Advertorial

Dosen UKIM dan UNPATTI Berkolaborasi Tingkatkan Ketahanan Gizi dan Ekonomi Desa Kawa lewat Program Kosabangsa

Kompas.com - 11/11/2025, 09:05 WIB

KOMPAS.com — Universitas Kristen Indonesia Maluku (UKIM) berkolaborasi dengan Universitas Pattimura (UNPATTI) menjalankan Program Kosabangsa di Desa Kawa, Kabupaten Seram Bagian Barat, Maluku.

Kolaborasi itu bertujuan meningkatkan nilai tambah ikan tuna lokal menjadi pangan fungsional serta memperkuat ketahanan gizi dan ekonomi warga.

Ketua Tim Pelaksana Program Kosabangsa UKIM Ns Sinthia Rosanti Maelissa MKep, SpKepK, menjelaskan, inisiatif itu muncul dari potensi tuna yang melimpah, tetapi belum dimanfaatkan secara optimal serta angka stunting yang masih relatif tinggi di wilayah tersebut.

“Pemilihan Desa Kawa didasarkan pada ketersediaan tuna hasil tangkapan nelayan yang sangat melimpah, tetapi belum dimaksimalkan untuk kesejahteraan masyarakat. Di sisi lain, tantangan stunting masih nyata,” ujarnya dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Senin (10/11/2025).

Pelaksanaan program tersebut dilakukan Tim Pelaksana UKIM yang dipimpin Ns Sinthia Rosanti Maelissa dengan anggota Ns Devita Madiuw, MKep, dan Hennie Tuhuteru, MKom.

Sementara itu, tim Pendamping dari UNPATTI diketuai Prof Natelda R Timisela, SP, MP, dengan anggota Prof Febby J Polnaya, SP, MP, dan Dr Ir Cindi R Loppies, MSi.

Mitra sasaran mencakup Kelompok Pokhlasar Lestari Mekar serta Kelompok Kader Posyandu Desa Kawa.

Penyelenggaraan program diawali dengan focus group discussion (FGD) bersama mitra dan pemerintah desa untuk menyepakati kebutuhan serta tahap pelaksanaan.

Selanjutnya, tim memberikan pelatihan teknologi pengolahan ikan berbasis surimi kepada Kelompok Pokhlasar Lestari Mekar untuk menghasilkan produk bernilai tambah, seperti abon, bakso, otak-otak, dan tempura.

Untuk menjaga mutu dan meningkatkan daya saing, peserta juga dibekali pelatihan pengemasan, penentuan tanggal kedaluwarsa, penyiapan perizinan (halal dan BPOM), serta pemasaran digital.

Pada kunjungan berikutnya, tim mengajarkan pembuatan tepung tulang ikan menggunakan teknologi cabinet dryer hybrid sebagai upaya pemanfaatan limbah bernilai ekonomi.

Penguatan gizi dengan deteksi dini stunting dan PMT berbasis ikan

Untuk kader posyandu, program berfokus pada pelatihan deteksi dini stunting untuk balita dan ibu hamil menggunakan koper gizi, buku pedoman deteksi, dan instrumen SIDIK SIAMA.

Para kader juga dilatih mengolah ikan menjadi pemberian makanan tambahan (PMT) bergizi untuk mendukung penurunan angka stunting.

Universitas Kristen Indonesia Maluku (UKIM) berkolaborasi dengan Universitas Pattimura (UNPATTI) menjalankan Program Kosabangsa di Desa Kawa, Kabupaten Seram Bagian Barat, Maluku.dok. UKIM Universitas Kristen Indonesia Maluku (UKIM) berkolaborasi dengan Universitas Pattimura (UNPATTI) menjalankan Program Kosabangsa di Desa Kawa, Kabupaten Seram Bagian Barat, Maluku.

Kegiatan turut dihadiri pemerintah desa dan petugas puskesmas pembantu. Mereka pun menyampaikan apresiasi atas manfaat langsung yang dirasakan oleh pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dan layanan kesehatan masyarakat.

Sebagai penguatan keberlanjutan, tim pelaksana program juga menyerahkan perangkat teknologi dan inovasi kepada kedua mitra.

Penjabat (Pj) Kepala Desa Kawa Abuhaer Kilwou, SPd, pun menyampaikan terima kasih atas bantuan yang diberikan.

“Kami sangat mengapresiasi tim dari UKIM dan UNPATTI, terutama dukungan dari kementerian. Ilmu dan bantuan alat yang diberikan sangat membantu peningkatan skala produksi dan pengendalian stunting di Desa Kawa,” tuturnya.

Untuk diketahui, program Kosabangsa didanai oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM), Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi Republik Indonesia (Kemendiktisaintek).

Tim Pelaksana Program Kosabangsa UKIM pun menyampaikan terima kasih kepada DPPM-Kemendiktisaintek, LLDIKTI Wilayah XII, LPM UKIM dan UNPATTI, serta Pemerintah Desa Kawa atas dukungan penuh sehingga rangkaian kegiatan berjalan dengan baik.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau