Advertorial

Ini Strategi Taiwan untuk Gaet Wisatawan Indonesia

Kompas.com - 07/01/2026, 19:30 WIB

KOMPAS.com — Taiwan dikenal memiliki kekayaan pariwisata yang beragam, mulai dari kuliner khas pasar malam, pusat perbelanjaan modern, hingga destinasi alam dan pemandian air panas.

Melihat potensi tersebut, pada 2026, Administrasi Pariwisata Taiwan memperkenalkan empat tema utama pariwisata, yakni kuliner, belanja, rekreasi, dan romantis.

Untuk memperkenalkan keempat tema tersebut secara lebih dekat, Taiwan mengundang empat key opinion leader (KOL) asal Indonesia untuk merasakan langsung pengalaman berwisata di berbagai destinasi unggulan.

Kepala Kantor Pariwisata Taiwan di Jakarta Chou Shih-Pi menjelaskan bahwa Taiwan tidak hanya menawarkan destinasi wisata, tetapi juga pengalaman budaya yang kreatif dan autentik.

“Aktivitas belanja di Taiwan tidak terbatas pada merek-merek internasional, tetapi juga mencakup produk budaya lokal dan hasil industri kreatif yang menjadi ciri khas setiap daerah,” ujarnya dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Selasa (6/1/2025).

Administrasi Pariwisata Taiwan juga menyiapkan strategi jangka panjang untuk mendorong kunjungan berulang, salah satunya melalui wisata tematik yang memungkinkan wisatawan merencanakan perjalanan lebih terfokus tanpa harus menjelajahi seluruh Taiwan dalam satu kunjungan Dok. Taiwan Tourism Administrasi Pariwisata Taiwan juga menyiapkan strategi jangka panjang untuk mendorong kunjungan berulang, salah satunya melalui wisata tematik yang memungkinkan wisatawan merencanakan perjalanan lebih terfokus tanpa harus menjelajahi seluruh Taiwan dalam satu kunjungan

Dorong kunjungan berulang

Administrasi Pariwisata Taiwan juga mengembangkan strategi jangka panjang yang mendorong wisatawan untuk kembali berkunjung dan menikmati pengalaman berbeda di setiap perjalanan.

Salah satunya, melalui pendekatan wisata tematik yang dirancang agar wisatawan dapat merencanakan perjalanan secara lebih terfokus, tanpa harus menjelajahi seluruh wilayah Taiwan dalam satu kunjungan.

“Promosi pariwisata Taiwan di Indonesia juga diperkuat melalui kegiatan langsung, seperti penyelenggaraan Pameran Wisata Taiwan di Jakarta,” ujar Chou Shih-Pi.

Kegiatan tersebut dikombinasikan dengan aktivitas penjualan serta pameran produk wisata, dengan tujuan memperkenalkan keragaman pengalaman wisata Taiwan kepada masyarakat Indonesia secara lebih komprehensif.

Selain pameran, Administrasi Pariwisata Taiwan juga menjalin kolaborasi dengan agen perjalanan lokal di Indonesia.

Melalui kerja sama tersebut, berbagai paket wisata multi-tema dikemas untuk memudahkan wisatawan Indonesia dalam memilih perjalanan yang sesuai dengan minat dan kebutuhan mereka.

Pendekatan wisata tematik dinilai efektif dalam membentuk pola perjalanan berulang. Wisatawan tidak lagi diarahkan untuk mengeksplorasi seluruh destinasi dalam satu waktu, tetapi didorong untuk kembali ke Taiwan dengan fokus pengalaman yang berbeda pada setiap kunjungan, mulai dari wisata kuliner hingga perjalanan bernuansa romantis.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau