KOMPAS.com— PT Permodalan Nasional Madani (PNM) menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat dengan melibatkan langsung para nasabahnya. Bantuan ini berupa produk makanan siap saji hasil usaha pelaku usaha ultramikro binaan PNM.
Sebanyak lebih dari 2.000 paket abon kemasan dan rendang siap saji didistribusikan ke lebih dari 10 titik, mulai dari posko pengungsian, dapur umum, hingga rumah-rumah nasabah PNM Mekaar di Aceh Tamiang.
Adapun produk abon berasal dari nasabah PNM di Serang, Banten. Sementara itu, rendang siap saji diproduksi oleh nasabah PNM di Padang, Sumatera Barat.
Sekretaris Perusahaan PNM Dodot Patria Ary mengatakan bahwa pelibatan nasabah dalam penyaluran bantuan merupakan bagian dari nilai yang dijaga perusahaan dalam membangun ekosistem usaha ultramikro.
“Kami turut berduka atas musibah yang dialami masyarakat di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Dalam membantu pemulihan, PNM melibatkan nasabah Mekaar yang memiliki usaha makanan siap saji. Lebih dari 2.000 produk abon dan rendang karya nasabah telah kami salurkan,” ujar Dodot dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Selasa (23/12/2025).
Dodot menyebut, penyaluran bantuan itu tidak hanya bertujuan memenuhi kebutuhan pangan penyintas, tetapi juga menjadi bentuk solidaritas antarnasabah di tengah situasi bencana.
Nasabah PNM asal Serang yang mengelola usaha abon kemasan siap saji, Hani Susanti, mengaku terharu karena dilibatkan dalam aksi kemanusiaan tersebut.
“Sebagai pelaku usaha kecil, saya tidak pernah membayangkan produk dari dapur kami bisa sampai ke Aceh. Saya bersyukur bisa ikut membantu dan berharap abon ini dapat sedikit menguatkan mereka yang terdampak,” cerita Hani.
Hal serupa disampaikan Ningsih. Ia adalah nasabah PNM dari Padang yang menjalankan usaha rendang siap saji. Kabar bencana menjadi dorongan baginya untuk saling membantu, terutama sesama nasabah.
“Ketika mendengar ada saudara-saudara kami (sesama nasabah PNM) yang terdampak banjir dan longsor, kami merasa terpanggil untuk berbagi. Lewat usaha yang kami miliki, kami ingin ikut meringankan beban mereka,” kata Ningsih.
Ia menambahkan, kebersamaan yang dibangun melalui program PNM tidak berhenti pada aspek pembiayaan.
“PNM mengajarkan kami untuk tumbuh bersama dan saling menguatkan, terutama di saat sulit seperti sekarang,” ujarnya.
Dodot berharap, bantuan tersebut tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan pangan para penyintas, tetapi juga memberikan dukungan moral bahwa mereka tidak menghadapi situasi sulit ini sendirian.