Advertorial

Jangan Tunggu Sakit, Ini Pentingnya Hidup Sehat dan Pastikan Keaktifan JKN

Kompas.com - 27/11/2025, 07:48 WIB

KOMPAS.com - Salah satu peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), Divya Yuni Anggraeni (25), mengingatkan pentingnya menjaga perilaku hidup sehat meski telah terdaftar sebagai peserta JKN.

Menurutnya, memiliki jaminan kesehatan bukan berarti mengabaikan upaya menjaga kesehatan tubuh. Setiap peserta JKN, kata dia, harus menjaminkan kesehatan tidak hanya pada waktu sakit, tetapi juga dalam kondisi sehat.

“Kita harus menjaminkan kesehatan karena kita tidak tahu kapan sakit akan datang dan berapa biaya yang dikeluarkan selama pengobatan,” ungkap Divya dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Rabu (26/11/2025).

Untuk menjaga kebugaran tubuh, Divya rutin berolahraga ringan dengan berjalan kaki mengelilingi kompleks rumahnya selama tiga puluh menit sebelum memulai aktivitas.

Ia juga menghindari makanan berkolesterol tinggi dan tidak sehat sebagai bagian dari pola hidup sehatnya.

Selain itu, Divya juga selalu memastikan kepesertaan JKN miliknya tetap aktif sebagai langkah antisipasi jika sewaktu-waktu membutuhkan layanan kesehatan.

Divya mengimbau masyarakat untuk membayar iuran BPJS Kesehatan tepat waktu. Menurutnya, iuran yang dibayarkan tidak hanya bermanfaat bagi diri sendiri, tetapi juga membantu orang lain dalam mendapatkan pengobatan melalui sistem gotong royong.

Berkat Program JKN, banyak masyarakat dapat mengakses pelayanan kesehatan berkualitas, termasuk dirinya.

Sebelum JKN hadir, mendapatkan pelayanan kesehatan yang baik itu sangat mahal. Namun, sekarang masyarakat bisa mendapatkannya berkat Program JKN.

“Iuran akan digunakan untuk membiayai peserta lain yang membutuhkan pada saat sakit. Biaya pengobatan di rumah sakit akan ditanggung BPJS Kesehatan dari iuran peserta lainnya yang sehat," ucapnya.

Divya menegaskan bahwa peserta yang ingin merasakan manfaat JKN harus terlebih dahulu memenuhi kewajibannya, termasuk membayar iuran secara rutin setiap bulan. 

Sebagai peserta yang telah beberapa kali memanfaatkan layanan kesehatan melalui Program JKN, ia menilai bahwa pelayanan yang diberikan kepada peserta JKN terus mengalami peningkatan.

Menurutnya, pelayanan BPJS Kesehatan semakin baik, meskipun ia tidak pernah sekalipun mengeluarkan biaya selama berobat. Terlebih, dengan adanya aplikasi Mobile JKN yang dikembangkan oleh BPJS Kesehatan.

“Aplikasi ini sangat membantu saya mendapatkan pelayanan lebih cepat. Status kepesertaan bisa langsung dicek apakah aktif atau tidak dan tersedia juga KIS Digital sebagai pengganti kartu fisik,” ujar Divya.

Meskipun pernah merasakan manfaat pelayanan BPJS Kesehatan, ia tetap berkomitmen menjalani pola hidup sehat. Divya mengajak masyarakat untuk segera mendaftarkan diri sebagai peserta JKN.

Menurutnya, menjadi peserta JKN adalah langkah penting yang tidak boleh dilewatkan karena memberikan banyak manfaat. Ia menilai tidak ada kerugian menjadi bagian dari program ini.

Sebaliknya, program tersebut sangat membantu masyarakat, terutama dalam menghadapi kebutuhan pelayanan kesehatan yang tidak terduga.

“Lebih baik mendaftar JKN sejak dini karena kita tidak pernah tahu kapan akan memerlukannya. Dengan JKN, setidaknya kita sudah memiliki jaminan untuk menghadapi segala kemungkinan di masa depan,” tuturnya.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Kolom ini tidak boleh kosong.
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau