Advertorial

Stres di Usia Muda Bisa Ganggu Detak Jantung! Yuk, Cegah dari Sekarang

Kompas.com - 04/01/2026, 13:13 WIB

KOMPAS.com – Gangguan irama jantung (aritmia) kini tidak hanya dialami lansia, tetapi juga semakin sering terjadi pada usia muda. Mengapa demikian?

Ada begitu banyak pemicunya aritmia. Salah satunya, stres dan kecemasan berlebih, yang meningkatkan hormon adrenalin sehingga detak jantung menjadi cepat dan tidak teratur (palpitasi).

Selain itu, pola tidur tidak teratur juga bisa mengganggu keseimbangan saraf pengatur detak jantung. Konsumsi kafein dan nikotin pun menstimulasi sistem saraf hingga detak jantung tidak beraturan. Sementara itu, alkohol bisa mengganggu keseimbangan elektrolit.

Kekurangan cairan atau dehidrasi dan ketidakseimbangan elektrolit seperti kalium dan magnesium bisa mengacaukan sinyal listrik jantung, terutama pada orang yang berolahraga intens atau mengonsumsi obat pembuang cairan berlebih (diuretik).

Faktor lain yang sering luput dari perhatian adalah paparan cahaya biru dari gadget yang bisa mengganggu kesehatan jantung. Adapun kurang aktivitas fisik juga bisa membuat jantung bekerja kurang efisien.

Walaupun berisiko bagi kesehatan jantung, aritmia bisa dicegah dengan menerapkan gaya hidup sehat.

Dr. dr. Agus Harsoyo, SpJP(K), Subsp. Ar(K)., FIHA, MM, PIA dari Mayapada Hospital Kuningan membeberkan cara untuk menjaga kesehatan jantung. Salah satunya dengan melakukan olahraga isotonik, yakni olahraga yang melibatkan sumbu panjang otot dan tulang.

“(Lakukan dengan) intensitas sedang seperti jalan kaki, jogging, berenang, atau yoga selama 40-45 menit, minimal 3 kali per minggu dan maksimal 5 kali per minggu, dengan rata-rata 4 kali per minggu,” kata Dokter Agus Harsoyo.

“(Selain itu, juga) kelola stres dengan meditasi atau pernapasan dalam, batasi kafein dan alkohol, serta hindari rokok, vape, dan suplemen stimulan tanpa pengawasan medis,” tambahnya seperti dalam siaran persnya yang diterima Kompas.com, Sabtu (3/1/2026).

Untuk pola makan, kata dia, pilihlah nutrisi seimbang, yang terdiri dari karbohidrat tinggi serat, sayur; buah seperti pisang, alpukat, apel, pepaya, protein seperti telur, chia seeds, ikan kaya magnesium, kalium; dan omega-3 (salmo dan tuna) untuk menjaga elastisitas pembuluh darah.

Dokter Agus juga meminta untuk membatasi konsumsi garam, gula, makanan olahan, dan lemak trans karena dapat memicu tekanan darah tinggi, resistensi insulin, dan peradangan jantung. Kemudian, cukupi asupan cairan untuk menghindari jantung berdebar (palpitasi).

Adapun untuk istirahat, ia mengatakan bahwa kita harus menciptakan waktu tidur berkualitas dengan tidur di bawah jam 12 malam dan lama tidur 6–7 jam. Pastikan juga kamar dalam kondisi tenang, gelap, dan sejuk.

Hindari gadget, makanan berat, kafein, atau alkohol sebelum tidur, serta waspadai gangguan tidur, seperti sleep apnea yang bisa meningkatkan risiko aritmia dan tekanan darah tinggi, bahkan pada usia muda.

“Jika detak jantung terasa sangat cepat, tidak beraturan, disertai pusing, sesak, atau nyeri dada, segera konsultasikan ke dokter untuk pemeriksaan EKG, Holter, atau tes stres jantung, terutama bila ada riwayat keluarga dengan penyakit jantung,” ujar Dokter Agus.

Apa yang dipaparkan Dokter Agus setidaknya menjadi gambaran bagaimana cara untuk menjaga kesehatan jantung. Meski demikian, kesadaran menjaga kesehatan jantung sejak muda menjadi kunci untuk mencegah aritmia dan gangguan jantung lainnya.

Mayapada Hospital turut mendukung upaya pencegahan dengan menyediakan layanan Cardiovascular Center yang memberikan penanganan jantung komprehensif berstandar internasional, mulai dari pencegahan, deteksi dini, diagnosis, intervensi, hingga rehabilitasi, dengan didukung tim dokter multidisiplin berpengalaman dan teknologi mutakhir.

Dalam situasi kegawatdaruratan, Cardiac Emergency Mayapada Hospital 24 Jam siap memberikan tindakan Primary PCI dengan protokol door to wire di bawah 60 menit, sebagai standar emas dalam penyelamatan nyawa pada serangan jantung akut.

Informasi lebih lanjut mengenai layanan dapat mengakses aplikasi MyCare yang memiliki fitur beragam, diantaranya fitur Emergency Call untuk kondisi kegawatdaruratan, dan fitur Health Articles & Tips seputar kesehatan jantung.

Lalu juga ada fitur Personal Health, yang terhubung dengan Health Access dan Google Fit, untuk memantau langkah harian, kalori terbakar, detak jantung, hingga Body Mass Index (BMI).

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau