Advertorial

Monash University, Indonesia Gelar PITCH 2025, Perkuat Riset Kolaboratif untuk Isu Nasional

Kompas.com - 12/01/2026, 18:14 WIB

KOMPAS.com – Kolaborasi riset lintas negara semakin mendesak untuk menjawab berbagai tantangan prioritas pembangunan nasional, mulai dari pencegahan stunting hingga transisi energi bersih.

Oleh karena itu, Monash University, Indonesia menyelenggarakan PhD Interdisciplinary Team Challenge 2025 (PITCH 2025) sebagai wadah untuk kolaborasi tersebut.

PITCH 2025 merupakan hackathon doktoral internasional pertama di Indonesia yang digelar di Kampus Monash University, Indonesia, BSD City, Tangerang Selatan, Senin (20/10/2025) hingga Jumat (24/10/2025).

Program tersebut mempertemukan kandidat doktor dari berbagai negara untuk merancang solusi inovatif berbasis riset terhadap persoalan pembangunan di Indonesia.

Sebanyak 110 kandidat PhD dari jaringan kampus Monash di berbagai negara serta 16 mahasiswa PhD dari enam universitas terkemuka di Indonesia terlibat dalam ajang ini.

Para peserta bekerja dalam tim lintas disiplin untuk merespons isu-isu strategis nasional secara kolaboratif.

Adapun peserta internasional berasal dari Monash Australia, Monash Suzhou (China), Monash Malaysia, Monash–IITB India, serta Monash University, Indonesia.

Sementara itu, peserta dari dalam negeri mewakili Universitas Indonesia (UI), Universitas Gadjah Mada (UGM), Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Airlangga (Unair), Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), dan Universitas Hasanuddin (Unhas).

Penyelenggaraan PITCH 2025 menegaskan komitmen jangka panjang Monash University, Indonesia untuk memperluas akses pendidikan doktoral berstandar internasional, membuka peluang publikasi di jurnal bereputasi, dan mengasah metodologi interdisipliner melalui dukungan jejaring akademik global. Dok. Monash University Penyelenggaraan PITCH 2025 menegaskan komitmen jangka panjang Monash University, Indonesia untuk memperluas akses pendidikan doktoral berstandar internasional, membuka peluang publikasi di jurnal bereputasi, dan mengasah metodologi interdisipliner melalui dukungan jejaring akademik global.

Rancang solusi berbasis riset

Selama pelaksanaan PITCH 2025, para peserta merancang solusi riset untuk berbagai tantangan prioritas, seperti pencegahan stunting, perluasan akses energi bersih di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), pembukaan pasar ekspor bagi produk usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), serta isu perubahan iklim dan pembangunan perkotaan berkelanjutan.

Seluruh rangkaian kegiatan disusun dengan pendekatan problem-based learning dan mobilitas internasional. Pendekatan ini memungkinkan peserta berinteraksi langsung dengan persoalan nyata di lapangan serta memperkaya perspektif melalui kolaborasi lintas budaya dan disiplin ilmu.

PITCH 2025 dibuka oleh sejumlah tokoh dari kalangan pemerintah dan masyarakat sipil di antaranya Peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Prof Dewi Fortuna Anwar, perwakilan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Dr Andi Mardiah, Pusat Studi Teknologi dan Inovasi Dr Ashwin Sasongko Sastrosubroto, serta Transparency International Indonesia Dr Danang Widoyoko.

Penguatan kolaborasi internasional juga ditandai dengan jamuan diplomatik yang diselenggarakan Monash University, Indonesia di Kedutaan Besar Australia di Jakarta.

Acara tersebut menghadirkan Kuasa Usaha Australia untuk Indonesia, Gita Kamath, serta Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI, Prof Togar Mangihut Simatupang.

Sebagai bagian dari riset lapangan, para peserta mengunjungi Kampung Susun Akuarium di Jakarta Utara.

Kunjungan tersebut bertujuan menelaah tata kelola permukiman informal, risiko banjir, dampak perubahan iklim, serta akses masyarakat terhadap layanan publik dengan melibatkan Yayasan Rame-Rame Jakarta dan mitra komunitas lokal.

Presentasikan solusi kreatif

Hackathon ini ditutup dengan presentasi final di hadapan panel juri gabungan dari Monash University, BRIN, dan Kedutaan Besar Australia. Beragam solusi kreatif ditampilkan sebagai hasil kolaborasi lintas disiplin berbasis analisis data yang komprehensif.

Indonesia’s Pro-Vice Chancellor & President Monash University Professor Matthew Nicholson mengatakan, inovasi yang dihasilkan peserta menunjukkan potensi besar komunitas riset interdisipliner.

“Pendampingan yang tepat dan data yang komprehensif dapat mendorong berbagai terobosan luar biasa,” ujarnya dalam rilis pers, Jumat (9/1/2025).

Sementara itu, Pro-Vice Chancellor (Research Training) Monash University Professor Nellie Georgiou-Karistianis menegaskan, PITCH 2025 bukan sekadar kompetisi.

“Program ini berfokus pada penguatan kapasitas, rasa percaya diri, dan jejaring global bagi generasi peneliti doktoral berikutnya,” kata Nellie.

Sebagai informasi, penyelenggaraan PITCH 2025 menegaskan komitmen jangka panjang Monash University, Indonesia untuk memperluas akses pendidikan doktoral berstandar internasional, membuka peluang publikasi di jurnal bereputasi, dan mengasah metodologi interdisipliner melalui dukungan jejaring akademik global.

Selain itu, Monash juga terus berkolaborasi dengan pemerintah, perguruan tinggi, kalangan industri, dan organisasi non-pemerintah guna memperkuat ekosistem riset nasional serta berkontribusi pada pewujudan visi Indonesia Emas 2045.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau