KOMPAS.com – Enterprise Asia menggelar International Innovation Awards (IIA) 2025 di The Ritz-Carlton Shanghai, China, Jumat (28/11/2025).
Mengusung tema “Reinventing for Tomorrow”, acara tersebut mempertemukan para pemimpin dan inovator dari berbagai belahan dunia untuk merayakan terobosan transformasional yang akan membawa perubahan besar bagi masa depan inovasi.
IIA 2025 memberikan penghargaan kepada inovasi-inovasi unggulan yang menampilkan ketajaman visi strategis, kemajuan teknologi, serta dampak berkelanjutan.
Sejak pertama digelar pada 2017, gerakan Innovation Revolution dari Enterprise Asia telah mendorong percepatan laju inovasi di berbagai industri dan pasar.
Sebagai inisiatif dari gerakan tersebut, IIA bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengapresiasi inovasi-inovasi luar biasa, sekaligus menegaskan pentingnya investasi jangka panjang dalam riset, pengembangan, dan transformasi.
Komitmen itu kembali diperkuat pada gelaran edisi 2025 yang mempertemukan organisasi-organisasi terkemuka dari berbagai lanskap bisnis global.
Acara dibuka dengan sambutan dari Chairman Enterprise Asia Richard Tsang. Pada kesempatan itu, ia menekankan pentingnya inovasi yang berlandaskan nilai.
“Membangun kembali hari esok berarti memandang perubahan sebagai peluang, menantang batas-batas konvensional, serta berkarya dengan visi dan rasa tanggung jawab,” ujar Richard dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Rabu (3/12/2025).
“Karena sekuat apapun teknologi, harus tetap dipandu oleh nilai-nilai kemanusiaan. Inovasi bukan hanya menggerakkan perekonomian, melainkan juga harus meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tambahnya.
Sebagai informasi, program penghargaan tersebut menarik partisipasi dari lebih dari 20 negara dan pasar, termasuk Austria, China, Indonesia, Malaysia, Belanda, Filipina, Singapura, Swiss, Taiwan, Thailand, Inggris, Uni Emirat Arab, dan Vietnam.
Melalui proses evaluasi yang ketat oleh panel juri independen, lebih dari 260 aplikasi dinilai dalam empat kategori, yaitu Product, Service & Solution, Organization & Culture, dan Smart City.
Produk-produk inovatif seperti “DOWSIL™995 Silicone Structural Sealant” dari Dow (Shanghai) Holding Co., Ltd. dan “Innovative Split-unit OTC Hearing Aid (FDA Listed)” dari OK Biotech Co., Ltd. (Taiwan) dianugerahi penghargaan dalam kategori Product.
Sementara itu, terobosan “ABB Accelerator” dari ABB Information Systems Ltd (Swiss) dan “From Automation To Intelligence: PwC's Agentic-native Audit Ecosystem” dari PricewaterhouseCoopers LLP (PwC) (Inggris) meraih penghargaan InnoCube untuk kategori Service & Solution.
Kemudian, inisiatif transformatif seperti “AIA - PBB RCB Tribe - A New Paradigm For Cross-Entity HNW Strategy Execution” dari AIA BHD (Malaysia) dan “Innovation School” dari Raiffeisen Bank International (Austria) meraih penghargaan dalam kategori Organization & Culture.
Terakhir, inovasi visioner pada smart city seperti “The Government Complex” dari Dhanarak Asset Development Co., Ltd. (Thailand) dan “Intelligent Safety 2.0 For Light Rail” dari MTR Corporation (Hong Kong) mendapat penghargaan kategori Smart City.
Adapun daftar pemenang IIA 2025 selengkapnya adalah sebagai berikut:
Kategori Produk
Kategori Service and Solution
Rangkaian pembuka IIA 2025
Pada hari yang sama sebelum malam penganugerahan IIA 2025, Enterprise Asia juga menggelar International Innovation Summit (IIS) 2025 sebagai pembuka resmi rangkaian acara.
Mengusung tema “Reimagining Growth in the Age of Intelligent Systems”, acara tersebut menghadirkan tokoh-tokoh berpengaruh di bidang teknologi dan bisnis untuk membahas bagaimana sistem cerdas dapat membuka jalan baru bagi inovasi dan penciptaan nilai berkelanjutan.
Diskusi itu menyoroti tren terkini, penerapan di berbagai sektor industri, serta peluang kolaborasi untuk membentuk masa depan yang lebih cerdas dan inklusif.
“Seiring kita mengadopsi sistem cerdas ini, kita juga harus meninjau kembali makna pertumbuhan itu sendiri. Pertumbuhan tidak lagi semata-mata tentang berkembang lebih besar atau lebih cepat; melainkan tentang berevolusi dengan tujuan, ketangkasan, dan kesadaran,” jelas Chairman Enterprise Asia Tan Sri Dr Fong Chan Onn.
Sejumlah pembicara terkemuka yang menghadiri Summit tersebut, antara lain Managing Director & Head of Strategy China Market Research Group, Ben Cavender; Director KPMG Taiwan Jeff Hou; CEO & Founder dari System In Motion Stephane Monsallier; Senior Advisor Deloitte & Touche LLP Sarjit Singh; serta Director & Global Chief Commercial Officer dari Alumni Services Steven Yates.
Selain itu, hadir pula sejumlah pakar industri lain yang menyampaikan pandangan visioner tentang bagaimana membangun perusahaan yang mampu menghadapi disrupsi melalui ketangkasan, inovasi, dan keberlanjutan.
Sebagai informasi, IIS dan IIA 2025 didukung oleh beberapa pihak, mulai dari British Chamber of Commerce Shanghai, British Chamber of Commerce Philippines, International Chamber of Commerce - Hong Kong, Kuala Lumpur Malay Chamber of Commerce, Myanmar Business Executives Association, Shanghai Chamber of Commerce in Xiamen, Singapore-Thai Chamber of Commerce, SingCham Shanghai, hingga World One Unite.
Sementara itu, PR Newswire yang berperan sebagai mitra resmi distribusi siaran pers serta mitra media seperti Commercial Times, Dailywire.asia, dan SME Magazine.