Advertorial

Ingin Liburan Nyaman Tanpa Nyeri Lutut? Kenali Solusi Medis yang Tepat

Kompas.com - 31/12/2025, 20:33 WIB

KOMPAS.com - Libur akhir tahun dapat menjadi momen yang tepat untuk melaksanakan berbagai momen seru tanpa rasa khawatir.

Sayangnya, aktivitas fisik yang meningkat selama liburan kerap memicu nyeri lutut sehingga mengganggu kenyamanan dan kebebasan bergerak. 

Jika tidak ditangani dengan tepat, kondisi ini dapat semakin memburuk dan membatasi fungsi sendi. Oleh karena itu, mengenali berbagai pilihan penanganan nyeri lutut menjadi langkah penting untuk menjaga kualitas hidup.

Dokter Mayapada Hospital Bandung dr Eka Mulyana, SpOT(K) menjelaskan, nyeri lutut yang muncul atau semakin terasa saat liburan dapat menjadi tanda radang sendi atau artritis. Gejala ini kerap muncul saat berjalan jauh, naik turun tangga, atau berdiri lama.

Radang sendi, lanjutnya, bisa disebabkan beberapa kondisi, seperti osteoartritis akibat penuaan, rheumatoid arthritis yang berkaitan dengan gangguan sistem kekebalan tubuh, serta cedera.

“Gejala tersebut perlu dikenali dan ditangani dengan tepat agar tidak mengganggu aktivitas liburan,” ujar dr Eka dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Rabu (31/12/2025).

Penanganan nyeri lutut, kata dr Eka, umumnya dilakukan secara bertahap, mulai dari pengaturan aktivitas, fisioterapi, hingga penggunaan obat.

Pada kondisi tertentu, tindakan lanjutan dibutuhkan ketika nyeri sudah berat dan mengganggu aktivitas sehari-hari, seperti knee arthroplasty.

Tindakan tersebut merupakan operasi penggantian sendi lutut yang rusak dengan sendi buatan dari plastik atau logam untuk mengurangi nyeri dan memulihkan fungsi lutut.

“Prosedur ini bertujuan membantu pasien kembali bergerak lebih nyaman. Proses ini berlangsung sekitar satu sampai dua jam,” kata dr Eka.

Sebelum tindakan, dr Eka menjelaskan bahwa pasien perlu melakukan beberapa persiapan, seperti berpuasa delapan jam, pemeriksaan laboratorium, dan jantung.

“Pasien juga diminta memberi tahu dokter tentang riwayat penyakit serta obat atau suplemen yang dikonsumsi agar tindakan berjalan aman,” tuturnya.

Setelah prosedur dilaksanakan, pasien akan mendapatkan obat pereda nyeri dan dianjurkan menjalani pemulihan secara bertahap.

Selama masa pemulihan, pasien dianjurkan menggunakan alat bantu jalan sementara dan menghindari aktivitas berat.

“Latihan lutut ringan juga dianjurkan agar pemulihan berjalan lebih cepat,” ujar dr Eka.

Dengan mengenali dan menangani nyeri lutut sejak dini, momen liburan dapat berjalan lebih nyaman tanpa terganggu keterbatasan gerak.

Tak kalah penting, dukungan layanan kesehatan yang menyeluruh juga menjadi bagian penting dalam menjaga fungsi sendi.

Mayapada Hospital memiliki layanan Orthopedic Center dengan layanan komprehensif untuk berbagai masalah tulang, sendi, dan otot. Layanan ini memiliki pendekatan operatif dan non-operatif, tindakan minimal invasif, serta perawatan pascatindakan.

Untuk melakukan konsultasi bersama dokter di Orthopedic Center Mayapada Hospital, pasien dapat menghubungi call centre 150770 atau aplikasi MyCare.

Berbagai informasi seputar kesehatan tulang dan sendi dari Mayapada Hospital juga dapat ditemukan di aplikasi MyCare dalam fitur Health Articles & Tips.

Selain itu, Anda dapat memantau kebugaran tubuh melalui fitur Personal Health untuk menghitung detak jantung, langkah kaki, kalori terbakar, dan body mass index (BMI).

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau