Advertorial

Potret Perjuangan Perempuan Hiasi Stasiun MRT Bundaran HI lewat Pameran Foto PNM

Kompas.com - 13/01/2026, 18:45 WIB

KOMPAS.com – Suasana Stasiun MRT Bundaran HI tampak berbeda dengan kehadiran deretan foto jurnalistik yang sarat makna. Foto-foto tersebut menampilkan beragam sisi perjuangan perempuan tangguh yang terekam apik melalui bidikan lensa kamera.

Pemandangan itu merupakan bagian dari pameran foto bertajuk "Perempuan Lentera Kehidupan" yang diinisiasi oleh PT Permodalan Nasional Madani (PNM).

Pameran yang berlangsung pada Senin (12/1/2026) hingga Rabu (14/1/2026) tersebut menampilkan 12 karya finalis terbaik dari ajang kompetisi PNM Journalist’s Photo Journey. Ajang lomba foto berskala nasional ini diikuti oleh 147 jurnalis dari berbagai provinsi di Indonesia.

Kompetisi tersebut digelar sebagai bentuk apresiasi bagi karya jurnalistik serta merefleksikan peringatan Hari Ibu pada 22 Desember 2025.

Stasiun MRT Bundaran HI dipilih sebagai lokasi pameran karena mobilitas masyarakat tinggi di area tersebut. Hal ini memungkinkan kisah inspiratif para perempuan prasejahtera dapat disaksikan lebih luas oleh ribuan penumpang yang melintas setiap hari.

Narasi visual pemberdayaan

Sekretaris Perusahaan PNM Dodot Patria Ary menjelaskan, pameran foto tersebut diharapkan mampu memperkuat narasi pemberdayaan melalui sebuah dokumentasi visual yang bercerita.

"Kami ingin memperlihatkan bagaimana perempuan menjadi pusat ketahanan dan perubahan dalam kehidupan sehari-hari," ujar Dodot dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Selasa (13/1/2026).

Karya-karya yang lolos kurasi dewan juri profesional ini terbagi ke dalam tiga kategori utama, yakni sosial, ekonomi, dan lingkungan. Ketiga kategori tersebut merepresentasikan pilar pendekatan pemberdayaan yang dilakukan PNM terhadap 22,7 juta nasabah perempuan prasejahtera.

Pameran ini tidak sekadar menjadi ajang unjuk karya seni fotografi semata. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi pengingat di tengah hiruk pikuk kota bahwa banyak keluarga yang bertumpu pada ketangguhan seorang perempuan.

Sentuh hati pengunjung

Antusiasme publik terlihat dari banyaknya langkah kaki penumpang yang melambat saat melewati area pameran. Tak sedikit dari mereka berhenti cukup lama untuk mengamati detail dan membaca cerita di balik setiap bingkai foto.

Salah satu pengunjung mengaku tersentuh dan merasakan emosi mendalam saat melihat potret-potret yang dipamerkan. Ia menilai bahwa dokumentasi visual tersebut berhasil menonjolkan sisi perjuangan perempuan yang kerap tak terdengar.

"Sebagai sesama perempuan, saya tahu betul beratnya perjuangan mereka. Saya jadi teringat sosok ibu dan rasanya lebih terharu sekarang," ucap pengunjung tersebut.

Pameran ini seolah menegaskan bahwa perempuan adalah lentera yang terus menyala bagi keluarga dan lingkungan sekitarnya. Melalui bidikan para jurnalis, realitas perjuangan mereka kini hadir nyata di ruang publik dan menginspirasi banyak orang.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau