Advertorial

Resolusi Sehat dengan Bermain Golf di 2026, Waspadai Nyeri yang Berpotensi Cedera

Kompas.com - 02/01/2026, 22:48 WIB

KOMPAS.com - Menyambut 2026, banyak pemain golf kembali aktif ke lapangan sebagai bagian dari resolusi hidup lebih sehat dan bugar.

Golf menjadi pilihan olahraga yang menyenangkan untuk memulai tahun dengan energi positif.

Namun, setelah jeda aktivitas selama liburan, peningkatan intensitas bermain yang terlalu tinggi dapat membuat otot dan sendi belum sepenuhnya siap. Kondisi ini kerap memicu nyeri, bahkan meningkatkan risiko cedera jika tidak ditangani dengan tepat sejak awal.

Salah satu dokter di Mayapada Hospital, yakni dr Jafri Hasan, SpOT, SubspCO (K) menekankan pentingnya kewaspadaan terhadap berbagai jenis cedera, seperti keseleo, strain, patah tulang, dislokasi, serta cedera pada area bahu, siku, pinggang, paha, lutut, betis, dan pergelangan kaki. 

Pada awal tahun, banyak golfer langsung meningkatkan frekuensi bermain tanpa persiapan yang cukup. Kondisi ini membuat otot dan sendi lebih rentan mengalami cedera. Karena itu, penting untuk mengenali tanda awal cedera dan melakukan penanganan yang tepat sejak awal,” ujarnya dalam siaran ers yang diterima Kompas.com, Jumat (2/1/2026). 

Sebagai langkah awal penanganan, metode PRICE kerap dianjurkan. Metode ini meliputi lima tahap yaitu, Protection dengan melindungi area cedera menggunakan bidai atau penyangga, Rest dengan menghentikan aktivitas fisik sementara, Ice melalui kompres es selama 15–20 menit setiap 2–3 jam, Compression menggunakan perban elastis untuk mengurangi pembengkakan, serta Elevation dengan mengangkat area cedera lebih tinggi dari posisi jantung saat beristirahat.

“Metode PRICE efektif sebagai pertolongan pertama. Namun, bila nyeri dan bengkak semakin berat, terjadi perubahan bentuk sendi, atau aktivitas menjadi terbatas, sebaiknya segera berkonsultasi ke dokter untuk evaluasi lebih lanjut,” tambah dr Jafri.

Menindaklanjuti kondisi tersebut, dr Zeth Boroh, Sp.KO di Mayapada Hospital Kuningan menjelaskan bahwa pada tahap lanjutan, imobilisasi atau pembatasan gerak pada area yang cedera kerap dilakukan untuk mencegah perburukan cedera. 

“Penanganan lanjutan umumnya meliputi pembatasan gerak dengan perban elastis atau light brace, serta fisioterapi dan rehabilitasi melalui latihan khusus. Pendekatan ini bertujuan mempercepat pemulihan, mengembalikan fungsi sendi dan otot, sekaligus mempersiapkan pasien agar dapat kembali berolahraga dengan aman,” jelasnya.

Pada kondisi yang lebih serius, tindakan operatif mungkin diperlukan. Salah satu metode yang umum digunakan adalah Arthroscopy, yaitu teknik minimal invasif untuk diagnosis dan penanganan masalah di dalam sendi.

Arthroscopy memungkinkan penanganan cedera sendi melalui sayatan minimal, nyeri yang lebih ringan, serta proses pemulihan yang lebih cepat. Tindakan ini dilakukan berdasarkan evaluasi menyeluruh dan indikasi medis yang jelas,” tambahnya.

Sebagai wujud dukungan terhadap dunia olahraga, Mayapada Hospital juga aktif terlibat dalam berbagai kegiatan golf. Salah satunya dengan dipercaya sebagai Official Medical Partner Bloomberg Technoz Year End Executive Golf Tournament 2025 pada 19 Desember 2025 di Sentul Highlands Golf, Bogor. 

Dukungan tersebut diberikan melalui penyediaan tim medis dengan layanan sports physiotherapy dan ambulans siaga, serta berbagai layanan kesehatan pendukung seperti pemeriksaan Gula Darah Sewaktu (GDS), skrining risiko diabetes berbasis AI, analisis kekuatan dan genggaman tangan (strength pull and grip analysis), pemeriksaan postur tubuh (postural screening), serta pengukuran indeks massa tubuh bagi para golfer. 

Sejalan dengan upaya tersebut, bagi Anda yang ingin menjaga kebugaran tubuh, Sports Injury Treatment & Performance Center (SITPEC) menyediakan layanan komprehensif mulai dari skrining, pencegahan dan penanganan cedera, hingga peningkatan performa untuk beraktivitas lebih optimal, yang didukung fasilitas lengkap seperti gym, VO? Max dan Body Composition Analysis.

Informasi lengkap seputar layanan kesehatan di Mayapada Hospital dapat diperoleh melalui aplikasi MyCare dengan mengunjungi fitur Health Articles & Tips. Aplikasi ini juga dilengkapi fitur Personal Health untuk memantau kebugaran, seperti langkah kaki, detak jantung, kalori terbakar, dan Body Mass Index (BMI).

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau