Advertorial

Liburan Tetap Aktif dan Sehat, Ini Cara Cegah Cedera Saat Aktivitas Bareng Keluarga

Kompas.com - 31/12/2025, 17:13 WIB

KOMPAS.com – Liburan Natal dan Tahun Baru menjadi momen yang dinantikan banyak keluarga untuk beristirahat serta menikmati waktu bersama.

Beragam aktivitas fisik pun kerap dilakukan selama liburan, mulai dari berjalan jauh saat berwisata, berenang, hingga bermain aktif bersama anak.

Tanpa disadari, aktivitas tersebut sering dilakukan dalam durasi panjang dan intensitas yang cukup tinggi. Jika tidak disertai persiapan yang memadai, kondisi ini berpotensi menguras energi tubuh dan meningkatkan risiko kelelahan hingga cedera.

Untuk menghindari hal tersebut, Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga Mayapada Hospital Jakarta Selatan dr Surya Santosa, SpKO, menyarankan untuk melakukan aktivitas fisik selama liburan secara bertahap dan disesuaikan dengan kondisi tubuh masing-masing.

Menurutnya, tubuh tetap perlu bergerak saat liburan, tetapi intensitasnya harus diatur. Idealnya, aktivitas fisik diawali dengan pemanasan ringan, dilanjutkan aktivitas utama dengan durasi dan intensitas yang disesuaikan, serta diakhiri pendinginan.

“Jangan lupa cukupi kebutuhan cairan dan berikan waktu istirahat yang cukup. Ini penting untuk mencegah kelelahan dan cedera,” ujar dr Surya dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Rabu (31/12/2025).

Selain pengaturan intensitas, mengetahui batas kemampuan tubuh juga menjadi hal krusial selama liburan.

Jadwal yang padat, keinginan memaksimalkan waktu bersama keluarga, serta perubahan pola makan dan waktu istirahat kerap membuat tubuh lebih cepat lelah.

Dalam kondisi ini, tidak sedikit orang tetap memaksakan diri beraktivitas, meski tubuh sudah memberikan sinyal kelelahan. Pada akhirnya, risiko cedera pun meningkat.

Dokter Surya pun menyarankan untuk memilih aktivitas yang aman dan inklusif bagi seluruh anggota keluarga.

“Setiap anggota keluarga memiliki kondisi fisik yang berbeda, terutama anak-anak dan lansia. Karena itu, penting memilih aktivitas yang sesuai dengan usia dan kemampuan masing-masing agar seluruh keluarga dapat menikmati liburan dengan nyaman dan aman,” katanya.

Beberapa pilihan aktivitas fisik ringan yang bisa dilakukan bersama adalah berjalan santai, berenang dengan durasi yang sesuai, atau bermain aktif bersama anak.

Selain membantu menjaga kebugaran, aktivitas ini juga dapat mempererat kebersamaan selama dilakukan secara bertahap dan diselingi waktu istirahat yang cukup.

Jaga imunitas

Tak hanya pengaturan aktivitas, daya tahan tubuh selama liburan juga dipengaruhi oleh asupan cairan dan nutrisi harian.

Dokter Spesialis Gizi Klinik Mayapada Hospital Kuningan dr Oki Yonatan Oentiono, SpGK, PNS, pun mengingatkan pentingnya menjaga asupan nutrisi selama masa liburan.

“Perubahan pola makan saat liburan, konsumsi makanan tinggi gula atau lemak, serta kurang minum air putih dapat menurunkan daya tahan tubuh. Oleh karena itu, penting memastikan asupan cairan yang cukup dan memilih makanan dengan gizi seimbang agar stamina tetap terjaga, terutama saat beraktivitas di luar ruang,” kata dr Oki.

Dengan dukungan asupan nutrisi dan cairan yang tepat, aktivitas fisik yang dilakukan secara terukur selama liburan justru dapat membantu tubuh tetap bugar dan lebih siap kembali menjalani rutinitas setelah liburan usai.

Dalam mendukung kebugaran anggota keluarga selama ataupun setelah liburan Natal dan Tahun Baru, Mayapada Hospital melalui Sports Injury Treatment and Performance Center (SITPEC) menyediakan layanan terpadu, mulai dari skrining praolahraga, pencegahan dan penanganan cedera, hingga program peningkatan performa serta pemulihan pascacedera atau operasi.

Layanan itu didukung fasilitas modern, seperti gim, VO? Max, dan Body Composition Analysis. Seluruh layanan ini ditangani oleh tim dokter multidisiplin dan fisioterapis berpengalaman.

Berbagai informasi kesehatan dari dokter Mayapada Hospital juga dapat diakses melalui aplikasi MyCare pada fitur Health Articles & Tips.

Selain itu, masyarakat dapat memantau kebugaran tubuh melalui fitur Personal Health untuk menghitung detak jantung, langkah kaki, kalori terbakar, serta Body Mass Index (BMI).

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau