Advertorial

Gelar RUPSLB, BRI Perkuat Tata Kelola dan Akselerasi Kinerja Tahun 2026

Kompas.com - 17/12/2025, 21:54 WIB

KOMPAS.com – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) di Kantor Pusat BRI, Jakarta, Rabu (17/12/2025).

Rapat yang dihadiri oleh jajaran Dewan Komisaris dan Direksi BRI itu menyetujui tiga mata acara rapat, yakni perubahan anggaran dasar perseroan, pendelegasian kewenangan persetujuan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) Tahun 2026, serta perubahan susunan pengurus perseroan.

Dalam agenda pertama, RUPSLB menyetujui perubahan anggaran dasar perseroan dalam rangka penyesuaian dengan peraturan perundang-undangan dan kebijakan yang berlaku.

Perubahan tersebut mencakup penyesuaian terhadap Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2003 tentang Badan Usaha Milik Negara sebagaimana telah diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2025, termasuk pengaturan mengenai hak-hak istimewa atas Saham Seri A Dwiwarna milik Negara Republik Indonesia.

Selain itu, perubahan anggaran dasar juga dilakukan untuk menyesuaikan dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 30 Tahun 2024 tentang Konglomerasi Keuangan dan Perusahaan Induk Konglomerasi Keuangan.

Agenda kedua RUPSLB menyetujui pendelegasian kewenangan kepada dewan komisaris dengan terlebih dahulu memperoleh persetujuan tertulis dari Pemegang Saham Seri B Terbanyak untuk menyetujui RKAP Perseroan Tahun 2026, termasuk perubahannya.

Pada agenda ketiga, RUPSLB menyetujui perubahan susunan pengurus perseroan sebagaimana telah ditetapkan sehingga susunan Direksi dan Komisaris perseroan menjadi sebagai berikut:

Dewan Komisaris

Komisaris Utama

Kartika Wirjoatmodjo

Wakil Komisaris Utama / Komisaris Independen

Parman Nataatmadja

Komisaris

Helvi Yuni Moraza

Komisaris

Awan Nurmawan Nuh

Komisaris Independen

Lukmanul Khakim

Komisaris Independen

Edi Susianto

*Anggota Dewan Komisaris yang diangkat baru dapat melaksanakan tugas dan fungsi dalam jabatannya apabila telah mendapat persetujuan dari OJK dan memenuhi ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Direksi

Direktur Utama

Hery Gunardi

Wakil Direktur Utama

Viviana Dyah Ayu Retno Kumalasari*

Direktur Micro

Akhmad Purwakajaya

Direktur Commercial Banking

Alexander Dippo Paris Y.S

Direktur Treasury and International Banking

Farida Thamrin

Direktur Corporate Banking

Riko Tasmaya

Direktur Network and Retail Funding

Aquarius Rudianto

Direktur Information Technology

Saladin Dharma Nugraha Effendi

Direktur Operations

Hakim Putratama

Direktur Legal and Compliance

Mahdi Yusuf*

Direktur Manajemen Risiko

Ety Yuniarti*

Direktur Finance and Strategy

Achmad Royadi*

Direktur Consumer Banking

Aris Hartanto*

*Anggota Direksi yang diangkat tersebut baru dapat melaksanakan tugas dan fungsi dalam jabatannya apabila telah mendapat persetujuan dari OJK dan memenuhi ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Direktur Utama BRI Hery Gunardi mengatakan, kinerja perseroan menunjukkan tren yang konsisten menuju capaian akhir tahun yang solid.

Pertumbuhan kredit dan pembiayaan diupayakan dapat berada di kisaran guidance 2025 perusahaan dengan tetap mempertimbangkan kondisi makroekonomi global dan domestik. Sementara, kualitas aset diperkirakan tetap berada pada level yang terkendali.

BRI mencatatkan kinerja keuangan yang terjaga hingga triwulan 2025 ditopang oleh pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan serta pengelolaan risiko yang pruden.

Suasana Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk yang membahas penguatan tata kelola dan arah kinerja perseroan 2026.Dok. BRI Suasana Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk yang membahas penguatan tata kelola dan arah kinerja perseroan 2026.

Secara konsolidasian, total aset perseroan meningkat menjadi Rp 2.123 triliun. Performa ini didorong oleh pertumbuhan kredit dan pembiayaan sebesar 6,26 persen secara tahunan (year on year/yoy).

Dari sisi pendanaan, perseroan mencatat dana pihak ketiga (DPK) sebesar Rp 1.475 triliun, tumbuh 8,25 persen yoy.

Sebagian besar DPK terbentuk dari dana murah (giro dan tabungan) dengan komposisi 67,7 persen sehingga mendukung efisiensi biaya dana perseroan.

Kualitas aset perseroan tetap terjaga yang tecermin dari rasio non-performing loan (NPL) yang berada pada level 3,1 persen.

NPL coverage mencapai 183,1 persen yang mencerminkan kehati-hatian perseroan dalam mengelola risiko kredit di tengah dinamika perekonomian.

Dari sisi funding, struktur DPK diproyeksikan masih ditopang oleh dana murah dengan rasio current account and saving account (CASA). Rasio ini mendukung efisiensi biaya dana secara berkelanjutan, sementara profitabilitas diperkirakan tetap terjaga sejalan dengan kinerja aset.

Direktur Utama BRI Hery Gunardi mengatakan, dari sisi profitabilitas, laba bersih konsolidasian perseroan tercatat sebesar Rp 41,23 triliun. Capaian ini didukung oleh return on asset (ROA) sebesar 2,7 persen dan return on equity (ROE) sebesar 17,0 persen.

Sementara itu, tingkat permodalan perseroan tetap kuat dengan rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) konsolidasi dan bank only masing-masing sebesar 25,4 persen dan 23,0 persen.

Permodalan yang kuat ini memberikan ruang memadai untuk mendukung pertumbuhan bisnis jangka panjang.

"Dari sisi profitabilitas, laba bersih konsolidasian perseroan tercatat sebesar Rp 41,23 triliun, didukung oleh capaian ROA sebesar 2,7 persen dan ROE sebesar 17,0 persen," ujar Hery dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Rabu..

Hery menambahkan, tingkat permodalan perseroan tetap kuat dengan rasio kecukupan modal (CAR) konsolidasi dan bank only masing-masing sebesar 25,4 persen dan 23,0 persen. Permodalan yang kuat ini memberikan ruang memadai untuk mendukung pertumbuhan bisnis jangka panjang.

"Sementara itu, tingkat permodalan perseroan tetap kuat dengan rasio kecukupan modal (CAR) konsolidasi dan bank only masing-masing sebesar 25,4 persen dan 23,0 persen yang memberikan ruang memadai untuk mendukung pertumbuhan bisnis jangka panjang," terangnya.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau