Advertorial

Sambut 2026 dengan Tubuh Lebih Prima, Ini Cara Menjaga Kebugaran Pascaliburan

Kompas.com - 02/01/2026, 21:57 WIB

KOMPAS.com — Tahun baru 2026 menjadi momentum yang tepat untuk kembali memperhatikan kondisi tubuh.

Setelah melewati masa liburan dengan perubahan pola makan dan aktivitas, tubuh perlu beradaptasi agar siap kembali menjalani rutinitas secara optimal.

Pada fase tersebut, keseimbangan antara aktivitas fisik, asupan gizi, serta kesehatan tulang dan sendi, menjadi fondasi penting untuk menjaga kebugaran sepanjang tahun.

Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga Mayapada Hospital Kuningan, dr Elsye, SpKO, mengatakan bahwa aktivitas fisik pasca-liburan sebaiknya dilakukan secara bertahap dan terukur. Menurutnya, tubuh tidak disarankan langsung dibebani aktivitas dengan intensitas tinggi setelah periode libur.

“Mulailah dari aktivitas ringan hingga sedang, seperti berjalan kaki, peregangan, atau latihan kekuatan ringan. Kemudian, tingkatkan secara bertahap sesuai kapasitas dan respons tubuh,” jelasnya dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Jumat (2/1/2025).

Ia menambahkan, aktivitas fisik yang dilakukan secara rutin dan sesuai kemampuan tubuh berperan penting dalam menjaga daya tahan, kekuatan otot, serta kesehatan jantung.

Selain itu, olahraga teratur juga dapat membantu memperbaiki kualitas tidur dan menjaga keseimbangan metabolisme tubuh dalam jangka panjang.

Pentingnya pola makan seimbang

Selain aktivitas fisik, perhatian terhadap pola makan menjadi aspek krusial dalam menjaga kesehatan setelah liburan.

Dokter Spesialis Gizi Klinik Mayapada Hospital Tangerang dr Mulianah Daya, MGizi, SpGK, menjelaskan bahwa pola makan seimbang menjadi fondasi utama untuk memulihkan kondisi tubuh.

“Asupan gizi yang tepat berperan penting dalam memulihkan energi, meningkatkan daya tahan tubuh, serta mendukung proses adaptasi tubuh saat kembali aktif. Maka dari itu, pengaturan porsi makan dan pemenuhan zat gizi, baik makro maupun mikro, perlu diperhatikan secara seimbang,” tuturnya.

Penyesuaian pola makan, lanjut dia, dapat dimulai dengan kembali menerapkan jadwal makan yang teratur.

Selain itu, masyarakat juga dianjurkan memperbanyak konsumsi sayur dan buah, mencukupi kebutuhan protein, membatasi asupan gula, garam, dan lemak jenuh, serta memastikan kebutuhan cairan tubuh terpenuhi setiap hari.

Perhatikan kesehatan tulang dan sendi

Tak kalah penting, kesehatan tulang dan sendi juga perlu menjadi perhatian ketika tubuh kembali aktif bergerak.

Dokter Spesialis Ortopedi Mayapada Hospital Bandung dr Alvin Danio Harta Da Costa, SpOT, SubspCO (K), menjelaskan bahwa otot dan sendi memerlukan waktu untuk beradaptasi setelah periode kurang aktif.

“Otot dan sendi yang kurang aktif digunakan dalam beberapa waktu memerlukan proses adaptasi. Peregangan sebelum dan sesudah beraktivitas, menjaga postur tubuh yang benar, serta mengenali batas kemampuan tubuh menjadi langkah penting untuk mencegah nyeri maupun cedera,” jelas dr Alvin.

Ia menyarankan, masyarakat tidak mengabaikan sinyal tubuh, seperti nyeri atau rasa tidak nyaman, sebagai bentuk pencegahan cedera saat kembali aktif berolahraga atau beraktivitas fisik.

Dukungan layanan kebugaran

Sebagai bagian dari komitmen mendukung gaya hidup sehat dan aktif, Mayapada Hospital melalui Sports Injury Treatment & Performance Center (SITPEC) menyediakan layanan komprehensif yang mencakup skrining kondisi fisik, pencegahan cedera, hingga program peningkatan performa.

SITPEC didukung berbagai fasilitas, seperti gym, VO? max test, dan Body Composition Analysis, untuk membantu tubuh tetap bugar dan siap beraktivitas secara optimal.

Untuk mengetahui informasi lengkap seputar layanan kesehatan di Mayapada Hospital, Anda bisa mendapatkannya melalui aplikasi MyCare pada fitur Health Articles & Tips.

Aplikasi itu juga dilengkapi fitur Personal Health untuk memantau kebugaran, seperti jumlah langkah kaki, detak jantung, kalori terbakar, dan Body Mass Index (BMI).

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau