KOMPAS.com – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI terus memperluas akses layanan keuangan bagi masyarakat melalui jaringan layanan laku pandai agen46 hingga ke pelosok daerah, termasuk di Kota Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB).
Langkah tersebut sejalan dengan Asta Cita Pemerintah Presiden Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka yang menekankan pemerataan ekonomi dan pembangunan berkeadilan melalui penguatan ekonomi dari desa.
Pengembangan agen46 menjadi salah satu pijakan untuk mendekatkan layanan perbankan formal kepada masyarakat.
Melalui agen46, masyarakat dapat mengakses berbagai layanan, mulai dari transaksi dasar, transfer, hingga penarikan tunai, tanpa harus datang ke kantor cabang atau ATM.
Corporate Secretary BNI Okki Rushartomo mengatakan, pengembangan agen46 sejalan dengan poin keenam Asta Cita, yakni pembangunan dari desa diarahkan untuk mempercepat pengentasan kemiskinan dan mendorong aktivitas ekonomi lokal, termasuk kemudahan akses layanan keuangan.
Kehadiran agen46, lanjutnya, ditujukan untuk memperluas inklusi dan literasi keuangan serta menggerakkan perekonomian setempat.
“Melalui agen46, BNI berupaya menghadirkan layanan perbankan yang lebih mudah dijangkau masyarakat serta mendorong aktivitas ekonomi di tingkat lokal sekaligus,” ujar Okki dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Jumat (9/1/2026).
Di Kota Bima, manfaat agen46 disebut dirasakan langsung pelaku usaha mikro. Salah satunya adalah pemilik warung yang juga merupakan mitra BNI agen46, Fitra Wati.
Ia menuturkan, usahanya berkembang sejak bergabung BNI agen46. Aktivitas transaksi di warungnya yang berlangsung hampir sepanjang hari memberikan tambahan penghasilan.
“Untuk transaksi (sebagai BNI agen46), alhamdulillah, keuntungannya menambah penghasilan. Dapat Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari BNI agen46 dan bisa menambah modal untuk lebih maju lagi usahanya,” kata Fitra.
Dampak positif agen46 juga dirasakan masyarakat sekitar. Camat Woha Irfan HM Nor menyebut, kehadiran agen46 memudahkan kebutuhan transaksi warga.
“Keberadaan BNI agen46 sangat mempermudah masyarakat kami dalam bertransaksi sesuai dengan kebutuhan masyarakat yang ada di Kecamatan Woha,” ujarnya.
Kemudahan serupa diakui Rifiadin Akbar, seorang sopir bus di Kota Bima. Ia mengaku terbantu saat membutuhkan layanan transfer tanpa harus menempuh jarak jauh menuju ATM.
“Saudara saya membutuhkan transfer uang. Sebagai sopir bus, jarak rumah dengan ATM cukup jauh, sementara warung Ibu Fitra Wati dekat. Jadi, transaksi bisa langsung selesai,” tuturnya.
Alan, pedagang bawang di Kota Bima, menambahkan bahwa agen46 mempersingkat waktu dan biaya transaksi. Sebelumnya, ia kesulitan untuk mentransfer atau penarikan tunai karena faktor jarak.
“Dengan adanya BNI agen46 ini, sangat mempermudah masyarakat di Kota Bima dalam melakukan transaksi apa pun,” ucapnya.
Dengan perluasan agen46 seperti di Kota Bima, BNI berharap, akses layanan keuangan masyarakat semakin merata dan perputaran ekonomi lokal meningkat. BNI menilai, inisiatif ini mempertegas peran agen46 sebagai garda terdepan dalam menghadirkan layanan perbankan yang dekat dengan masyarakat.