Advertorial

Perkuat Ekosistem Usaha Rakyatlewat Koperasi, Kemenkop Jalin Sinergi Lintas Kementerian dan Lembaga

Kompas.com - 30/12/2025, 15:21 WIB

KOMPAS.com — Kementerian Koperasi (Kemenkop) menjalin sinergi dengan sejumlah kementerian dan lembaga untuk membangun ekosistem usaha rakyat yang terintegrasi dan berdaya saing melalui koperasi.

Kerja sama tersebut melibatkan Kementerian Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), Kementerian Kehutanan (Kemenhut), Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek), Kementerian Transmigrasi, serta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.

Sinergi lintas itu diwujudkan melalui penandatanganan nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) bersama sebagai bentuk komitmen memperkuat pembangunan koperasi dan ekonomi rakyat.

Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono mengatakan, kerja sama tersebut menjadi landasan penting dalam pengembangan koperasi sebagai penggerak utama ekonomi rakyat.

Kemenkop memiliki target strategis pada 2026 dengan rencana pembangunan dan pengembangan 80.000 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.

Koperasi tersebut akan dilengkapi dengan berbagai sarana pendukung, mulai dari gerai pemasaran hingga pelatihan bagi pengurus koperasi.

“Kami berharap, koperasi desa/kelurahan ini dapat menjadi wadah utama dalam menampung dan memasarkan produk-produk UMKM secara modern dan terorganisasi melalui kerja sama lintas kementerian dan lembaga,” kata Ferry dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Senin (29/12/2025).

Adapun acara penandatanganan MoU tersebut dilaksanakan di Jakarta, Selasa (23/12/2025). Kegiatan ini turut dihadiri Menteri UMKM Maman Abdurrahman, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, dan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto.

Wakil Menteri Transmigrasi Viva Yoga Mauladi, Direktur Utama BPJS Kesehatan Ali Ghufron Mukti, serta Wakil Menteri Koperasi Farida Farichah juga hadir di agenda itu.

Secara rinci, ruang lingkup kerja sama dengan Kementerian UMKM difokuskan pada pembinaan dan pengembangan kapasitas sumber daya manusia (SDM), penguatan kelembagaan koperasi dan UMKM, serta pengembangan kewirausahaan.

Kerja sama itu juga mencakup penguatan dan pengembangan usaha serta berbagi pakai data dan informasi antarinstansi.

Ferry menegaskan, koperasi memiliki peran strategis sebagai rumah besar UMKM. Oleh karena itu, sinergi lintas kementerian dan lembaga penting dilakukan untuk membangun ekosistem usaha rakyat yang kuat dan berdaya saing.

“Koperasi merupakan holding dan rumah besar UMKM sehingga sinergi ini sangat penting untuk membangun ekosistem usaha rakyat yang kuat dan berdaya saing,” ujarnya.

Maman menambahkan, Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dapat berperan sebagai agregator bagi UMKM di daerah.

Menurutnya, koperasi dapat menjadi sarana penguatan usaha menengah yang terkluster di setiap wilayah.

“Kami mendorong penguatan usaha menengah yang akan mengklusterisasi di setiap daerah, terutama melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih,” kata Maman.

Sementara itu, kerja sama dengan Kemendiktisaintek mencakup pemanfaatan riset, inovasi, dan pengabdian kepada masyarakat untuk pengembangan koperasi.

Kerja sama tersebut juga diarahkan pada peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) dan kelembagaan koperasi, serta penguatan literasi dan diseminasi informasi perkoperasian.

Brian menyampaikan, pihaknya juga mendorong pembentukan koperasi mahasiswa di perguruan tinggi.

“Koperasi mahasiswa di universitas diharapkan dapat menjadi contoh bagi koperasi lain di daerah serta menjadi kekuatan ekonomi baru,” ujarnya.

Adapun kerja sama dengan Kementerian Kehutanan difokuskan pada penguatan kelembagaan, usaha, dan kapasitas SDM koperasi di sektor kehutanan. Sinergi ini mencakup fasilitasi sarana dan prasarana serta penguatan jejaring usaha.

Langkah tersebut diharapkan mampu memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat serta menjaga kelestarian hutan secara bersamaan.

Raja Juli Antoni mengungkapkan, saat ini, pemerintah telah mengalokasikan 8,3 juta hektare lahan perhutanan sosial untuk masyarakat.

“Lahan tersebut telah diberikan kepada sekitar 1,4 juta kepala keluarga yang membentuk 15.000 Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS),” jelasnya.

Kerja sama dengan Kementerian Transmigrasi menitikberatkan pada penguatan koperasi di kawasan transmigrasi. Ruang lingkupnya meliputi integrasi data, sinkronisasi kebijakan dan program, pembentukan serta penguatan kelembagaan koperasi, pengembangan kemitraan, hingga peningkatan kapasitas SDM.

Viva Yoga Mauladi menyampaikan, pengembangan koperasi di kawasan transmigrasi menjadi penting lantaran saat ini telah terbentuk 1.560 badan usaha dan 466 perkampungan transmigrasi yang tersebar di 116 kabupaten/kota dan tiga provinsi.

“Melalui koperasi, diharapkan dapat meningkatkan pergerakan ekonomi dan sosial di kawasan transmigrasi,” ujarnya.

Menkop Ferry juga berharap, koperasi dapat menjadi motor penggerak ekonomi kawasan transmigrasi yang inklusif dan berkelanjutan.

Selain itu, Kemenkop turut menjalin kerja sama dengan BPJS Kesehatan. Fokus kerja sama ini mencakup pertukaran data dan informasi, peningkatan literasi serta sosialisasi program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), peningkatan kepesertaan aktif insan koperasi, serta mendorong koperasi menjadi mitra strategis dalam pelaksanaan program JKN.

Kerja sama itu juga mendukung pengembangan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, khususnya dalam pemanfaatan gerai layanan kesehatan, seperti apotek dan klinik koperasi. Tujuannya, agar terintegrasi dalam ekosistem layanan JKN sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Ali Ghufron Mukti mengatakan, kerja sama tersebut juga bertujuan mengaktifkan kembali program apotek hidup dan memperluas perlindungan jaminan sosial bagi para pelaku Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di seluruh Indonesia.

Menkop Ferry menegaskan, seluruh MoU yang ditandatangani bukanlah tujuan akhir, melainkan fondasi awal untuk kerja nyata yang terukur dan berdampak.

“Kemenkop berkomitmen menindaklanjuti kerja sama ini ke dalam rencana aksi yang konkret dan berkelanjutan demi memberikan manfaat bagi masyarakat yang adil dan makmur,” katanya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh kementerian dan lembaga atas komitmen serta kolaborasi yang telah terbangun.

“Kami berharap, sinergi ini semakin memperkuat koperasi sebagai pilar utama ekonomi rakyat dan memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan nasional,” ujar Ferry.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau