Advertorial

Alasan Taiwan Mulai Dilirik Wisatawan Indonesia sebagai Tujuan Liburan Luar Negeri

Kompas.com - 07/01/2026, 19:43 WIB

KOMPAS.com – Musim liburan ke luar negeri selalu jadi momen yang ditunggu-tunggu. Kali ini, ada destinasi wisata baru yang mulai mencuri perhatian wisatawan Indonesia, yakni Taiwan.

Kepala Kantor Pariwisata Taiwan di Jakarta Chou Shih-Pi mengatakan, Taiwan punya daya tarik beragam bagi wisatawan Indonesia. Negara itu tak hanya menawarkan keindahan alam, tapi juga berbagai tema wisata yang bisa disesuaikan dengan minat dan kebutuhan wisatawan Tanah Air.

"Taiwan menawarkan pengalaman yang lengkap untuk wisatawan Indonesia," ujar Chou Shih-Pi dikutip dari rilis yang diterima Kompas.com, Selasa (6/1/2026).

Sementara itu, Wakil Perwakilan dari Taipei Economic and Trade Office (TETO) di Jakarta, Lin Xin Ren menjelaskan bahwa wisatawan Indonesia umumnya menyukai konsep "satu destinasi, banyak pengalaman". Artinya, berbagai aktivitas bisa dinikmati dalam satu perjalanan.

“Keberagaman inilah yang jadi salah satu kekuatan utama Taiwan sebagai tujuan wisata. Apalagi, Indonesia sebagai negara dengan populasi muslim terbesar di dunia membutuhkan destinasi yang ramah dan nyaman, termasuk dari sisi kebutuhan keagamaan,” jelasnya.

Lebih lanjut, Lin menuturkan bahwa secara geografis, jarak Taiwan dari Indonesia juga pas. Dengan kata lain, tidak terlalu dekat, tapi tidak terlalu jauh. Posisi ini memberikan kesan akrab sekaligus menghadirkan pengalaman baru bagi wisatawan.

Dalam beberapa tahun terakhir, Taiwan memang konsisten memperkenalkan pariwisata berbasis alam, rekreasi, dan konsep Lifestyle of Health and Sustainability (Lohas) ke pasar internasional. Dok. Taiwan Tourism Dalam beberapa tahun terakhir, Taiwan memang konsisten memperkenalkan pariwisata berbasis alam, rekreasi, dan konsep Lifestyle of Health and Sustainability (Lohas) ke pasar internasional.

Gaya hidup sehat jadi daya tarik

Taiwan juga memanfaatkan tren gaya hidup sehat yang sedang berkembang di Indonesia. Hal ini terlihat dari program "Taiwan LOHAS Journey" yang digelar di kawasan Car-Free Day (CFD) Sudirman, Jakarta.

Sejumlah key opinion leader (KOL) Indonesia turut hadir membagikan pengalaman mereka menjajal berbagai aktivitas outdoor di Taiwan, seperti mendaki gunung, bersepeda, dan berselancar.

Antusiasme pengunjung terlihat dari tingginya interaksi serta meningkatnya minat terhadap informasi wisata rekreasi Taiwan selama acara berlangsung.

Dalam beberapa tahun terakhir, Taiwan memang konsisten memperkenalkan pariwisata berbasis alam, rekreasi, dan konsep Lifestyle of Health and Sustainability (Lohas) ke pasar internasional.

Seiring berkembangnya tren wisata berbasis alam dan aktivitas luar ruang di Indonesia, Taiwan berupaya memposisikan diri sebagai destinasi yang menawarkan pengalaman rekreasi selaras dengan kebutuhan wisatawan masa kini.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau