KOMPAS.com — PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI mempertegas perannya dalam mendukung pemerataan pendidikan nasional. Hal ini diwujudkan melalui keterlibatan aktif pada program Sekolah Rakyat yang merupakan salah satu program prioritas pemerintah.
Dukungan BNI mencakup penguatan ekosistem layanan keuangan inklusif serta tata kelola administrasi pendidikan yang modern, transparan, dan berbasis digital.
Peresmian salah satu sekolah rakyat dilakukan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto di Sekolah Rakyat Terintegrasi 9 Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Senin (12/1/2026).
Jajaran Menteri Kabinet Merah Putih, pimpinan lembaga, serta perwakilan badan usaha milik negara (BUMN), termasuk Direktur Kelembagaan BNI Eko Setyo Nugroho hadir pada acara tersebut.
Pada pidatonya, Prabowo menegaskan bahwa program Sekolah Rakyat merupakan langkah strategis pemerintah untuk memastikan setiap anak bangsa memperoleh hak pendidikan yang layak tanpa terkendala latar belakang ekonomi ataupun wilayah tempat tinggal.
“Terima kasih semuanya. Kami telah mewujudkan upaya ini melalui program Sekolah Rakyat. Saya terus terang merasa bahagia dan cukup terharu melihat dampak nyata dari upaya bersama ini,” ujar Prabowo dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Selasa (13/1/2026).
Prabowo menilai, program Sekolah Rakyat merupakan instrumen penting dalam memperkuat keadilan sosial serta mendorong pemerataan pembangunan di berbagai daerah.
Ia menegaskan, pendidikan merupakan kunci untuk memutus mata rantai kemiskinan dan menciptakan mobilitas sosial berkelanjutan bagi generasi muda Indonesia.
“Kita bernegara untuk memperbaiki kehidupan seluruh rakyat Indonesia, bukan hanya segelintir orang. Itu tujuan bernegara,” tegas Prabowo.
Sekolah Rakyat Terintegrasi 9 Banjarbaru sudah dilengkapi sarana pembelajaran dan fasilitas penunjang untuk mendukung proses belajar mengajar.
Mulai dari gedung pendidikan, aula serbaguna, gelanggang olahraga (GOR), musala, amfiteater, hingga ruang makan disiapkan untuk menunjang pembelajaran yang berkelanjutan bagi siswa.
Beroperasi di 166 titik dan layani 15.954 siswa
Di hadapan Presiden, Menteri Sosial Saifullah Yusuf melaporkan bahwa hingga awal 2026, program Sekolah Rakyat telah beroperasi di 166 titik pada 34 provinsi.
Rinciannya adalah 70 titik di Jawa, 35 di Sumatera, 28 di Sulawesi, 13 di Kalimantan, tujuh di Maluku, enam di Papua, serta tujuh di Bali dan Nusa Tenggara.
Program tersebut melayani 15.954 siswa dengan dukungan 2.218 guru dan 4.889 tenaga pendidik.
“Semua yang kami laporkan adalah bagian dari upaya untuk menindaklanjuti arahan Presiden karena (Program) Sekolah Rakyat pada dasarnya adalah gagasan langsung dari Presiden Prabowo,” tegasnya.
Dukungan BNI lewat layanan keuangan inklusif
Sebagai mitra strategis, BNI berkontribusi memperkuat operasional sekolah rakyat melalui penyediaan Agen46 Mini Bank, bank sampah, pembukaan rekening siswa, serta Kartu Siswa berbasis reader untuk absensi elektronik.
BNI juga menyiapkan sistem pengelolaan penyaluran dana dari Kementerian Sosial ke sekolah, payroll guru, transaksi mitra (catering dan laundry), serta dashboard monitoring keuangan sekolah. Seluruhnya dirancang berjalan secara cashless melalui QRIS dan BNIdirect.
Eko Setyo Nugroho menegaskan, dukungan tersebut diberikan untuk menghadirkan layanan keuangan inklusif serta mendorong tata kelola pendidikan yang akuntabel.
“Melalui dukungan ini, BNI ingin memastikan pengelolaan administrasi pendidikan di sekolah rakyat berjalan modern, transparan, dan efisien,” ujarnya.
Sinergi lintas kementerian dan BUMN serta keterlibatan BNI dalam program Sekolah Rakyat diharapkan dapat mempercepat pemerataan akses pendidikan serta memperkuat fondasi pembangunan sumber daya manusia.
Dukungan berkelanjutan dari sektor perbankan menjadi kunci agar program tersebut dapat memberikan dampak nyata dan inklusif bagi generasi penerus bangsa.