Advertorial

Berobat Tanpa Cemas Biaya, Warga Puncak Jaya Puji Pelayanan BPJS Kesehatan di Jayapura

Kompas.com - 27/11/2025, 14:20 WIB

KOMPAS.com — Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang dikelola oleh BPJS Kesehatan terus menuai feedback positif dari masyarakat. Salah satunya dari warga Puncak Jaya, Silpa Tabun.

Silpa datang ke Jayapura untuk menemani sang ibu yang berobat di Rumah Sakit Yowari, Kabupaten Jayapura.

Pengobatan ibunya dimulai ketika beliau mengalami gangguan saraf. Ibunda Silpa yang awalnya dibawa berobat ke fasilitas kesehatan di Puncak Jaya, kemudian dirujuk untuk dirawat lebih lanjut ke rumah sakit di Jayapura.

“Pertama kali berobat di RSUD Mulia, Ibu saya didiagnosis mengalami gangguan syaraf. Dokter kemudian merujuk kami ke RSUD Jayapura untuk dilakukan CT Scan atau MRI otak untuk melihat apakah terdapat potensi pendarahan atau penyumbatan. Puji Tuhan, setelah diperiksa hasilnya normal dan diberikan obat serta dilakukan terapi lebih lanjut,” tutur Silpa dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Kamis (27/11/2025).

Silpa menambahkan, bahwa setelah melakukan pemeriksaan di RSUD Jayapura, ia berkonsultasi dengan dokter agar sang ibu bisa menjalani terapi dan mendapatkan obat-obatan dengan dirujuk balik ke rumah sakit di Kabupaten Jayapura.

”Mempertimbangkan jarak yang cukup jauh ke rumah, saya meminta agar ibu saya di rujuk balik ke RSUD Yowari untuk mendapatkan pengobatan lanjutan sekaligus terapi dan disetujui oleh dokter,” ujar Silpa.

Selama mendampingi ibunya menjalani pengobatan, Silpa merasa seluruh prosedur layanan yang didapatkan sangat mudah diakses. Ia menuturkan bahwa tidak ada kendala yang dialami, mulai dari proses awal berobat di Puncak Jaya hingga pengobatan lanjutan di Jayapura.

”Proses pendaftaran sangat cepat dan mudah cukup dengan KTP, lalu saat berobat di RSUD Jayapura seluruh biaya juga ditanggung penuh oleh BPJS Kesehatan termasuk biaya rawat inap, obat-obatan, CT Scan, dan tindakan lainnya yang mungkin bisa bernilai puluhan, bahkan ratusan juta (rupiah) jika tanpa JKN,” jelas Silpa.

Lebih lanjut, Silpa juga menceritakan pelayanan petugas di Rumah Sakit Yowari–tempat ibunya dirawat–sangat ramah, informatif, dan tidak terdapat diskriminasi antarpasien lainnya.

Silpa pun mengapresiasi BPJS Kesehatan yang telah membantunya mendapatkan akses terhadap pelayanan kesehatan yang layak bagi ibunya. Secara garis besar, kata dia, pelayanan BPJS Kesehatan sangat mudah dan telah mengalami peningkatan yang signifikan.

“Saya pribadi dan keluarga tidak pernah terbayang akan mengalami kondisi seperti ini, kami baru merasakan bahwa kehadiran JKN saat berobat sangat berarti,” tutur Silpa.

Menanggapi hal itu, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Jayapura Hernawan Priyastomo, menyampaikan bahwa kemudahan alur layanan mulai dari Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) sampai dengan Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL) menjadi hal yang krusial dalam proses pelayanan kesehatan.

“Pengalaman yang dialami oleh Silpa memberikan contoh bahwa koordinasi yang baik antar-fasilitas kesehatan menjadi hal krusial bagi proses penyembuhan pasien pada setiap jenjang pelayanan yang didapatkan,” ucap Hernawan.

Hernawan menambahkan bahwa komunikasi yang baik antara petugas dan pasien di rumah sakit merupakan faktor utama untuk mendapatkan pelayanan yang optimal. Menurutnya, keputusan dokter melakukan rujuk balik untuk ibunda Silpa tepat karena telah mempertimbangkan indikasi medis, kesesuaian prosedur dan komunikasi yang baik dengan keluarga.

Program rujuk balik dimungkinkan bagi pasien yang telah memiliki kondisi stabil menurut dokter penanggung jawab. Hal ini juga sejalan dengan prosedur rujukan dalam sistem layanan kesehatan. Namun, tetap mempertimbangkan indikasi medis dan kesesuaian sarana prasarana fasilitas kesehatan tujuan,” kata Hernawan.

Hernawan menegaskan bahwa BPJS Kesehatan akan terus berupaya meningkatkan kualitas layanan dan memastikan tidak ada peserta yang mengalami hambatan dalam mengakses layanan kesehatan.

“Koordinasi, monitoring, dan evaluasi bersama mitra fasilitas kesehatan terus secara konsisten kami lakukan. Hal ini sebagai upaya menjaga atau meningkatkan kualitas layanan yang diberikan kepada seluruh peserta JKN. Jika terdapat kendala di lapangan, jangan ragu untuk laporkan pada kanal layanan yang tersedia,” kata Hernawan.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau