Advertorial

42 Mustahik Siap Naik Kelas Jadi Wirausaha Mandiri pada Inagurasi Wirausaha Berdaya 2025

Kompas.com - 30/12/2025, 10:28 WIB

KOMPAS.com – Program Wirausaha Berdaya resmi menyelesaikan batch pertama yang ditandai dengan penyelenggaraan kegiatan Inagurasi Wirausaha Berdaya 2025 di Museum Mandiri, Jakarta Barat, Sabtu (27/12/2025).

Lewat kegiatan inagurasi itu, seluruh peserta secara resmi ditetapkan sebagai alumnus Wirausaha Berdaya 2025.

Sebagai puncak dari rangkaian program pemberdayaan ekonomi, kegiatan tersebut dilaksanakan dengan tujuan untuk memperkuat kapasitas usaha mustahik (penerima zakat). Dengan demikian, mereka mampu berkembang menjadi pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang mandiri, berdaya saing, dan berkelanjutan.

Kegiatan itu juga diharapkan dapat mendorong transformasi mustahik menjadi muzaki (orang yang membayar zakat).

Setelah melalui pendampingan intensif selama sekitar tiga hingga empat bulan, sebanyak 42 peserta dinyatakan lolos dan menerima bantuan modal usaha.

Program Wirausaha Berdaya sendiri merupakan hasil kolaborasi antara Mandiri Amal Insani (MAI) Foundation bersama Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kota Bandung dan HIPMI Academy sebagai mitra pelaksana.

Kolaborasi itu menjadi wujud nyata sinergi antara lembaga filantropi dan organisasi pengusaha dalam mendorong pemberdayaan ekonomi berbasis kewirausahaan yang berorientasi pada kemandirian jangka panjang.

Ketua Yayasan MAI Foundation Bily Arkan menyampaikan, bahwa program tersebut tidak hanya dirancang sebagai penyaluran bantuan modal usaha, tetapi juga sebagai pemberdayaan berkelanjutan untuk membentuk pengusaha mustahik yang mandiri, produktif, dan berdaya saing.

“Program Wirausaha Berdaya merupakan bagian dari upaya kami dalam membangun kemandirian ekonomi mustahik secara berkelanjutan sehingga ke depan mereka mampu bertransformasi dari penerima manfaat menjadi pemberi manfaat,” ujar Bily dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Senin (29/12/2025).

Senada, Direktur MAI Foundation Zainal Abidin turut menegaskan manfaat pendampingan yang terstruktur agar para peserta mampu mengelola usaha secara profesional dan berorientasi pada pertumbuhan jangka panjang.

“Pendampingan menjadi kunci agar usaha yang dijalankan tidak hanya bertahan, tetapi juga tumbuh dan berkembang secara berkelanjutan,” jelas Zainal.

Sementara itu, Manager Pemberdayaan dan Pendistribusian MAI Foundation Abdul Hadi menekankan bahwa Wirausaha Berdaya merupakan bagian dari strategi pemberdayaan ekonomi yang terukur dan berkelanjutan, dengan indikator capaian yang jelas bagi setiap peserta.

Dengan demikian, para peserta diharapkan mampu mengembangkan usaha secara berkelanjutan, meningkatkan kesejahteraan keluarga, serta memberikan dampak sosial yang lebih luas bagi masyarakat.

Materi pendampingan

Selama pembinaan, program tersebut didampingi secara langsung oleh Direktur HIPMI Academy Ganjar Hidayat. Ia berperan aktif sejak tahap awal hingga pelaksanaan inagurasi.

Ketua HIPMI Kota Bandung Ibrahim Imaduddin Islam juga memberikan dukungan dengan mendorong keterlibatan pengusaha muda dalam penguatan ekosistem UMKM berbasis pemberdayaan.

Selama pendampingan, para peserta mendapatkan pembinaan yang mencakup penguatan mindset kewirausahaan, pengelolaan usaha, peningkatan kapasitas produksi, serta strategi pemasaran sebagai bekal dalam mengembangkan usaha secara berkelanjutan.

Peserta Wirausaha Berdaya 2025 diklasifikasikan ke dalam empat kategori capaian berdasarkan tingkat perkembangan dan kinerja usahanya. Pengelompokan tersebut dilakukan demi mendorong peningkatan kapasitas usaha secara bertahap dan terukur.

Adapun kategori tertinggi adalah Wiraberdaya Visioner. Kategori ini berisi lima peserta yang dinilai memiliki visi usaha yang kuat, keberlanjutan bisnis, serta potensi dampak sosial yang tinggi.

Kemudian, pada kategori kedua ada Wiraberdaya Kompeten yang diikuti oleh 10 peserta dengan kemampuan pengelolaan usaha yang baik dan konsisten.

Selanjutnya adalah kategori Wiraberdaya Produktif dengan jumlah 15 peserta yang telah mampu menjaga produktivitas usaha secara stabil. Terakhir, yaitu kategori Wiraberdaya Bertumbuh dengan jumlah 12 peserta yang dapat menunjukkan progres dan potensi pertumbuhan usaha ke arah yang lebih baik.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau