Kabar pos

Cek Penyaluran BLT Kesra, Mensos Apresiasi Kinerja PT Pos dan Minta Distribusi Dipercepat

Kompas.com - 29/11/2025, 18:42 WIB

KOMPAS.com - Penyaluran Bantuan Langsung Tunai Kesejahteraan (BLT Kesra) di Kota Bandung dipastikan berjalan lancar.

PT Pos Indonesia (Persero) menyalurkan bantuan tersebut kepada keluarga penerima manfaat (KPM) melalui Kantorpos KCU Bandung.

Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf meninjau langsung proses penyaluran sebagai bagian dari monitoring percepatan distribusi bantuan secara nasional. Ia memastikan, penyaluran di Bandung dan sejumlah daerah berjalan sesuai target.

Saifullah mengatakan, penyaluran BLT Kesra secara nasional telah melampaui 50 persen dari total 12 juta KPM.

“Alhamdulillah, dari 12 juta itu sudah tersalur lebih dari 50 persen. (Proses penyaluran berlangsung) tertib dan saya melihat langsung bagaimana mereka bersyukur dan memanfaatkan bantuan ini dengan baik,” ujar Saifullah dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Sabtu (29/11/2025).

Mensos juga menegaskan pentingnya akurasi data penerima bantuan. Dengan demikian, banyak masyarakat yang membutuhkan bisa menikmati bantuan ini.

"Per hari ini, kami akan kembali mengirim lebih dari 1.300.000 KPM baru yang sudah selesai diverifikasi kepada BPS. Dengan tambahan tersebut, secara keseluruhan sudah lebih dari 30 juta data penerima manfaat, baik reguler maupun baru yang telah terverifikasi dan siap disalurkan secara bertahap," kata Saifullah.

Ia berharap, seluruh data terverifikasi dapat tersalurkan pada awal Desember 2025 sambil tetap memperhatikan mekanisme PT Pos Indonesia.

"Harapan kami, nanti mungkin di awal Desember sesuai data yang terverifikasi sudah semuanya bisa disalurkan. Namun, nanti kami lihat di lapangannya seperti apa karena PT Pos punya prosedur dan mekanisme untuk menyalurkan ini dengan baik," terangnya.

Selain itu, Mensos juga berharap, pihaknya bersama Pos Indonesia juga terus melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah (pemda) saat melaksanakan penyaluran bantuan.

Ia menekankan pentingnya koordinasi dengan pemda demi menjaga ketertiban dan menghindari antrean panjang.

Pola penyaluran BLT

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama Pos Indonesia Haris menjelaskan bahwa penyaluran BLT Kesra dilakukan melalui tiga pola, yakni pembayaran di kantor pos, penyaluran berbasis komunitas, dan layanan antar untuk lansia serta warga sakit.

"PT Pos Indonesia alhamdulillah diberi amanah oleh negara untuk menyalurkan bantuan ini. Kami menyalurkan ini dengan tiga pola. Dibayarkan di Kantorpos, di komunitas, dan antaran untuk orang-orang tua yang lansia serta sedang sakit," jelas Haris.

Haris juga mengungkapkan progres pencairan nasional. Menurutnya, hingga pukul 07.00, Pos Indonesia telah menyalurkan bantuan kepada 7,2 juta penerima atau 58 persen dari total 12 juta KPM. Ia memastikan PT Pos menargetkan penyaluran selesai pada akhir November 2025.

"Alhamdulillah kemarin posisinya kami sudah bisa menyalurkan 1 hari dalam angka 1,8 juta. Insyaallah, tiga hari ke depan kami bisa menuntaskan tugas ini," ucap Haris.

Haris turut menjelaskan mekanisme kode QR pada surat pemberitahuan yang menjadi identitas digital untuk pencairan.

"Penerima nanti cukup datang ke Kantorpos, menunjukkan surat pemberitahuan, petugas kami akan melakukan scan terhadap QR code-nya, dan akan muncul datanya. Dari situ dilakukan proses pencocokan kembali," terang Haris.

Tantangan penyaluran di wilayah bencana

Pada kesempatan itu, Haris juga angkat bicara mengenai penyaluran bantuan yang dilakukan Pos Indonesia di beberapa wilayah Sumatera yang terdampak bencana alam, mulai dari Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh.

"Ada tiga provinsi di Sumatera yang terdampak dari bencana ini, khususnya Tapanuli Tengah. Realisasinya sampai saat ini masih rendah di 25 persen," kata Haris.

Menurutnya, masyarakat di wilayah tersebut masih fokus pada upaya pengungsian dan PT Pos akan menyalurkan bantuan ketika kondisi memungkinkan.

Mensos pun membenarkan hal tersebut. Ia memastikan penyaluran bantuan tersebut masih harus mengikuti perkembangan yang ada di wilayah terdampak bencana.

Haris dan Syaifullah saat berbicara dengan salah satu penerima bantuan. Dok. Pos Indonesia Haris dan Syaifullah saat berbicara dengan salah satu penerima bantuan.

"Tentunya menyesuaikan situasi dan kondisi di daerah bencana. Mungkin di tempat pengungsian atau di tempat-tempat yang bisa dijangkau oleh PT Pos ataupun oleh penerima manfaat," jelas Saifullah.

KPM sangat terbantu BLT Kesra

Sejumlah penerima manfaat yang hadir di Kantorpos KCU Bandung mengungkapkan rasa syukur atas bantuan BLT Kesra sebesar Rp 900.000 yang diberikan pemerintah.

Aneu Muliyati, wali dari Deri Muhammad Ginanjar yang merupakan penyandang down syndrome mengatakan bahwa bantuan tersebut sangat berarti bagi kebutuhan adiknya.

"Alhamdulillah, sekarang adik saya dapat bantuan. Saya sendiri sangat senang. Bantuan ini sangat membantu sekali," ujar Aneu.

Ia menjelaskan bahwa proses pencairan berlangsung mudah dan tertib.

"Alhamdulillah sangat baik sekali pelayanan di Kantorpos dan ramah-ramah orangnya," katanya.

Deri sendiri mengungkapkan rasa senangnya karena telah mendapatkan bantuan

Ungkapan syukur juga dilontarkan oleh KPM lainnya, Fitriani. Ia senang bisa mendapatkan bantuan. Menurutnya, proses pengambilan bantuan juga sangat mudah.

"Proses pengambilan bantuannya gampang. Pelayanan petugas Kantorpos sangat baik," tutur Fitriani.

Fitiriani mengaku bantuan tersebut akan digunakan untuk kebutuhan sehari-hari dan biaya sekolah anak.

Ika Heriyani, yang juga menerima BLT Kesra, menyampaikan rasa terima kasihnya kepada pemerintah.

Salah satu penerima manfaat BLT Kesra yang ada di Kantorpos KCU Bandung. Dok. Pos Indonesia Salah satu penerima manfaat BLT Kesra yang ada di Kantorpos KCU Bandung.

"Bantuan ini alhamdulillah sangat bermanfaat ya bagi kami. Terima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo, kepada Kementerian Sosial, dan kepada Kantorpos," katanya.

Ika berharap, bantuan serupa dapat berlanjut dan bahkan bisa menjadi modal usaha agar masyarakat bisa lebih mandiri.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau