Advertorial

Milenial dan Gen Z Juga Bisa Punya Rumah, asal Tahu Caranya

Kompas.com - 24/12/2025, 19:20 WIB

KOMPAS.com – Bagi sebagian anak muda, punya rumah sendiri terasa seperti impian yang masih tertunda.

Harga properti naik terus, biaya hidup makin tinggi, dan serta tuntutan gaya hidup di era serbadigital membuat pengeluaran harian kian beragam. Namun, bukan berarti impian itu tak bisa diwujudkan.

Kuncinya bukan pada seberapa besar penghasilan, tapi bagaimana kamu mengelola keuangan dengan cerdas dan konsisten. Dengan strategi yang tepat, Milenial dan Gen Z pun bisa menyiapkan langkah nyata menuju rumah impian mereka.

Punya rumah juga bukan cuma soal uang muka dan cicilan, melainkan juga kesiapan mental, disiplin, dan kemampuan mengatur prioritas. Banyak anak muda yang sudah mulai sadar pentingnya investasi, menabung, dan mengatur pengeluaran, tapi belum tahu harus mulai dari mana.

Karena itu, langkah awal yang terukur dan realistis jadi kunci untuk mewujudkan hunian pertama. Berikut beberapa cara praktis yang bisa kamu mulai dari sekarang.

  1. Tentukan tujuan dan mulai dari langkah kecil

Semua pencapaian besar dimulai dari visi yang jelas. Tentukan dulu target harga rumah yang kamu incar, area yang diinginkan, dan waktu ideal untuk mulai mencicil. Setelah itu, susun rencana keuangan yang sesuai kemampuan.

Kamu bisa menggunakan prinsip 50-30-20, yakni alokasikan 50 persen pendapatan untuk kebutuhan pokok, 30 persen untuk gaya hidup, dan 20 persen untuk tabungan atau investasi.

Dari porsi terakhir inilah kamu bisa menabung untuk down payment (DP) rumah atau menyiapkan dana cadangan untuk cicilan awal.

  1. Kendalikan pengeluaran dan gaya hidup

Sering kali impian finansial gagal bukan karena penghasilan kecil, tapi karena pengeluaran tak terkontrol. Catat setiap transaksi harian agar kamu tahu ke mana uangmu pergi.

Kurangi kebiasaan impulsif, seperti checkout dadakan saat belanja online, langganan layanan digital yang jarang dipakai, atau nongkrong berlebihan tanpa perencanaan.

Dengan menekan pengeluaran kecil yang tidak penting, kamu bisa mengalihkan dana itu untuk tabungan rumah. Sekecil apa pun nominalnya, setiap rupiah yang berhasil disimpan akan membawa kamu selangkah lebih dekat ke tujuan.

  1. Belajar finansial dengan cara seru dan relevan

Belajar soal keuangan kadang terasa kaku dan membingungkan, padahal bisa dilakukan dengan cara yang ringan dan menghibur.

Salah satu sumber inspiratif yang bisa kamu ikuti adalah web series Danamon Financial Friday (DFF), yakni serial edukasi finansial dari Danamon Group yang menghadirkan cerita sehari-hari khas Milenial dan Gen Z.

Serial tersebut menampilkan kehidupan bertetangga enam karakter, yaitu Amanda Rigby, Nury Zhafira, Sania Leonardo, Duto Triadji, Allesandro Del Salomo, dan Apos Hutagaol.

Mereka punya gaya hidup berbeda, tapi sama-sama berjuang menghadapi tantangan finansial, mulai dari menabung untuk rumah, mengatur cicilan, hingga mengelola usaha kecil.

Manda (diperankan Amanda Rigby) hadir sebagai tokoh utama yang membantu teman-temannya menemukan solusi lewat berbagai produk dan layanan dari Bank Danamon.

Mulai dari KPR Danamon yang membantu wujudkan hunian impian dengan cicilan ringan, D-Bank PRO by Danamon untuk transaksi digital harian, hingga Danamon LEBIH PRO untuk tabungan fleksibel dengan banyak keuntungan.

Lewat program KPR, Danamon menyediakan rangkaian solusi pembiayaan properti yang lebih komprehensif bagi nasabah dalam memiliki dan merawat hunian seperti rumah, apartemen, rumah toko atau rumah makan (ruko/rukan), hingga kavling siap bangun.

Dengan limit pinjaman hingga Rp 15 miliar, jangka waktu angsuran fleksibel sampai 30 tahun (khusus developer rekanan), serta suku bunga kompetitif, KPR Danamon memberikan ruang gerak yang luas dalam merencanakan kepemilikan properti.

Promo suku bunga yang ditawarkan pun beragam. Nasabah dapat memilih skema fixed 3 tahun, fixed 5 tahun, hingga fixed berjenjang dengan tenor hingga 15 tahun.

Suku bunga dimulai dari 3,88 persen fixed 3 tahun untuk properti indent/primary lewat developer rekanan, serta 5,68 persen fixed 3 tahun untuk pembelian secondary maupun take over plus top-up, dengan minimum tenor 10 tahun.

Produk tersebut cocok untuk kamu yang ingin memiliki hunian pribadi, memperluas portofolio investasi properti, atau membeli ruko/rukan untuk menunjang usaha.

Semua proses pengajuan didukung oleh tim profesional Danamon untuk memastikan pengalaman pembiayaan yang aman dan lancar.

Sementara itu, Kredit Multi Guna (KMG) Danamon menjadi pilihan bagi nasabah yang sudah memiliki properti dan membutuhkan dana tunai untuk renovasi, interior, ataupun keperluan konsumtif lainnya.

Dengan plafon pinjaman hingga Rp 8 miliar, tenor angsuran hingga 10 tahun, serta jenis jaminan yang fleksibel (rumah, ruko/rukan, atau apartemen), nasabah dapat mengoptimalkan aset yang dimiliki tanpa harus melepas kepemilikan.

Syaratnya pun mudah, antara lain WNI minimal 21 tahun, penghasilan mulai dari Rp 6 juta per bulan, dan usia maksimal 70 tahun saat jatuh tempo.

KMG Danamon sangat ideal untuk mereka yang ingin mempercantik hunian, melakukan perbaikan besar, atau memaksimalkan kebutuhan keluarga dengan pencairan dana yang cepat dan praktis.

-Dok. Danamon -

Untuk kebutuhan lain, ada juga KPM Prima bagi yang ingin memiliki kendaraan, Merchant QR Danamon untuk pelaku usaha, Kartu Kredit Danamon JCB bagi yang suka belanja, serta Danamon Cash Connect untuk pengelolaan bisnis digital yang efisien.

Setiap episode Danamon Financial Friday dikemas dengan gaya sitcom ringan dan dialog yang dekat dengan kehidupan anak muda.

Kamu bisa belajar finansial tanpa merasa digurui karena setiap kisahnya terasa relatable dan mudah diterapkan pada kehidupan sehari-hari.

Yuk, belajar cara cerdas atur uang bareng Danamon Financial Friday. Tonton Danamon Financial Friday setiap Jumat di YouTube channel Bank Danamon dan temukan inspirasi finansial yang relevan buat gaya hidupmu.

Karena rumah impian bukan cuma untuk diimpikan, tapi untuk diwujudkan langkah demi langkah, mulai dari sekarang.

Untuk informasi seputar Danamon Financial Friday, klik tautan berikut.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau