Advertorial

Dorong Pemerataan Pendidikan Nasional, BNI Perkuat Dukungan untuk Program Sekolah Rakyat

Kompas.com - 13/01/2026, 11:08 WIB

KOMPAS.com — PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI mempertegas perannya dalam mendukung pemerataan pendidikan nasional. Hal ini diwujudkan melalui keterlibatan aktif pada program Sekolah Rakyat yang merupakan salah satu program prioritas pemerintah.

Dukungan BNI mencakup penguatan ekosistem layanan keuangan inklusif serta tata kelola administrasi pendidikan yang modern, transparan, dan berbasis digital.

Peresmian salah satu sekolah rakyat dilakukan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto di Sekolah Rakyat Terintegrasi 9 Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Senin (12/1/2026).

Jajaran Menteri Kabinet Merah Putih, pimpinan lembaga, serta perwakilan badan usaha milik negara (BUMN), termasuk Direktur Kelembagaan BNI Eko Setyo Nugroho hadir pada acara tersebut.

Pemerataan pendidikan

Pada pidatonya, Prabowo menegaskan bahwa program Sekolah Rakyat merupakan langkah strategis pemerintah untuk memastikan setiap anak bangsa memperoleh hak pendidikan yang layak tanpa terkendala latar belakang ekonomi ataupun wilayah tempat tinggal.

“Terima kasih semuanya. Kami telah mewujudkan upaya ini melalui program Sekolah Rakyat. Saya terus terang merasa bahagia dan cukup terharu melihat dampak nyata dari upaya bersama ini,” ujar Prabowo dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Selasa (13/1/2026).

Prabowo menilai, program Sekolah Rakyat merupakan instrumen penting dalam memperkuat keadilan sosial serta mendorong pemerataan pembangunan di berbagai daerah.

Ia menegaskan, pendidikan merupakan kunci untuk memutus mata rantai kemiskinan dan menciptakan mobilitas sosial berkelanjutan bagi generasi muda Indonesia.

“Kita bernegara untuk memperbaiki kehidupan seluruh rakyat Indonesia, bukan hanya segelintir orang. Itu tujuan bernegara,” tegas Prabowo.

Sekolah Rakyat Terintegrasi 9 Banjarbaru sudah dilengkapi sarana pembelajaran dan fasilitas penunjang untuk mendukung proses belajar mengajar.

Mulai dari gedung pendidikan, aula serbaguna, gelanggang olahraga (GOR), musala, amfiteater, hingga ruang makan disiapkan untuk menunjang pembelajaran yang berkelanjutan bagi siswa.

Beroperasi di 166 titik dan layani 15.954 siswa

Di hadapan Presiden, Menteri Sosial Saifullah Yusuf melaporkan bahwa hingga awal 2026, program Sekolah Rakyat telah beroperasi di 166 titik pada 34 provinsi.

Rinciannya adalah 70 titik di Jawa, 35 di Sumatera, 28 di Sulawesi, 13 di Kalimantan, tujuh di Maluku, enam di Papua, serta tujuh di Bali dan Nusa Tenggara.

Program tersebut melayani 15.954 siswa dengan dukungan 2.218 guru dan 4.889 tenaga pendidik.

“Semua yang kami laporkan adalah bagian dari upaya untuk menindaklanjuti arahan Presiden karena (Program) Sekolah Rakyat pada dasarnya adalah gagasan langsung dari Presiden Prabowo,” tegasnya.

Dukungan BNI lewat layanan keuangan inklusif

Sebagai mitra strategis, BNI berkontribusi memperkuat operasional sekolah rakyat melalui penyediaan Agen46 Mini Bank, bank sampah, pembukaan rekening siswa, serta Kartu Siswa berbasis reader untuk absensi elektronik.

BNI juga menyiapkan sistem pengelolaan penyaluran dana dari Kementerian Sosial ke sekolah, payroll guru, transaksi mitra (catering dan laundry), serta dashboard monitoring keuangan sekolah. Seluruhnya dirancang berjalan secara cashless melalui QRIS dan BNIdirect.

Eko Setyo Nugroho menegaskan, dukungan tersebut diberikan untuk menghadirkan layanan keuangan inklusif serta mendorong tata kelola pendidikan yang akuntabel.

“Melalui dukungan ini, BNI ingin memastikan pengelolaan administrasi pendidikan di sekolah rakyat berjalan modern, transparan, dan efisien,” ujarnya.

Sinergi lintas kementerian dan BUMN serta keterlibatan BNI dalam program Sekolah Rakyat diharapkan dapat mempercepat pemerataan akses pendidikan serta memperkuat fondasi pembangunan sumber daya manusia.

Dukungan berkelanjutan dari sektor perbankan menjadi kunci agar program tersebut dapat memberikan dampak nyata dan inklusif bagi generasi penerus bangsa.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau