusaha UMKM dan pelaku industri kreatif secara sinergis.

“Acara seperti ini (berhasil) membangun ekosistem baru. Kami berharap, Kopling dapat digelar setiap tahun di berbagai daerah dan menjadi ruang kreatif bersama teman-teman UMKM,” ujarnya.

Selama dua hari penyelenggaraan, mulai Sabtu (8/11/2025) hingga Minggu (9/11/2025), Kopling 2025 menampilkan 192 tenant UMKM dan lebih dari 30 musisi.

Sejumlah nama besar turut meramaikan panggung. Beberapa di antaranya adalah Maliq & D’Essentials, Danilla, The Changcuters, Warga Koplo, Della Monica, For Revenge, Guyon Waton, dan NDX AKA.

Selain pertunjukan musik, Kopling juga menghadirkan Ngobrol Stage yang berisi diskusi inspiratif bersama CNN, Rio Adiwardhana, dan Randa Oktovandy.

Maman melanjutkan, keberadaan musisi dan seniman, termasuk musisi koplo, merupakan bagian integral dari sektor ekonomi kreatif yang berkontribusi langsung terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

“Musik bukan sekadar karya seni dan hiburan, melainkan produk kreatif yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Musik membuka lapangan kerja, memperluas jaringan usaha, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Festival ini, imbuh Maman, turut menggerakkan banyak sektor lain, seperti kru panggung, penata suara, perajin alat musik, penjual merchandise, hingga penyedia transportasi lokal.

Keterlibatan lintas sektor itu menciptakan efek berganda bagi perekonomian daerah.

Selain memperkuat rantai ekonomi kreatif, Kopling 2025 juga membuka akses pasar yang lebih luas bagi musisi dan pengusaha UMKM serta memperkuat identitas budaya lokal yang menjadi kekayaan bangsa.

“Kopling diharapkan menumbuhkan kebanggaan publik terhadap produk lokal, memperluas akses pasar UMKM, dan mengangkat budaya Indonesia melalui musik yang dekat dengan rakyat,” ujar Maman.

Ia menambahkan, penyelenggaraan perdana ini menjadi pembelajaran berharga untuk pelaksanaan di masa depan.

“Acara pertama tentu tidak langsung sempurna, tapi akan terus dievaluasi. Prinsipnya, Kopling berikutnya akan menggabungkan lebih banyak pegiat UMKM dan musisi di seluruh Indonesia,” ujarnya.

Rangkaian kedua Kopling 2025 dijadwalkan berlangsung pada Sabtu (22/11/2025) dan Minggu (23/11/2025) di Stadion Pakansari, Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Sejumlah musisi yang tampil antara lain adalah Maliq & D’Essentials, The Changcuters, Drive, Batas Senja, Ndarboy Genk, Aftershine, Om Abidin, dan Aldi Taher.

Tiket dapat dibeli melalui platform Goers dengan harga mulai Rp 85.000 (Festival) dan Rp 130.000 (VIP).

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau