Advertorial

Nyeri Dada Tiba-tiba Saat Liburan, Ini Tanda yang Tak Boleh Diabaikan

Kompas.com - 02/01/2026, 22:29 WIB

Teaser : 

Tag : , , , , , , .

KOMPAS.com — Liburan akhir tahun yang seharusnya menjadi momen menyenangkan bersama keluarga bisa saja terganggu oleh keluhan kesehatan. Salah satunya nyeri dada yang muncul secara tiba-tiba.

Keluhan itu kerap dianggap sebagai gangguan kesehatan sepele, seperti kelelahan atau masuk angin. Padahal, gejala ini bisa menjadi tanda kondisi medis serius.

Selama liburan, perubahan pola aktivitas dan gaya hidup kerap terjadi. Mulai dari perjalanan mudik jarak jauh, aktivitas fisik berlebihan, stres, hingga pola makan yang tidak terkontrol, dapat memicu munculnya nyeri dada.

Risiko juga meningkat pada individu dengan riwayat penyakit tertentu, seperti hipertensi, kolesterol tinggi, diabetes, atau penyakit jantung.

Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Mayapada Hospital Jakarta Selatan dr Vireza Pratama, SpJP(K), FIHA, FAsCC, FSCAI, mengatakan bahwa keluhan nyeri dada cukup sering ditemui, termasuk saat periode liburan panjang.

Ia menjelaskan, tidak sedikit pasien yang menganggap nyeri dada sebagai keluhan ringan. Padahal, hasil pemeriksaan menunjukkan kondisi serius.

“Kami sering menemui pasien yang mengira nyeri dada hanya karena masalah ringan. Padahal setelah diperiksa, ternyata mereka mengalami kondisi serius, seperti penyakit jantung koroner atau bahkan serangan jantung,” katanya dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Jumat (2/1/2026).

Beberapa kasus, lanjutnya, juga dapat disebabkan oleh sumbatan di pembuluh darah paru atau emboli paru. Kondisi ini harus ditangani dengan cepat sebelum berakibat fatal.

Kenali ciri nyeri dada yang perlu diwaspadai

Oleh karena itu, masyarakat perlu mengenali tanda-tanda nyeri dada yang tidak boleh diabaikan agar dapat segera mencari pertolongan medis.

Dokter Vireza menjelaskan, nyeri dada yang patut diwaspadai umumnya ditandai dengan rasa tidak nyaman di dada, sensasi tertekan, terbakar, atau seperti tertimpa beban berat.

Selain itu, nyeri juga dapat menjalar ke lengan kiri, leher, rahang, atau punggung, serta disertai gejala lain, seperti sesak napas, mual, keringat dingin, atau pusing.

Beberapa pola nyeri dada juga dapat mengarah pada kondisi jantung tertentu. Jika nyeri muncul saat beraktivitas dan mereda ketika beristirahat, kondisi tersebut bisa mengarah pada angina atau penyakit jantung koroner (PJK).

“Sementara itu, nyeri yang memburuk saat menarik napas dalam, batuk, atau bergerak, umumnya berasal dari otot atau tulang,” jelas dr Vireza.

Ia menambahkan, keluhan tersebut juga kerap dipicu oleh gaya hidup tidak sehat, seperti pola makan tinggi lemak, kurang aktivitas fisik, merokok, konsumsi alkohol, serta stres berkepanjangan.

Pentingnya pemeriksaan medis selama liburan

Di tengah perubahan aktivitas dan gaya hidup selama liburan akhir tahun, pemeriksaan medis tetap diperlukan untuk memastikan penyebab nyeri dada dan mencegah keterlambatan penanganan.

Mayapada Hospital menghadirkan Chest Pain Unit untuk membantu mengetahui penyebab nyeri dada yang muncul secara tiba-tiba melalui pemeriksaan menyeluruh.

Jika nyeri dada terbukti disebabkan oleh faktor non-jantung, pemeriksaan tersebut tidak dikenakan biaya.

Namun, bila nyeri dada disebabkan oleh penyakit jantung, pasien akan ditangani langsung oleh dokter spesialis jantung sesuai protokol medis.

Chest Pain Unit Mayapada Hospital terintegrasi dengan layanan Cardiac Emergency 24 jam yang siap menangani serangan jantung dengan tindakan Primary PCI sesuai standar internasional dengan waktu door-to-balloon kurang dari 90 menit.

Pada kondisi gawat darurat, masyarakat dapat menghubungi call center 150990 atau menggunakan fitur Emergency Call di aplikasi MyCare.

Layanan tersebut merupakan bagian dari Cardiovascular Center Mayapada Hospital yang menangani penyakit jantung secara lanjut, mulai dari tindakan intervensi jantung, ablasi jantung untuk aritmia, bypass, hingga bedah jantung minimal invasif.

Untuk menjadwalkan konsultasi dengan dokter, pasien dapat mengakses aplikasi MyCare dengan mudah. Berbagai informasi kesehatan jantung serta promo layanan Mayapada Hospital juga tersedia melalui fitur Health Articles & Tips.

Selain itu, aplikasi tersebut juga memiliki fitur Personal Health yang terhubung dengan Google Fit dan Health Access. Dengan begitu, pengguna dapat memantau kebugaran tubuh, mulai dari detak jantung, jumlah langkah kaki, kalori terbakar, hingga Body Mass Index (BMI).

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau