Advertorial

Di Tengah Lonjakan Harga Emas, Noor Dinar Hadir sebagai Solusi Investasi Rasional

Kompas.com - 11/11/2025, 10:58 WIB

KOMPAS.com – Di tengah lonjakan harga emas dunia dan spekulasi di pasar domestik, masyarakat mulai mencari alternatif investasi yang tetap rasional dan terjangkau.

Menjawab kebutuhan tersebut, Noor Dinar di bawah naungan PT Berkah Restu Sejahtera hadir sebagai pilihan cerdas bagi masyarakat yang ingin berinvestasi emas dengan harga wajar dan transparan.

Setiap koin Noor Dinar dirancang elegan dengan inskripsi dalam lima bahasa internasional, yakni Indonesia, Inggris, Rusia, Mandarin, dan Arab. Bahasa-bahasa ini sebagai simbol kesatuan global dalam keindahan iman dan seni.

Berbeda dengan harga emas batangan yang cenderung mengikuti tren pasar global, Noor Dinar menjaga keseimbangan antara nilai, kualitas, dan harga. Dengan pendekatan ini, masyarakat tetap memiliki kesempatan untuk membeli emas tanpa terbawa euforia spekulatif.

“Sebagai contoh, pada pertengahan Oktober 2025, harga salah satu merek emas 24K di pasar sekunder bisa mencapai sekitar Rp 3,5 juta per gram, sedangkan Noor Dinar masih menawarkan harga di kisaran Rp 2,4 juta per gram,” ujar Direktur PT Berkah Restu Sejahtera yang juga pemilik kanal YouTube D’Gold Father, Herru Wijayadie.

Menurut Herru, emas bukan sekadar simbol kemewahan, melainkan alat lindung nilai yang nyata.

“Kami ingin masyarakat tetap bisa memiliki emas dengan harga yang wajar, bukan karena tren sesaat,” ujarnya.

Selain menjaga harga tetap kompetitif, Noor Dinar memastikan stok emas selalu tersedia (ready stock) untuk memenuhi permintaan pelanggan di seluruh Indonesia.

Perusahaan juga menyediakan layanan buyback dengan proses mudah dan transparan. Hal ini memberikan fleksibilitas bagi pelanggan untuk menjual kembali emas mereka kapan pun dibutuhkan.

Informasi katalog dan harga terkini dapat diakses melalui akun Instagram @noordinar.id dan situs resmi www.noordinar.com. Kanal resmi ini menampilkan pilihan produk emas dengan harga rasional sebelum harga dunia kian melesat.

Bekerja sama dengan Perum Peruri dan Pura Group Indonesia, Noor Dinar resmi meluncurkan seri perdananya pada 16 Mei 2025. Seri ini menampilkan tiga desain ikonik dari masjid bersejarah di tiga benua sebagai berikut.

  • 1 Dinar – Masjid Baiturrahman, Indonesia (berat 4,25 gr, 24K, kemurnian 999,9)
  • 2 Dinar – Masjid Qolsharif, Rusia (berat 8,5 gr, 24K, kemurnian 999,9)
  • 5 Dinar – Masjid Biru, Turki (berat 21,25 gr, 24K, kemurnian 999,9)

Setiap koin Noor Dinar juga dilengkapi dengan teknologi keamanan mutakhir. Pertama, Invisible Ink atau tinta khusus yang hanya terlihat di bawah sinar ultraviolet (UV). Teknologi ini menjadikan Noor Dinar pionir dalam fitur ini di Indonesia.

Kedua, serial number unik alfanumerik pada setiap koin. Ketiga, Latent Image atau elemen optik dengan gambar tersembunyi untuk perlindungan ekstra. Keempat, Holographic Seal pada kemasan untuk menjamin keaslian dan keutuhan produk.

Seluruh bahan emas Noor Dinar berasal dari produksi dalam negeri dengan akreditasi resmi dari Standar Nasional Indonesia (SNI) dan London Bullion Market Association (LBMA). Dengan jaminan tersebut, setiap produk Noor Dinar tidak hanya murni dan indah, tetapi juga aman, legal, dan dapat dilacak secara transparan.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau