Advertorial

Wali Kota Kediri Dilantik sebagai Kamabicab, Tegaskan Peran Pramuka dalam Pembentukan Karakter

Kompas.com - 22/11/2025, 17:34 WIB

KOMPAS.com — Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati resmi dilantik sebagai Ketua Majelis Pembimbing Cabang (Kamabicab) Gerakan Pramuka Kota Kediri Masa Bakti 2025–2030.

Pelantikan dilakukan oleh Ketua Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Jawa Timur, Arum Sabil, di Ruang Joyoboyo, Balai Kota Kediri, Jawa Timur, Kamis (20/11/2025).

Pada kesempatan sama, Ketua Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kota Kediri Masa Bakti 2025–2030 Edy Herwiyanto beserta jajaran pengurus serta Ketua Lembaga Pemeriksa Keuangan (LPK) 2025–2030 Edi Darmasto bersama anggota juga turut dilantik.

Kegiatan pelantikan dihadiri jajaran Majelis Pembimbing Cabang Gerakan Pramuka Kota Kediri, Ketua Kwarcab dan jajaran pengurus, para Ketua Mabiran dan Ketua Kwarran se-Kota Kediri, Pelatih Hindraprasta, serta Dewan Kegiatan Cabang dan Brigade Penolong.

Usai dilantik, Wali Kota yang akrab disapa Mbak Wali itu mengapresiasi arahan Kwarda Jawa Timur dan memberikan selamat kepada Mabicab, Ketua serta pengurus Kwarcab, dan LPK.

“Saya berharap, amanah ini dapat dijalankan dengan penuh dedikasi, integritas, dan keikhlasan demi kemajuan Pramuka di Kota Kediri,” ujar Mbak Wali dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Sabtu (22/11/2025).

Ia mengatakan bahwa Pramuka selama ini terbukti menjadi wadah pembentukan karakter generasi bangsa, yakni mencetak pemuda yang unggul, disiplin, berdaya tahan, dan berjiwa tanggung jawab.

Pramuka, lanjutnya, juga berfungsi sebagai sekolah kehidupan tempat anak muda belajar kepemimpinan, gotong royong, serta semangat kebangsaan.

Mbak Wali pun berharap, melalui kepengurusan baru, Pramuka dapat semakin memperkuat perannya sebagai mitra strategis Pemerintah Kota (Pemkot) Kediri dalam membangun sumber daya manusia yang berkarakter, cerdas, dan berorientasi pelayanan.

Tak hanya itu, imbuhnya, Pramuka juga dapat menjadi ruang pembelajaran yang inklusif tanpa sekat suku, agama, ataupun golongan, berlandaskan nilai kebersamaan, pengabdian kepada masyarakat, serta komitmen menjaga keutuhan NKRI.

Ia pun mengajak seluruh jajaran Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kota Kediri untuk menjaga persatuan dan kebersamaan dalam setiap program maupun kegiatan.

Pemkot Kediri, katanya, siap mendukung dan berkolaborasi untuk memperkuat Pramuka sebagai bagian penting dari pendidikan karakter bagi generasi muda.

Arum Sabil menjelaskan, pelantikan Ketua Mabicab, Ketua Kwarcab, dan LPK telah dilakukan sesuai ketentuan organisasi.

Pelantikan tersebut, katanya, menjadi momentum untuk memperkuat peran Pramuka Kota Kediri sebagai garda terdepan dalam mengantarkan generasi muda menuju masa depan yang lebih baik.

Arum juga menilai bahwa sosok Wali Kota Kediri yang masih berusia di bawah 30 tahun merupakan bukti nyata kelahiran generasi pemimpin baru.

“Beliau menempati posisi strategis sebagai wali kota di usia yang sangat muda. Hal ini tidak terlepas dari karakter Pramuka yang dimilikinya. Meskipun tidak aktif di organisasi Pramuka, nilai-nilai kepramukaan tampak dalam sikap, pikiran, dan tindakannya,” ujarnya.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau