Advertorial

Berikan Dampak Nyata, PT Sari Coffee Indonesia dan Starbucks Foundation Berdayakan Komunitas di Indonesia

Kompas.com - 11/11/2025, 11:28 WIB

KOMPAS.com - Starbucks Foundation dan PT Sari Coffee Indonesia menyelenggarakan program Global Community Impact Grants untuk mendukung organisasi nirlaba di Indonesia.

Melalui program tersebut, Starbucks Foundation memberikan hibah senilai 155.000 dollar Amerika Serikat untuk mendukung inisiatif yang bermanfaat bagi komunitas lokal.

Sejumlah organisasi nirlaba yang mendapatkan hibah tersebut di antaranya adalah Gerakan untuk Kesejahteraan Tunarungu Indonesia (GERKATIN), Habitat for Humanity Indonesia, Indonesian Street Children Organization (ISCO), The Learning Farm, dan Prestasi Junior Indonesia (PJI).

Selain kucuran dana, partner (karyawan) PT Sari Coffee Indonesia di seluruh Indonesia juga akan berpartisipasi aktif sebagai sukarelawan. Langkah ini diambil untuk mendukung inisiatif yang berfokus pada pengembangan generasi muda, akses air bersih, sanitasi dan kebersihan, serta inklusivitas.

Chief Operating Officer (COO) PT Sari Coffee Indonesia Liryawati menjelaskan, pihaknya menjadikan komunitas sebagai bagian integral visi mereka.

Hal tersebut menginisiasi perusahaan untuk menyatukan individu, menginspirasi perubahan, dan membuat perbedaan dalam kehidupan masyarakat. Ini merupakan bagian dari upaya untuk menjadi tetangga yang baik.

“Komitmen kami di Starbucks berakar pada keyakinan bahwa kami dapat memanfaatkan kemampuan untuk membawa perubahan positif,” kata Liryawati dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Senin (13/10/2025).

Global Community Impact Grants, katanya, merupakan ekspresi nyata dari dukungan dan kontribusi Starbucks kepada komunitas lokal.

“Kami senang dan bangga dengan program ini. Kami menantikan berkolaborasi dengan organisasi lokal untuk melakukan perubahan positif melalui pemberian dana hibah dan sumber daya lainnya,” ujarnya.

Sebagai perwujudan aksinya pada program tahun sebelumnya, sukarelawan melakukan berbagai kegiatan, seperti mengecat fasilitas toilet layak bersama Habitat For Humanity Indonesia di Bogor, berinteraksi dengan anak-anak dampingan organisasi ISCO di Medan, serta menanam pohon bersama di The Learning Farm, Cianjur.

Fokus program hibah

Pemberian hibah dari Starbucks Foundation akan menyokong program kunci lima organisasi terpilih.

Pertama, GERKATIN. Program ini ditujukan untuk mempromosikan inklusivitas dan rasa memiliki. Program ini berfokus menyediakan layanan kemanusiaan dan sosial esensial, termasuk layanan kesehatan mental bagi komunitas Tuna Rungu

Starbucks Indonesia turut memberikan dukungan berkelanjutan dengan menyumbangkan sebagian hasil penjualan dari Starbucks Tata Puri Signing Store untuk pelajaran bahasa isyarat dan kegiatan generasi muda GERKATIN.

Kedua, Habitat for Humanity Indonesia. Dana hibah akan digunakan untuk menyediakan akses ke perumahan layak huni, termasuk fasilitas sanitasi di Gresik, Jawa Timur.

Sejak 2019, PT Sari Coffee Indonesia telah bermitra dalam berbagai proyek, mulai dari upaya rehabilitasi pasca-gempa Lombok 2018 hingga pembangunan rumah bagi komunitas berpenghasilan rendah.

Ketiga, ISCO. Dukungan ini difokuskan pada program “Indonesia Youth Rise” yang memberdayakan generasi muda dan orangtua muda termarjinalkan di bidang pendidikan di Jakarta, Medan, dan Surabaya.

Program tersebut mencakup kesiapan kerja, pemberdayaan ekonomi dan sosial, literasi keuangan dan kewirausahaan, serta pendidikan gizi. Sejak 2012, kolaborasi ISCO-Starbucks mencakup inisiatif, seperti “Drop of Hope” dan “Books for the Future (BFF)”.

Keempat, The Learning Farm. Hibah ini menyasar inisiatif pertanian organik berbasis asrama di Cianjur untuk memberdayakan pemuda rentan di seluruh Indonesia.

Melalui pelatihan langsung dalam pertanian organik dan keterampilan hidup, program ini membekali generasi muda dengan kesiapan kerja, mengatasi masalah kelaparan, serta mendorong peningkatan mobilitas dan peluang ekonomi.

Kelima, PJI. Hibah ini disalurkan kepada Starbucks Creative Youth Entrepreneurship Program (SCYEP) yang memberikan siswa SMA pengetahuan dan keterampilan kewirausahaan praktis untuk mewujudkan ide bisnis.

Starbucks Creative Youth Entrepreneurship Program (SCYEP). DOK. Starbucks Starbucks Creative Youth Entrepreneurship Program (SCYEP).

Program tersebut akan menjangkau siswa di Jakarta, Bogor, Tangerang Selatan, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Bali, dan Jayapura.

Academic Advisor and Operations Counsel Prestasi Junior Indonesia Robert Gardiner mengapresiasi hibah yang diberikan Starbucks Foundation.

Menurutnya, Starbucks Global Community Impact Grants telah memungkinkan Prestasi Junior Indonesia untuk memberikan kesempatan yang bermakna bagi generasi muda Indonesia.

“Bantuan ini amat berguna dalam mengeksplorasi dan mengembangkan potensi kewirausahaan mereka,” kata Gardiner.

Melalui SCYEP, lebih dari 5.600 pelajar sekolah menengah atas (SMA) dan sekolah menengah kejuruan (SMK) telah memperoleh pengetahuan kewirausahaan serta keterampilan praktis sejak 2019. Ini berkat dukungan dan dedikasi lebih dari 1.900 sukarelawan dari Starbucks.

“Kemitraan berkelanjutan tersebut merefleksikan visi bersama yang kuat untuk menginspirasi dan membekali generasi pemimpin bisnis masa depan,” ungkapnya.

Berikan dampak nyata

Global Community Impact Grants dari Starbucks Foundation telah menjadi bagian dari investasi global 30 juta dollar AS hingga 2030 untuk menciptakan dampak positif.

Inisiatif tersebut berfokus pada pemberdayaan generasi muda, inklusivitas, layanan sosial, pengentasan kelaparan, peluang ekonomi, serta akses air bersih, sanitasi, dan kebersihan.

Hasilnya, program tersebut memberikan lebih dari 100 hibah di 50 pasar serta memperluas ambisi perusahaan untuk berkontribusi secara positif bagi komunitas.

Inisiatif tersebut melengkapi program lain dari The Starbucks Foundation, yakni Neighborhood Grants, Origin Grants, dan Disaster Response Grants. Program ini berfokus pada peningkatan ketahanan dan kemakmuran komunitas.

Renovasi fasilitas sanitasi. DOK. Starbucks Renovasi fasilitas sanitasi.

Sejak diluncurkan pada 2022, The Starbucks Foundation dan mitra lisensi telah memberikan lebih dari 14 juta dollar AS dalam bentuk Global Community Impact Grants kepada lebih dari 200 organisasi nirlaba di lebih dari 60 pasar.

Chief Executive Officer (CEO) International Starbucks dan Board Member The Starbucks Foundation Brady Brewer mengatakan bahwa sejak awal, Starbucks telah bertekad menjadi perusahaan yang berbeda.

Perusahaan berfokus memprioritaskan partner (karyawan), pelanggan, dan komunitas yang dilayani dengan cara relevan secara lokal.

Melalui Global Community Impact Grants, pihaknya meminta partner untuk mengangkat isu yang mereka pedulikan di komunitas mereka.

“Kami mengikuti arahan mereka dengan memberikan donasi kepada organisasi lokal yang paling mereka pedulikan,” kata Brady.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau