KOMPAS.com – Liburan Natal dan Tahun Baru menjadi momen yang dinantikan banyak keluarga untuk beristirahat serta menikmati waktu bersama.
Beragam aktivitas fisik pun kerap dilakukan selama liburan, mulai dari berjalan jauh saat berwisata, berenang, hingga bermain aktif bersama anak.
Tanpa disadari, aktivitas tersebut sering dilakukan dalam durasi panjang dan intensitas yang cukup tinggi. Jika tidak disertai persiapan yang memadai, kondisi ini berpotensi menguras energi tubuh dan meningkatkan risiko kelelahan hingga cedera.
Untuk menghindari hal tersebut, Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga Mayapada Hospital Jakarta Selatan dr Surya Santosa, SpKO, menyarankan untuk melakukan aktivitas fisik selama liburan secara bertahap dan disesuaikan dengan kondisi tubuh masing-masing.
Menurutnya, tubuh tetap perlu bergerak saat liburan, tetapi intensitasnya harus diatur. Idealnya, aktivitas fisik diawali dengan pemanasan ringan, dilanjutkan aktivitas utama dengan durasi dan intensitas yang disesuaikan, serta diakhiri pendinginan.
“Jangan lupa cukupi kebutuhan cairan dan berikan waktu istirahat yang cukup. Ini penting untuk mencegah kelelahan dan cedera,” ujar dr Surya dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Rabu (31/12/2025).
Selain pengaturan intensitas, mengetahui batas kemampuan tubuh juga menjadi hal krusial selama liburan.
Jadwal yang padat, keinginan memaksimalkan waktu bersama keluarga, serta perubahan pola makan dan waktu istirahat kerap membuat tubuh lebih cepat lelah.
Dalam kondisi ini, tidak sedikit orang tetap memaksakan diri beraktivitas, meski tubuh sudah memberikan sinyal kelelahan. Pada akhirnya, risiko cedera pun meningkat.
Dokter Surya pun menyarankan untuk memilih aktivitas yang aman dan inklusif bagi seluruh anggota keluarga.
“Setiap anggota keluarga memiliki kondisi fisik yang berbeda, terutama anak-anak dan lansia. Karena itu, penting memilih aktivitas yang sesuai dengan usia dan kemampuan masing-masing agar seluruh keluarga dapat menikmati liburan dengan nyaman dan aman,” katanya.
Beberapa pilihan aktivitas fisik ringan yang bisa dilakukan bersama adalah berjalan santai, berenang dengan durasi yang sesuai, atau bermain aktif bersama anak.
Selain membantu menjaga kebugaran, aktivitas ini juga dapat mempererat kebersamaan selama dilakukan secara bertahap dan diselingi waktu istirahat yang cukup.
Jaga imunitas
Tak hanya pengaturan aktivitas, daya tahan tubuh selama liburan juga dipengaruhi oleh asupan cairan dan nutrisi harian.
Dokter Spesialis Gizi Klinik Mayapada Hospital Kuningan dr Oki Yonatan Oentiono, SpGK, PNS, pun mengingatkan pentingnya menjaga asupan nutrisi selama masa liburan.
“Perubahan pola makan saat liburan, konsumsi makanan tinggi gula atau lemak, serta kurang minum air putih dapat menurunkan daya tahan tubuh. Oleh karena itu, penting memastikan asupan cairan yang cukup dan memilih makanan dengan gizi seimbang agar stamina tetap terjaga, terutama saat beraktivitas di luar ruang,” kata dr Oki.
Dengan dukungan asupan nutrisi dan cairan yang tepat, aktivitas fisik yang dilakukan secara terukur selama liburan justru dapat membantu tubuh tetap bugar dan lebih siap kembali menjalani rutinitas setelah liburan usai.
Dalam mendukung kebugaran anggota keluarga selama ataupun setelah liburan Natal dan Tahun Baru, Mayapada Hospital melalui Sports Injury Treatment and Performance Center (SITPEC) menyediakan layanan terpadu, mulai dari skrining praolahraga, pencegahan dan penanganan cedera, hingga program peningkatan performa serta pemulihan pascacedera atau operasi.
Layanan itu didukung fasilitas modern, seperti gim, VO? Max, dan Body Composition Analysis. Seluruh layanan ini ditangani oleh tim dokter multidisiplin dan fisioterapis berpengalaman.
Berbagai informasi kesehatan dari dokter Mayapada Hospital juga dapat diakses melalui aplikasi MyCare pada fitur Health Articles & Tips.
Selain itu, masyarakat dapat memantau kebugaran tubuh melalui fitur Personal Health untuk menghitung detak jantung, langkah kaki, kalori terbakar, serta Body Mass Index (BMI).