KOMPAS.com – PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk atau Tugu Insurance menyelenggarakan Public Expose (Pubex) pada Kamis (20/11/2025).
Kegiatan itu merupakan bagian dari komitmen perseroan untuk memberikan keterbukaan dan transparansi strategi serta kinerja kepada publik dan pemegang saham.
Pada kesempatan tersebut, perseroan juga memaparkan strategi bisnis berkelanjutan, kinerja yang solid, dan penguatan penerapan aspek environmental, social, and governance (ESG).
Direksi Tugu Insurance juga menjelaskan fokus strategi perseroan sepanjang 2025 yang bertumpu pada beberapa strategi utama.
Pertama, meningkatkan market share dengan memperkuat pasar, baik di segmen korporasi, badan usaha milik negara (BUMN), maupun ritel.
Kedua, memperkuat akseptasi risiko. Ketiga, meningkatkan retensi untuk bisnis dengan profil risiko baik dengan tetap menjalankan prinsip prudent underwriting.
Keempat, mengoptimalkan hasil investasi, khususnya pada instrumen dengan imbal hasil yang baik. Kelima, mengoptimalkan kontribusi anak perusahaan untuk meningkatkan pendapatan usaha lainnya. Keenam, mengoptimalkan biaya dan menjaga efektivitas biaya.
Presiden Direktur Tugu Insurance Adi Pramana mengatakan, 2025 merupakan momentum penting bagi perusahaan untuk memperkuat fondasi bisnis melalui inovasi, disiplin manajemen risiko, dan pengelolaan perusahaan yang berorientasi pada keberlanjutan.
“Kami berterima kasih atas dukungan para pemegang saham, mitra bisnis, dan seluruh pemangku kepentingan lain. Kami optimistis dapat melanjutkan pertumbuhan bisnis yang positif pada tahun-tahun mendatang,” ujar Adi dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Sabtu (22/11/2025).
Tugu Insurance juga melaporkan kinerja yang solid sepanjang sembilan bulan pertama 2025. Perseroan membukukan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 594,8 miliar di tengah transisi penuh Pernyataan Standar Akuntasi Keuangan (PSAK) 117 dan dinamika industri ataupun ekonomi.
Capaian tersebut menegaskan kemampuan Tugu Insurance menjaga profitabilitas secara berkelanjutan di tengah perubahan lanskap industri asuransi yang semakin kompleks.
Hingga triwulan III 2025, perseroan mencatat hasil jasa asuransi sebesar Rp 682,6 miliar. Pertumbuhan premi perseroan mencapai 5,6 persen, jauh di atas pertumbuhan industri yang tercatat sebesar 3,4 persen.
Tugu Insurance juga memperkuat kepemimpinannya di seluruh lini bisnis utama. Jika dibandingkan data industri berdasarkan gross written premium (GWP), perseroan memegang posisi teratas di lini bisnis marine hull dan aviation.
Pada lini bisnis properti, Tugu Insurance mencatat peningkatan peringkat industri dari posisi keempat menjadi posisi kedua pada 2024.
Selain itu, perseroan juga tetap berada di lima besar pada lini marine cargo dan energy offshore. Posisi yang kuat ini mendukung kinerja operasional Tugu Insurance yang solid dan membangun fondasi kokoh bagi pertumbuhan yang berkelanjutan.
Direktur Keuangan dan Layanan Korporat Fitri Azwar menjelaskan, pada triwulan III 2025, hasil investasi meningkat 21 persen secara tahunan menjadi Rp 509 miliar.
Hal tersebut mencerminkan strategi perseroan dalam mengoptimalkan aset likuid dan mengelola portofolio secara prudent untuk menjaga imbal hasil yang stabil di tengah volatilitas pasar.
“Pendapatan usaha lain tercatat sebesar Rp 390,9 miliar. Pendapatan ini dikontribusikan oleh pertumbuhan berkelanjutan dari anak-anak usaha Tugu Insurance yang terus memperkuat diversifikasi pendapatan TUGU Group,” tambah Fitri.
Implementasi penuh PSAK 117 pada tahun ini turut mendorong peningkatan transparansi dan kesesuaian pelaporan keuangan perusahaan dengan standar internasional.
Total aset dan ekuitas perseroan meningkat jika dibandingkan posisi akhir Desember 2024. Hal ini menegaskan struktur permodalan Tugu Insurance yang kuat dan sehat.
Kenaikan tersebut juga ditopang oleh pertumbuhan aset kontrak asuransi dan reasuransi serta hasil investasi yang solid sepanjang tahun berjalan.
RBC dan RKI di atas rata-rata industri
Perseroan mencatat risk-based capital (RBC) sebesar 360,9 persen per September 2025. Angka ini jauh di atas ketentuan minimal Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebesar 120 persen.
RBC Perseroan juga berada di atas rata-rata industri asuransi umum dan reasuransi yang tercatat di level 326,4 persen.
Sementara itu, rasio kecukupan investasi (RKI) Tugu Insurance per Juli 2025 berada di level 272,6 persen. Angka ini jauh lebih tinggi jika dibandingkan rata-rata industri asuransi umum dan reasuransi yang tercatat di level 166,5 persen.
Tingkat RBC dan RKI Tugu Insurance yang lebih tinggi dari rata-rata industri tersebut mencerminkan kekuatan permodalan, kemampuan memenuhi seluruh kewajiban, serta tingkat kesehatan keuangan perusahaan yang solid.
Penguatan ESG melalui program Bakti Tugu
Sebagai emiten anak usaha PT Pertamina (Persero) dengan kode saham TUGU, Perseroan memperkuat penerapan ESG melalui berbagai program corporate social responsibility (CSR) bernama Bakti Tugu.
Pada aspek lingkungan hidup (environmental), perseroan telah melakukan kegiatan pelestarian ekosistem laut dengan menanam lebih dari 10.000 pohon mangrove.
Perusahaan juga menerapkan ekonomi sirkular untuk pengelolaan limbah tekstil hingga 1,7 ton sebagai upaya mendorong ekologi yang lebih bertanggung jawab.
Perseroan juga memperkuat peran dalam transisi energi melalui perlindungan aset-aset energi bersih dan penyusunan kajian mendalam terkait carbon insurance.
Untuk aspek sosial, Tugu Insurance percaya bahwa literasi adalah fondasi pertumbuhan. Oleh karena itu, program literasi keuangan dan asuransi dijalankan secara luas ke kampus, sekolah, dan berbagai komunitas masyarakat.
Hingga triwulan III 2025, lebih dari 15.000 penerima manfaat telah merasakan dampak program Bakti Tugu. Angka ini diperkirakan akan terus bertambah.
Berbagai inisiatif itu menegaskan bahwa bagi Tugu Insurance, keberlanjutan bukan sekadar komitmen, melainkan bagian dari identitas dan strategi jangka panjang yang dijalankan secara konsisten.
Dalam bidang tata kelola perusahaan (governance), Tugu Insurance senantiasa mendukung kebijakan antikorupsi dan antiswap serta menjunjung tinggi transparansi sebagai perusahaan publik.
Perseroan juga berhasil mempertahankan ISO 37001:2016 sebagai bukti penerapan Sistem Manajemen Anti-Penyuapan (SMAP) yang baik. Sistem whistleblowing yang terintegrasi juga terus diperkuat sebagai saluran yang menjamin transparansi dan penegakan integritas dalam setiap proses.
Peringkat internasional dan prospek 2026
Pada 2025, Tugu Insurance kembali meraih peringkat Global Financial Strength Rating “A- (Excellent)” dari lembaga pemeringkat internasional tepercaya dan independen A.M. Best. Penghargaan ini mencerminkan kekuatan profil risiko dan permodalan perseroan.
Pemeringkatan tersebut merupakan salah satu yang terbaik di Indonesia. Tugu Insurance berhasil mempertahankan capaian ini selama sembilan tahun berturut-turut sejak 2016.
Adi melanjutkan, dengan fundamental yang kuat, permodalan solid, dan strategi terarah, Tugu Insurance siap memasuki 2026 dengan optimisme tinggi.
“Komitmen kami terhadap keberlanjutan, tata kelola, dan pelayanan terbaik semakin memperkuat posisi Tugu Insurance sebagai perusahaan asuransi umum terkemuka,” tegas Adi.