KOMPAS.com – Wali Kota Bogor Dedie A Rachim bersama Bupati Bogor Rudy Susmanto menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Galuga untuk mengolah sampah menjadi listrik.
Sesi penandatanganan dilakukan di Halaman Klinik Utama Rawat Inap Parung, Bogor, Jawa Barat, Selasa (23/12/2025).
Dedie Rachim menyampaikan bahwa penandatanganan itu menjadi ujung dari proses panjang yang telah dilalui, termasuk melengkapi berbagai persyaratan menuju Waste to Energy (WtE), yakni pengolahan sampah menjadi energi listrik melalui Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) di lahan bersama TPAS Galuga.
Adapun proses administrasi yang telah dilalui di antaranya adalah penandatanganan nota kesepahaman (MoU), perjanjian kerja sama, pembinaan lingkungan, dan berbagai tahapan lain.
“Dengan demikian, setelah penandatanganan ini, langkah selanjutnya adalah pengadaan kontraktor (pengadaan barang dan jasa) oleh Danantara bekerja sama dengan Kementerian Lingkungan Hidup. Jadi, setelah ini kita tinggal menunggu saja,” ucap Dedie dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Rabu (24/12/2025).
Dedie melanjutkan, PLTSa itu tidak hanya berfungsi untuk mengelola sampah baru, tetapi juga timbulan sampah yang menggunung di TPAS Galuga.
Dengan begitu, sampah dapat diolah sesuai persentase yang telah ditetapkan, termasuk pengolahan air lindi atau limbah serta sisa pembakaran yang akan dimanfaatkan menjadi batako.
“Jadi, semua yang masuk dan diolah. Yang tidak boleh masuk itu hanya besi dan tanah. Jadi, sampah non-B3 semuanya dimungkinkan untuk masuk,” jelasnya.
Rudy menambahkan, pembangunan kawasan Bogor Raya tidak bisa dilakukan secara sendiri-sendiri. Menurutnya, kebersamaan dibutuhkan agar ke depan, Bogor Raya dapat lebih maju, aman, adil, dan makmur.
Setelah perjanjian kerja sama ini ditandatangani, lanjut Rudy, Kota Kabupaten Bogor berkolaborasi dengan Kementerian Lingkungan Hidup untuk menyelesaikan permasalahan sampah di TPAS Galuga.
“Kami kelola dengan baik menggunakan sistem PLTSa, pengelolaan sampah menjadi energi listrik, sehingga 10–15 tahun ke depan tidak ada lagi sampah yang menumpuk dan semuanya terbakar habis. Inilah pentingnya kolaborasi,” ujarnya.
Selain itu, Rudy turut menyampaikan bahwa saat ini, pengadaan barang dan jasa (PBJ) sedang berjalan di Danantara dan peletakan batu pertama (groundbreaking) akan dilakukan pada 2026 mendatang.
“PLTSa masuk dalam tahap batch 1 Bogor Raya, Kota Bogor dan Kabupaten Bogor. Mudah-mudahan pada tahun depan tahapan pembangunan sudah mulai berjalan,” ujarnya.