Advertorial

Perkuat Konektivitas Digital Masyarakat Terdampak Bencana, TelkomGroup Hadirkan Akses WiFi Gratis di Hunian Danantara

Kompas.com - 02/01/2026, 16:04 WIB

KOMPAS.com – Di momentum awal tahun, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto bersama jajaran Manajemen Danantara serta pimpinan badan usaha milik negara (BUMN) meninjau secara langsung Hunian Danantara (Huntara) yang diperuntukkan bagi masyarakat terdampak banjir di Aceh Tamiang, Aceh, Kamis (1/1/2026).

Fasilitas hunian itu merupakan hasil kolaborasi strategis lintas sektor antara negara dan BUMN sebagai wujud komitmen dalam mempercepat pemulihan pascabencana.

Dalam rangka mendukung inisiatif tersebut, TelkomGroup turut berperan menghadirkan konektivitas jaringan telekomunikasi yang andal dengan menyediakan fasilitas WiFi gratis di kawasan Huntara.

Upaya itu dilakukan guna memastikan masyarakat terdampak dapat segera menempati hunian yang layak dan kembali menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih aman dan nyaman.

“Program Hunian Danantara merupakan wujud kehadiran negara untuk memastikan saudara-saudara yang tertimpa bencana dapat tinggal secara layak,” ujar Kepala Badan Pengelola (BP) BUMN sekaligus COO Danantara Dony Oskaria dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Jumat (2/1/2026).

Direktur Utama Telkom Dian Siswarini menyampaikan bahwa penyediaan Huntara sebagai bagian dari proyek strategis Sinergi BUMN yang memungkinkan koordinasi lebih cepat dan terintegrasi.

“Sinergi lintas BUMN ini memungkinkan koordinasi yang lebih cepat dan terintegrasi, sehingga manfaatnya menjadi lebih besar dan dapat langsung dirasakan oleh masyarakat,” tutur Dian.

Direktur Utama Telkom Dian Siswarini bersama Kepala Badan Pengelola (BP) BUMN sekaligus COO Danantara Dony Oskaria. Dok. TelkomGroup Direktur Utama Telkom Dian Siswarini bersama Kepala Badan Pengelola (BP) BUMN sekaligus COO Danantara Dony Oskaria.

Dukung konektivitas masyarakat

Hingga tiga bulan ke depan, ditargetkan sebanyak 15.000 unit Huntara yang tersebar di tiga provinsi terdampak siap dihuni. Seiring dengan pembangunan, TelkomGroup pun berkomitmen untuk terus mendukung layanan telekomunikasi digital di seluruh kawasan.

TelkomGroup sendiri telah menyiapkan infrastruktur konektivitas secara bertahap. Pada tahap awal, TelkomGroup menyediakan 28 access point (AP) WiFi yang terdiri dari tiga AP di area depan Huntara dan 25 AP di dalam area hunian dengan rasio setiap satu AP menjangkau sebanyak tiga rumah.

Kemudian, untuk mendukung kebutuhan operasional, TelkomGroup telah mengimplementasikan model percobaan satu AP WiFi Managed Service (WMS) berkapasitas 100 Mbps di Posko TelkomGroup Huntara.

Ke depan, perusahaan telekomunikasi itu juga akan menghadirkan sebanyak 63 AP WMS yang tersebar di seluruh area Huntara guna memastikan konektivitas yang andal dan merata.

Untuk kesiapan layanan seluler, Telkomsel telah memastikan kapasitas jaringan yang memadai melalui dukungan base transceiver station (BTS) dari wilayah Karang Baru dan Aceh Tamiang. Pengoperasian 1 mobile BTS (Combat) yang ditempatkan langsung di area Huntara turut dilakukan guna meningkatkan kapasitas jaringan.

Infrastruktur jaringan optik, sarana pendukung operasional, serta keterlibatan relawan BUMN Peduli TelkomGroup juga telah disiagakan untuk mendukung keberlangsungan layanan di kawasan tersebut.

Dengan dukungan konektivitas yang diberikan, masyarakat diharapkan dapat tetap terhubung, memperoleh informasi, serta menjaga komunikasi dengan keluarga dan lingkungan sekitar selama masa pemulihan pascabencana.

Pemulihan infrastruktur telekomunikasi Aceh capai 95 persen

Sejalan dengan fokus pemulihan jaringan telekomunikasi pascabencana khususnya di kawasan Aceh, Sumatera, TelkomGroup telah berhasil memulihkan minimal satu site yang beroperasi di setiap kecamatan. Dengan capaian tersebut, seluruh 289 kecamatan di Aceh telah kembali on air.

Adapun progres pemulihan layanan TelkomGroup di Aceh secara keseluruhan telah mencapai 95 persen dengan fokus pemulihan lanjutan di wilayah Blangkejeren dan Takengon. Sementara untuk wilayah terdampak bencana di Sumatera Barat dan Sumatera Utara, layanan telah kembali normal seperti biasa.

Direktur Utama Telkom Dian Siswarini saat ditemui media di Posko Recovery TelkomGroup. Dok. TelkomGroup Direktur Utama Telkom Dian Siswarini saat ditemui media di Posko Recovery TelkomGroup.

Keberhasilan pemulihan itu tak terlepas dari dukungan pengerahan infrastruktur jaringan oleh TelkomGroup yang meliputi 18 site satellite, 57 adaptor daya BTS (rectifier system), 768 unit genset standby ataupun mobile, serta 776 paket baterai guna memastikan keberlangsungan layanan di wilayah terdampak.

Selain pemulihan infrastruktur, TelkomGroup turut menyalurkan berbagai bantuan kemanusiaan. Salah satunya dengan berkolaborasi menghadirkan ruang aman bagi anak-anak terdampak bencana sebagai bagian dari upaya trauma healing.

Dukungan tersebut juga mencakup penyediaan konektivitas, layanan kesehatan, serta bantuan paket logistik di sejumlah titik pengungsian.

Hingga Kamis, TelkomGroup telah menyalurkan bantuan senilai total Rp 122,6 miliar bagi masyarakat terdampak bencana di berbagai wilayah Sumatera.

Bantuan tersebut meliputi dukungan penyediaan konektivitas, layanan kesehatan, dapur umum, bantuan paket logistik di sejumlah titik pengungsian, hingga layanan dan kompensasi pelanggan pada periode Desember 2025–Januari 2026.

Dian menjelaskan, sejak awal terjadi bencana, TelkomGroup memprioritaskan pemulihan layanan telekomunikasi agar masyarakat tetap dapat berkomunikasi dan mengakses informasi melalui percepatan pemulihan infrastruktur, dukungan jaringan satelit, penyediaan posko internet gratis, dan tambahan personel.

“Kami juga menyalurkan berbagai bantuan kemanusiaan serta memberikan keringanan dan kompensasi bagi pelanggan TelkomGroup,” jelas Dian.

TelkomGroup terus membuktikan komitmennya dalam melayani sepenuh hati seluruh pelanggan dan masyarakat terdampak bencana di wilayah Sumatera.

Dian berharap, upaya yang diberikan oleh TelkomGroup dapat meringankan beban masyarakat untuk dapat bangkit lebih cepat dan menjalani masa pemulihan dengan lebih baik.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau