Advertorial

Dari Ide Jadi Bisnis, Ini 5 Langkah Wujudkan Mimpi Jadi Pengusaha

Kompas.com - 22/12/2025, 16:06 WIB

KOMPAS.com – Sebagian besar orang pernah punya keinginan untuk memiliki usaha sendiri. Rasanya menyenangkan membayangkan bisa mengatur waktu, menentukan arah bisnis, dan melihat hasil kerja keras tumbuh dari nol.

Namun, di balik semangat itu, selalu ada rasa ragu. Tak sedikit yang akhirnya menunda karena takut gagal atau bingung harus mulai dari mana.

Padahal, berkaca dari pelaku usaha sukses, langkah pertama memang selalu terasa paling berat. Bukan karena tak mampu, tapi karena pikiran dipenuhi banyak kekhawatiran, mulai dari produk, modal, pasar, hingga pengelolaan penjualan.

Semua itu wajar dirasakan calon wirausaha pemula. Namun, di era digital sekarang, memulai usaha justru jauh lebih mungkin dibanding beberapa tahun lalu.

Lantas, apa saja yang perlu disiapkan sebelum benar-benar terjun? Berikut langkah-langkah yang bisa jadi panduan.

  1. Mulai dari hal yang dikuasai

Banyak calon pengusaha sibuk mencari ide “wah” sampai lupa bahwa peluang bisa datang dari hal sederhana yang mereka kuasai.

Misalnya, seseorang yang hobi memasak bisa menjual makanan rumahan lewat media sosial. Atau yang gemar merangkai bunga membuka jasa hampers.

Bisnis yang berangkat dari passion biasanya lebih tahan lama karena dijalankan dengan rasa senang. Saat menghadapi tantangan, pelaku usaha tidak mudah menyerah karena memahami nilai produknya.

  1. Pahami kebutuhan pasar

Produk yang bagus belum tentu laku jika tidak sesuai kebutuhan pasar. Karena itu, penting mengenali siapa target pembeli dan apa yang mereka cari.

Langkah ini bisa dimulai dari observasi tren di media sosial atau gaya hidup masyarakat sekitar. Misalnya, tren kuliner sehat, produk lokal, atau konsep ramah lingkungan. Dengan memahami pasar, pelaku usaha bisa menentukan strategi produk dan promosi dengan lebih tepat.

  1. Hitung dan kelola modal dengan bijak

Modal sering jadi alasan utama seseorang menunda berwirausaha. Padahal, tidak semua bisnis butuh modal besar. Banyak contoh usaha rumahan berkembang pesat karena pengelolaan keuangan yang baik.

Yang penting, buat rencana sederhana, hitung biaya produksi, harga jual ideal, dan cara memutar uang agar bisnis tetap berjalan.

Apalagi, kini ada banyak layanan keuangan digital yang membantu pelaku usaha mengatur transaksi dengan lebih mudah dan aman.

  1. Manfaatkan pemasaran digital

Salah satu keunggulan wirausaha masa kini adalah kemudahan promosi. Media sosial (medsos), seperti Instagram, TikTok, dan WhatsApp Business bisa menjadi etalase efektif pemasaran tanpa biaya besar.

Gunakan foto menarik, testimoni pelanggan, atau video singkat untuk membangun kepercayaan pembeli. Promosi tidak harus selalu jualan langsung. Cerita di balik produk atau nilai brand justru bisa membuat pelanggan lebih terhubung.

  1. Permudah dengan pembayaran digital

Pembeli kini lebih suka transaksi cepat dan praktis. Karena itu, menyediakan pembayaran digital jadi hal penting bagi pelaku usaha.

Salah satu solusi yang bisa digunakan adalah Merchant QR Danamon, fitur yang memungkinkan pemilik usaha menerima pembayaran lewat satu kode QR terhubung ke sistem QRIS.

Pelanggan bisa membayar lewat e-wallet atau mobile banking apa pun yang mendukung QRIS.

Cara membuatnya juga mudah. Cukup datang ke cabang Danamon, isi formulir, tanda tangan, dan lampirkan e-KTP (serta NPWP jika ada). Setelah disetujui, merchant akan menerima ID dan PIN lewat SMS untuk login ke aplikasi QR Danamon.

Lewat aplikasi tersebut, pengguna bisa memantau transaksi real time, cek riwayat harian, unduh QR statis, atau buat QR dinamis langsung dari ponsel. Dana hasil transaksi pun akan masuk ke rekening di hari yang sama (sesuai ketentuan yang berlaku), membuat arus kas lebih lancar.

Merchant QR Danamon juga sudah terhubung dengan jaringan lintas negara, sehingga bisa digunakan oleh pembeli dari Malaysia, Thailand, Singapura, dan Jepang. Cukup scan QR, pembayaran langsung beres, praktis, dan kekinian.

Solusi finansial lewat Danamon Financial Friday 2025

Tak berhenti di situ, berbagai solusi finansial juga terus dikembangkan Danamon agar bisa menjawab kebutuhan masyarakat, termasuk pelaku usaha.

Melalui webseries Danamon Financial Friday (DFF) 2025, Danamon menghadirkan cara seru belajar soal literasi keuangan. Bukan lewat seminar atau pelatihan formal, melainkan sitcom yang menghadirkan cerita sehari-hari.

Cerita yang dibahas dalam sitcom tersebut mulai dari tantangan mengatur pengeluaran, mencari peluang investasi, hingga mengelola bisnis kecil agar tetap tumbuh stabil.

Beragam produk unggulan Danamon juga diperkenalkan sebagai bagian dari solusi itu, mulai dari D-Bank PRO by Danamon yang memudahkan transaksi digital harian, Tabungan Danamon LEBIH PRO untuk pengelolaan dana yang efisien, Kartu Kredit Danamon, hingga program KPR yang membantu masyarakat mewujudkan hunian impian.

Yuk, belajar cara cerdas atur uang bareng Danamon Financial Friday setiap Jumat di YouTube channel Bank Danamon.

Untuk informasi seputar Danamon Financial Friday, klik tautan berikut.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau