Advertorial

Terapi Hiperbarik Oksigen, Lompatan Baru dalam Penyembuhan dan Kebugaran Tubuh

Kompas.com - 09/01/2026, 22:30 WIB

KOMPAS.com – Terapi hiperbarik oksigen selama ini identik dengan penanganan penyakit dekompresi pada penyelam.

Namun, seiring perkembangan dunia medis, terapi tersebut juga dimanfaatkan untuk berbagai kondisi kesehatan, mulai dari penyakit serius dan kronis, pemulihan pascaolahraga, hingga keluhan sakit ringan tertentu.

Karena manfaatnya tersebut, RS EMC Grha Kedoya menghadirkan layanan terapi hiperbarik oksigen. Layanan ini memanfaatkan oksigen murni di bawah tekanan tinggi untuk mendukung penyembuhan alami tubuh.

Apa itu terapi hiperbarik oksigen?

Terapi hiperbarik oksigen merupakan prosedur medis noninvasif. Pada saat terapi, pasien akan menghirup 100 persen oksigen murni di dalam ruang khusus dengan tekanan udara lebih tinggi jika dibandingkan tekanan atmosfer normal.

Umumnya, tekanan pada ruang itu sekitar 1,5 hingga 3 kali lebih tinggi tekanan atmosfer normal.

Dalam kondisi tersebut, tekanan tinggi memungkinkan oksigen larut dalam jumlah lebih besar ke dalam plasma darah, cairan tulang belakang, serta cairan tubuh lain.

Oksigen terlarut kemudian dapat menjangkau jaringan dan organ yang mengalami kekurangan oksigen (hipoksia), seperti area di sekitar luka kronis, infeksi, atau cedera otak yang sulit dijangkau oleh sel darah merah.

Peningkatan kadar oksigen di dalam tubuh juga berperan dalam mendukung pembentukan pembuluh darah baru (angiogenesis), merangsang produksi sel punca, serta membantu melawan bakteri anaerob.

Manfaat untuk pasien medis

Pemanfaatan terapi hiperbarik tidak hanya terbatas pada penanganan penyakit dekompresi. Terapi ini juga telah digunakan sebagai terapi pendukung untuk berbagai kondisi klinis serius dan kronis.

Pada kasus luka diabetes yang sulit sembuh, misalnya, pemberian oksigen dosis tinggi dapat membantu mempercepat perbaikan jaringan dan membantu menurunkan risiko amputasi.

Terapi hiperbarik juga digunakan pada penanganan infeksi jaringan lunak berat, seperti necrotizing soft tissue infection. Pengobatan ini bekerja dengan cara menghambat pertumbuhan bakteri dan meningkatkan kemampuan sel darah putih dalam melawan infeksi.

Selain itu, terapi ini juga dimanfaatkan untuk membantu perbaikan jaringan akibat radiasi, termasuk kondisi osteoradionecrosis yang sering dialami pasien pascaterapi kanker.

Pada kasus keracunan karbon monoksida, terapi hiperbarik dapat membantu mempercepat pengeluaran gas tersebut dari tubuh serta melindungi jaringan otak dari kerusakan.

Terapi hiperbarik juga digunakan sebagai pendukung pengobatan abses intrakranial dengan membantu distribusi oksigen ke pusat infeksi di otak.

Lebih jauh, terapi hiperbarik dapat dimanfaatkan untuk pengobatan anak berkebutuhan khusus sesuai dengan indikasi medis yang ditentukan dokter.

Fenomena hiperbarik untuk kebugaran dan sakit ringan

Selain untuk penanganan medis, terapi hiperbarik kini mulai dimanfaatkan dalam konteks kebugaran dan pemulihan fisik.

Di dunia olahraga, terapi tersebut menjadi salah satu pilihan bagi atlet elite dan individu aktif untuk mempercepat pemulihan tubuh.

RS EMC Grha Kedoya menghadirkan layanan terapi hiperbarik oksigen yang memanfaatkan oksigen murni di bawah tekanan tinggi untuk mendukung proses penyembuhan alami tubuh. dok. RS EMC Grha Kedoya RS EMC Grha Kedoya menghadirkan layanan terapi hiperbarik oksigen yang memanfaatkan oksigen murni di bawah tekanan tinggi untuk mendukung proses penyembuhan alami tubuh.

Pemberian oksigen di bawah tekanan dapat membantu mengurangi peradangan dan pembengkakan otot setelah latihan intensif.

Terapi ini juga dapat mempercepat pemulihan cedera ringan, seperti ketegangan otot atau keseleo, serta membantu meningkatkan energi dan mengurangi rasa lelah berkat suplai oksigen yang lebih optimal ke sel-sel tubuh.

Untuk kasus sakit ringan dan peningkatan kualitas hidup, beberapa studi menunjukkan bahwa terapi hiperbarik dapat membantu meredakan migrain ringan dan vertigo melalui perbaikan suplai oksigen ke jaringan otak.

Terapi tersebut pun kerap direkomendasikan sebagai terapi tambahan pada kasus kehilangan pendengaran mendadak untuk membantu pemulihan fungsi koklea.

Pada pasien dengan kelelahan kronis atau malaise yang berkepanjangan, terapi hiperbarik dapat membantu meningkatkan fungsi mitokondria sebagai pusat produksi energi sel.

Layanan hiperbarik di RS EMC Grha Kedoya

Bagi pasien yang ingin melakukan terapi hiperbarik, RS EMC Grha Kedoya menyediakan fasilitas ruang hiperbarik modern yang didukung oleh tim medis terlatih.

Setiap sesi terapi dilakukan dengan pengawasan dokter spesialis dan perawat berpengalaman untuk memastikan keamanan, kenyamanan, serta efektivitas terapi.

Layanan terapi hiperbarik di RS EMC Grha Kedoya beroperasi setiap Senin hingga Sabtu pukul 08.00–15.00 WIB.

Pasien disarankan untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter hiperbarik guna menentukan jumlah dan frekuensi sesi terapi yang sesuai dengan kondisi masing-masing.

Untuk mengetahui informasi dan pendaftaran layanan terapi hiperbarik di RS EMC Grha Kedoya, Anda dapat menghubungi nomor +62 813-9957-0585.

Jangan biarkan kondisi sakit atau pemulihan pascaolahraga menghambat aktivitas Anda. Sebab, terapi hiperbarik kini bukan lagi kemewahan, melainkan kebutuhan untuk penyembuhan optimal.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau