KOMPAS.com — Taiwan dikenal memiliki kekayaan pariwisata yang beragam, mulai dari kuliner khas pasar malam, pusat perbelanjaan modern, hingga destinasi alam dan pemandian air panas.
Melihat potensi tersebut, pada 2026, Administrasi Pariwisata Taiwan memperkenalkan empat tema utama pariwisata, yakni kuliner, belanja, rekreasi, dan romantis.
Untuk memperkenalkan keempat tema tersebut secara lebih dekat, Taiwan mengundang empat key opinion leader (KOL) asal Indonesia untuk merasakan langsung pengalaman berwisata di berbagai destinasi unggulan.
Kepala Kantor Pariwisata Taiwan di Jakarta Chou Shih-Pi menjelaskan bahwa Taiwan tidak hanya menawarkan destinasi wisata, tetapi juga pengalaman budaya yang kreatif dan autentik.
“Aktivitas belanja di Taiwan tidak terbatas pada merek-merek internasional, tetapi juga mencakup produk budaya lokal dan hasil industri kreatif yang menjadi ciri khas setiap daerah,” ujarnya dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Selasa (6/1/2025).
Administrasi Pariwisata Taiwan juga menyiapkan strategi jangka panjang untuk mendorong kunjungan berulang, salah satunya melalui wisata tematik yang memungkinkan wisatawan merencanakan perjalanan lebih terfokus tanpa harus menjelajahi seluruh Taiwan dalam satu kunjungan Administrasi Pariwisata Taiwan juga mengembangkan strategi jangka panjang yang mendorong wisatawan untuk kembali berkunjung dan menikmati pengalaman berbeda di setiap perjalanan.
Salah satunya, melalui pendekatan wisata tematik yang dirancang agar wisatawan dapat merencanakan perjalanan secara lebih terfokus, tanpa harus menjelajahi seluruh wilayah Taiwan dalam satu kunjungan.
“Promosi pariwisata Taiwan di Indonesia juga diperkuat melalui kegiatan langsung, seperti penyelenggaraan Pameran Wisata Taiwan di Jakarta,” ujar Chou Shih-Pi.
Kegiatan tersebut dikombinasikan dengan aktivitas penjualan serta pameran produk wisata, dengan tujuan memperkenalkan keragaman pengalaman wisata Taiwan kepada masyarakat Indonesia secara lebih komprehensif.
Selain pameran, Administrasi Pariwisata Taiwan juga menjalin kolaborasi dengan agen perjalanan lokal di Indonesia.
Melalui kerja sama tersebut, berbagai paket wisata multi-tema dikemas untuk memudahkan wisatawan Indonesia dalam memilih perjalanan yang sesuai dengan minat dan kebutuhan mereka.
Pendekatan wisata tematik dinilai efektif dalam membentuk pola perjalanan berulang. Wisatawan tidak lagi diarahkan untuk mengeksplorasi seluruh destinasi dalam satu waktu, tetapi didorong untuk kembali ke Taiwan dengan fokus pengalaman yang berbeda pada setiap kunjungan, mulai dari wisata kuliner hingga perjalanan bernuansa romantis.